Home Pendidikan 8 Tips Menghadapi dan Memperbaiki Nilai Jelek

8 Tips Menghadapi dan Memperbaiki Nilai Jelek

Bagaimana cara siswa menghadapi nilai jelek? Kalau diperhatikan, ketika mendapat nilai jelek tingkah laku siswa ada saja lucunya. Ada yang langsung panik, biasanya dia memang mendapat nilai baik eh tiba-tiba nilainya hancur. Ada yang sedih, baru menerima lembar penilaian langsung memasang muka sedih. Ada juga yang tertawa terus taruhan tuh sama sahabatnya siapa nilai yang paling rendah, seperti ada kebanggaan ketika mendapat nilai rendah, aduh.

Kalau tidak salah, setiap siswa pernah mendapat nilai jelek. Tenang itu bukan akar dari sebuah permasalahan. Nilai tersebut bisa diperbaiki, asal kamunya mau memperbaiki diri. Kalau misalnya sebelum ujian membiasakan jurus sks (sistem kebut semalam), untuk ujian selanjutnya jangan lakukan itu.

Ehm, bagi siswa yang merasa tidak beruntung ketika ujian, tidak mendapat contekan yang ajaib, sebaiknya untuk ujian selanjutnya jangan mencontek. Kamu itu sebenarnya pintar, apalagi pintar dalam hal mengatur siasat. Seorang contekers sejati adalah ahli dalam siasat, siasat mendapat nilai baik dan tidak ketahuan. Hey, hey, hey, jangan mencontek ya!

1. Jangan Panik Dulu

Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan. Ketika mendapat nilai jelek, jangan langsung guling-guling tidak karuan. Berusahalah tenang, terlihat biasa saja, walaupun hati ini merana. Jadi terlihat keren gitu dimata teman-teman.

Kalau misalnya kamu langsung panik, pikiran menjadi tidak tenang dong. Terus tidak bisa berpikir secara jernih. Seharusnya tuh bisa diperhatikan dulu, apakah ada misalnya si guru salah koreksi. Kan lumayan, kamu menemukan sang guru ternyata salah koreksi dan itu meningkatkan nilai.

Nah, kalau tidak panik perhatikan dulu hasil penilaian, apakah ada yang salah koreksi. Terus kalau sudah, mulailah merenungkan diri. Apa sih yang salah dilakukan sebelum ujian.

2. Konsultasi Dengan Teman atau Guru

Harus diingat! Teman yang membangun, bukan teman yang menjatuhkan. Karena ada tuh teman berkata, “Tidak usah belajar, belajar itu tidak penting.” atau ada juga, “Nggak apa-apa nilai kecil.” teman seperti ini tuh menyesatkan.

Berkonsultasilah dengan teman yang membangun. Kamu dan teman kamu sama-sama membangun pribadi menjadi lebih baik. Berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Berlomba disini bukan saling menjatuhkan tapi saling mendukung.

Kalau bisa konsultasi sama guru lebih baik. Karena tentunya guru tidak ingin anak muridnya gagal, terutama gagal dalam pembelajaran. Makanya itu, biasanya guru senang sekali kalau ada anak muridnya konsultasi. Tapi iya … ini tergantung kamunya sih. Mau nggak konsultasi kepada guru. Soalnya kan malu gitu kalau mau konsultasi.

3. Rajinlah Mencatat Point Pembelajaran

“Sekarang kan zaman teknologi, tidak perlu mencatat, cukup foto saja ada yang dicatat guru di papan tulis.” Hey! Jangan seperti itu dong. Mencatat itu penting banget, apapun zamannya mencatat itu mampu meningkatkan memori.

Karena apa? Karena ada dua kegiatan yang kita lakukan. Satu membaca dan kedua mencatat. Tidak mungkin kan kamu mencatat tanpa membaca, hehe. Nah, dua kegiatan itu sangat mampu meningkatkan pemahaman kamu loh. Orang yang suka mencatat pembelajaran, biasanya daya ingatnya tahan lama.

Baiklah kalau sekarang zaman teknologi, penggunaan kertas sudah tidak diminati para siswa. Tapi kan bisa kamu mencatatnya di smartphone. Ada kok aplikasi note di smartphone. Manfaatkan aplikasi tersebut untuk menunjang pembelajaran.

4. Belajar Lebih Giat Dan Efektif

Nah, jika sebelumnya kamu malas-malasan belajar, belajar pun kalau satu hari mendekati ujian. Sebaiknya jangan lakukan hal tersebut. Mungkin ujian sebelumnya kamu sukses mendapat nilai baik tapi tetap saja itu tidak efektif. Akhirnya kamu mendapat teguran nilai jelek yang mengatakan cara belajar kamu tidak baik.

