Tips Kepada Orang Tua untuk Meningkatkan Semangat Belajar Anak

Anak yang rajin belajar, banyak prestasi yang diperoleh, merupakan dambaan setiap orang tua. Siapa sih yang mau anak yang malas belajar? Tapi kenyataannya, untuk mendapatkan anak yang rajin belajar sulitnya minta ampun. Belum lagi zaman yang sudah serba canggih ini. Untuk mengerjakan PR saja, cukup mengandalkan Google dan PR selesai dikerjakan. Kalau orang tua zaman kecil dulu kan, jika ada PR, lihat buku, tanya teman, tanya kepada guru, dan PR selesai.

Maka sudah sepatutnya orang tua memberikan pemahaman kepada anak mengenai pentingnya makna belajar. Jangan hanya buang muka seolah-olah tidak tahu. Atau saling melemparkan kesalahan. Si ayah menyalahkan si ibu, begitu juga sebaliknya.

Sebagai bocoran nih, anak itu akan meniru tingkah laku orang tuanya. Kalau orang tua rajin membaca buku, si anak otomatis akan rajin membaca buku. Kalau orang tua rajin menabung, si anak akan rajin menabung juga. Kalau si orang tua gemar berbohong, maka anak akan gemar berbohong juga. Anak memang sulit menerima nasihat tapi pandai meniru orang tuanya.

Orang Tua Menjadi Teladan

Karena anak akan selalu meniru orang tuanya, baik disadari maupun tidak. Maka hendaknya orang tua menjadi teladan. Tunjukkan kalau orang tua juga rajin belajar. Seperti sering membaca buku, baik itu bersama anak maupun sendirian.

Jangan berikan contoh tidak baik. Seperti si ayah pulang kerja, ganti baju, lalu tidur nyenyak tanpa memperhatikan si anak. Hal tersebut akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Jadilah orang tua yang patut dicontoh oleh anak. Sebisa mungkin tunjukkan bahwa orang tua rajin belajar. Bukankah dalam dunia pekerjaan selalu dipenuhi akan tantangan yang memaksa seseorang tua belajar. Maka, ketika tantangan itu tiba, belajarlah di dekat anak, seolah-olah menunjukkan orang tuanya rajin belajar.

Kadang, walaupun si anak tahu orang tuanya melakukan tidak baik, misalnya gemar berbohong. Tanpa sadar anak akan mengikuti orang tuanya. Sekali lagi, anak pandai dalam meniru. Maka, menjadi orang tua yang teladan bagi anak-anaknya adalah hal yang harus dilakukan.

Berikan Ruang Khusus Anak Belajar

Nah, kalau memang diberi kecukupan, maka berikanlah ruangan khusus untuk anak belajar. Dengan demikian, si anak akan termotivasi untuk belajar. Tapi yang harus diingat adalah jangan lepas tangan, seolah-olah tidak tahu.

Seperti sudah tahu kalau anak akan tertidur jika di kamar tidur. Dibuat juga meja belajar di kamar tidur. Si anak akan tertidur dong. Jadi rasanya sia-sia membeli meja belajar.

Perhatikan dulu sifat si anak. Kalau si anak suka belajar di kamar tidur, maka tidak mengapa memberikan ruangan khusus belajar di kamar tidur. Kalau si anak suka di daerah tenang, maka berikanlah ruangan khusus di tempat tenang. Tapi, kalau si anak suka belajar dengan keributan (Hehe, saya juga demikian), maka berikanlah ruangan khusus belajar di ruang kumpul keluarga, misalnya.

Penuhi Kebutuhan Jasmani dan Rohani Anak

Tidak hanya ruang khusus belajar saja, penuhi juga kebutuhan jasmani maupun rohani anak. Sering-seringlah memperhatikan anak belajar dan sering-seringlah menemani anak belajar. Karena bagaimanapun, kalau orang tua memperhatikan anak belajar, maka si anak akan termotivasi untuk terus belajar, baik secara terpaksa maupun tidak.

Bagaimana dengan kebutuhan rohani? Sekali-kali berilah si anak nasihat akan agama, kebaikan, toleransi, dll. Atau ajari anak untuk membiasakan berdoa sebelum belajar.

Ajukan Pertanyaan Seputar Sekolah

Ini sering sekali dilakukan orang tua saya dulu. Jadi ceritanya, ketika malam hari, orang tua saya mendatangi saya tuh. Mereka bertanya, “Tadi pagi belajar apa?” Nah, awalnya sih nggak tahu apa yang harus diceritakan. Tapi kalau setiap hari ditanya, lama-lama timbul sebuah niat untuk mencatat setiap pelajaran di sekolah dan memahaminya. Sehingga, ketika orang tua saya bertanya mengenai pelajaran hari ini, saya mampu menjelaskannya, walaupun nggak sempurna.

Jadi, rasanya penting sekali para orang tua menanyakan hal tersebut kepada anak. Dengan demikian, si anak akan terus termotivasi untuk belajar. Kalau perlu, orang tua beri hadiah, jadi si anak semakin terpacu, minimal pujian.

Memang kelihatan sederhana, tapi dampaknya sangat besar. Mungkin bagi orang dewasa hal tersebut sepele. Tapi bagi anak tidak demikian. Ada sebuah rasa yang menguap-nguap ketika ditanyakan mengenai seputar sekolah. Jadinya semangat tuh untuk sekolah dan mencatat setiap pelajaran.

Beri Pemahaman Pentingnya Belajar untuk Masa Depan

Nah, sebisa mungkin orang tua pandai nih menyelipkan sebuah makna mengenai pentingnya belajar bagi masa depan anak. Bisa jadi dengan mencontoh. “Kamu mau jadi apa terserah, asal rajin belajar maka akan tercapai. Kalimat tersebut memang kelihatan sederhana, tapi entah kenapa ketika orang tua saya mengatakan hal demikian dulu, saya terpancing belajar keras.

Tentunya setiap orang tua mempunyai gaya yang berbeda memberikan nasihat kepada anak. Mungkin ada yang lembut dan ada juga yang keras. Ada yang memberikan contoh langsung, atau tidak langsung.

Sering-seringlah memberikan pemahaman mengenai pentingnya belajar bagi anak. Bisa jadi si anak akan menerima begitu saja lalu terpacu untuk terus belajar. Tapi ada juga yang sekali diberi nasihat tidak memberikan efek apapun. Perlu berjuta-juta kali nasihat yang harus diberikan.

Intinya, orang tua jangan malas memberikan pemahaman pentingnya belajar bagi anak. Anak itu jangan dilepas. Dikarenakan orang tua sibuk bekerja, sehingga anak tidak diperhatikan. Anak itu butuh perhatian walaupun kadarnya sedikit.