Ternyata Coklat Mampu Meningkatkan Konsentrasi

Siapa di sini yang suka coklat? Akuuu. Siapa yang sih yang tidak suka coklat. Rasanya manis banget, mampu meningkatkan mood kita. Walaupun sebenarnya, rasa coklat asli tidak semanis yang kita rasa selama ini sih.

Tapi biarlah demikian. Coklat itu manis dan mampu meningkatkan mood. Selain itu, coklat juga kadang dilambangkan dengan keromantisan. Ayo … siapa yang suka ngasih coklat kepada pasangannya, ayo ngaku ….

Sebagai pengetahuan umum saja ya. Coklat mengandung zat yang sangat berguna. Berdasarkan puluhan penelitian terbaru, coklat ternyata mengandung Flavonoid. Apaan tuh flavonoid? Pokoknya senyawa kimia yang berguna banget deh. Untuk lebih lanjut, silahkan cari ilmu pengetahuan mengenai flavonoid ya.

Salah satu kegunaan flavonoid ini untuk meningkatkan konsentrasi. Loh? Singkatnya, flavonoid yang terkandung di dalam coklat mampu meningkatkan konsentrasi. Beberapa data penelitian mengungkapkan demikian. Selain untuk meningkatkan konsentrasi, juga mampu menyehatkan kesehatan otak. Flavonoid tersebut ternyata sangat baik untuk otak (Nehlig, A, 2013).

Namun, pada studi Nehlig, A, ada batasan konsumsi coklat. Jangan mengira kalau coklat mampu meningkatkan konsentrasi, seenaknya saja makan coklat banyak-banyak. Kalau ini mah bukan meningkatkan konsentrasi lagi, tapi buat buntu konsentrasi.

Singkatnya, batasannya adalah konsumsi satu buah coklat dalam seminggu, itu sudah cukup. Takarannya sih ada, tapi biar simple, coklat pasaran yang dikonsumsi itu loh, yang beratnya tidak sampai 100 gram, beli di warung juga ada. Dan itu dikonsumsi satu kali seminggu.

Hoho, ternyata berat juga ya. Konsumsi coklat satu kali seminggu doang. Kurang sih, iya kurang banget deh.

Kenapa harus demikian? Karena coklat juga mengandung lemak. Lemak tersebut juga kadang membuat tubuh menjadi gemuk. Selain itu, lemak juga mampu menyempitkan pembuluh darah.

Jadi, konsumsi banyak coklat juga mampu membuat tubuh sakit?

Iya … semua makanan kalau dikonsumsi secara berlebihan tentu akan mendatangkan penyakit. Bukan hanya coklat saja. Bahkan, yang katanya buah itu mengandung vitamin yang berguna bagi tubuh. Kalau dikonsumsi secara berlebihan juga mampu mendatangkan berbagai penyakit.

Coklat memang mampu mendatangkan berbagai dampak positif. Namun, sebaiknya jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan sehat. Hal ini untuk meningkatkan kesehatan yang lebih baik.

Tubuh tidak hanya membutuhkan flavonoid saja. Tapi membutuhkan berbagai mineral, vitamin, dan zat lainnya. Untuk otak saja, bukan saja flavonoid yang dibutuhkan, butuh juga air, oksigen, bahkan belerang juga dibutuhkan.

Coklat mampu membuat konsentrasi otak meningkat. Namun hal tersebut jika dibarengi dengan makanan sehat (Konar, N, dkk, 2016).

Sebagai penutup, coklat memang baik, tapi jangan konsumsi coklat berlebihan dan jangan lupa konsumsi makanan sehat. Jika makan coklat tanpa konsumsi makanan sehat, sama saja tidak memberikan efek positif, justru sebaliknya.

Referensi:

  • Konar, N, dkk, 2016, “Improving functionality of chocolate: A review on probiotic, prebiotic, and/or synbiotic characteristics.” Trends in Food Science & Technology (49): 35-44.
  • Nehlig, A, 2013, “The neuroprotective effects of cocoa flavanol and its influence on cognitive performance.” British Journal of Clinical Pharmacology 3(75): 716–727.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here