Belajarlah lebih giat, jangan malas belajar. Memang, belajar itu bikin stress dan bikin ngantuk. Karena belajar itu adalah kegiatan yang melelahkan. Bahkan lebih melelahkan dibandingkan berolahraga selama tiga jam.

Tapi … belajar bukan sekadar giat tapi efektif juga. Jangan belajar banyak tapi secara sembarangan. Setiap orang kan punya gaya belajarnya masing-masing. Kalau kamu gaya belajarnya harus sunyi, maka ciptakan suasa belajar yang nyaman.

5. Pahami Materi Pelajaran

Ingat! Pahami bukan hafal. Banyak dari siswa yang salah paham. Dia kira materi pelajaran itu dihafal. Jadi kerja si siswa itu ya menghafal. Bahkan sampai titik koma dihafal. Eits, tentu saja itu tidak benar.

Memang ada proses hafalan dari materi belajar. Tapi sebaiknya pahami juga materi tersebut. Jangan kebanyakan hafal tapi tidak paham. Setiap materi ada kata kunci yang membuat pemahaman kamu menjadi lebih baik. Jika ditemukan kata kunci tersebut, menghafal dan memahami materi pelajaran jadi gampang.

Kenapa harus dipahami? Karena ketika ujian bukan hanya hafalan saja. Ada tuh nanti di soal kamu disuruh untuk menjawab dan ternyata jawabannya tidak seperti yang dihafal. Mungkin ada beberapa kalimat yang diubah. Kalau ketemu soal tersebut padahal kamunya bisanya menghafal? Apa yang terjadi? Panik dong.

6. Seringlah Berlatih Soal

Ala bisa karena terbiasa. Belajar itu bukan hanya membaca dan mencatat saja dong. Hehe bertambah ya apa yang harus dilakukan dalam belajar. Belajar juga berlatih soal. Di setiap buku mata pelajaran pasti ada soal latihan. Nah, kalau bisa kerjakan dong latihan soal tersebut.

Biasanya tuh soal ujian tidak jauh-jauh dari soal yang ada pada buku pelajaran. Palingan ada modifikasi sedikitlah. Nah, kalau kamu sudah terbiasa berlatih soal, jadi gampang banget mengerjakannya. Kalau tidak biasa berlatih soal, bakal kesulitan deh. Eh, setelah ujian ada keinginan buka buku, terus mata tertuju latihan soal dan ternyata mirip banget dengan soal ujian. Disitulah penyesalan muncul.

7. Jangan Biasakan Sistem Kebut Semalam

Ini kebiasaan yang sudah diturunkan secara turun temurun. Orang-orang sebelum kamu juga melakukan hal tersebut. Kebiasaan ini tentu tidak baik. Karena belajar kebut semalam itu tidak akan memberikan pemahaman materi secara mendalam.

Apapun yang dilakukan secara instan pasti tidak akan maksimal hasilnya. Seharusnya kamu tuh mendapatkan nilai 90, ternyata karena belajar kebut semalam dapat nilai 40. Sayang banget dong.

Belajar itu seharusnya dari hari pertama pembelajaran sudah dilakukan. Iya ya, belajar itu susah. Tidak perlu waktu dalam belajar. Cukup belajar efektif selama 30 – 60 menit. Selebihnya ya kamu boleh melakukan apapun. Tapi belajar dulu dong.

8. Istirahat yang Cukup

Jangan biasakan begadang. Karena game yang dimainkan seru banget, jadi tidur kemalaman dong. Akhirnya, tubuh tidak siap menyerap materi pelajaran. Jadinya tuh tubuh ngantuk-ngantuk gitu di sekolah. Mau tidur nggak bisa, belajar pun nggak mungkin bisa.

Istirahat cukup mampu memaksimalkan kerja tubuh. Istirahat itu bisa dibilang charger tubuh loh. Seperti sebuah gadget, kalau tidak dicharger lama-lama kan tidak berfungsi. Atau ketika baterai sudah sedikit lagi, tentu saja performa gadget tidak maksimal.

Nah, tubuh juga demikian. Kalau dicharger secara tepat, maka performa tubuh bakal maksimal. Setiap pelajaran yang dipelajari, bakal dapat dipahami dengan baik. Jadi, jangan biasakan begadang. Biasakanlah tidur cukup. Bermanfaat loh untuk kesehatan.

Baca Juga