Kimia Pengertian Teori Atom Menurut Para Ahli

Pengertian Teori Atom Menurut Para Ahli

Tahukah Anda bahwa ada beberapa teori atom yang dipelajari. Atom ini bukan sekadar benda terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi. Tapi lebih dari itu. Setidaknya atom terdiri dari inti atom, proton, dan elektron yang mengelilingi inti atom.

Memang, awalnya atom dikira hanyalah sebatas benda yang tidak dapat dibagi-bagi. Tapi karena adanya penemuan baru, maka mulai diketahui sedikit misteri mengenai atom.

Pengertian Teori Atom

Nah berikut mengenai teori atom:

Teori Atom Dalton

Teori Atom Dalton
Di tahun 1803 John Dalton mengemukakan teorinya tentang atom sebagai berikut:

  • Atom sebagai bagian terkecil dari suatu unsur.
  • Atom berbentuk bola sederhana sangat kecil, tidak dapat dibelah, diciptakan, dan dimusnahkan.
  • Unsur yang sama mengandung atom yang sama pula.
  • Unsur yang berbeda mengandung atom yang berbeda.
  • Atom yang bergabung membentuk senyawa.

Teori Atom Thomson

Teori Atom Thomson
Pada tahun 1897 J. J. Thomson menemukan elektron partikel (partikel yang bermuatan negatif) dalam atom. Dengan demikian, J. J. Thomson mengemukakan model atom yang dikenal sebagai roti kismis.

  • Suatu atom berbentuk bola yang bermuatan positif dan elektron (bermuatan negatif) tersebar dalam bola tersebut.

Teori Atom Rutherford

Teori Atom Rutherford
Pada tahun 1906 Ernest Rutherford menemukan adanya inti atom yang bermuatan positif. Inti atom bermuatan positif karena partikel bermuatan positif disebut proton. Dari penemuan ini, Rutherford mengemukakan teori atom:

  • Atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti atom.
  • Atom bersifat netral maka jumlah proton dan inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti atom.

Teori Atom Bohr

Teori Atom Bohr
Kelanjutan dari teori atom Rutherford disempurnakan oleh Niels Bohr dengan teorinya:

  • Elektron dapat berpindah dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi dengan cara menyerap energi disebut eksitasi.
  • Elektron dapat berpindah dari energi tingkat tinggi ke energi tingkat rendah dengan cara pemancaran energi disebut deeksitasi.

Kesimpulan

Partikel dalam atom:

  • Proton (ditemukan oleh Goldstein).
  • Neutron (ditemukan oleh Chadwick).
  • Elektron (ditemukan oleh Thomson).

Jadi seperti ini ceritanya. Awalnya atom itu hanya diketahui bentuk terkecil. Makanya pada tahun 1803 John Dalton mengemukakan bahwa atom itu adalah unit terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi.

Lalu, seiring berjalannya waktu, ditemukanlah elektron oleh J. J. Thomson. Maka pada tahun 1897 J. J. Thomson bahwa atom itu terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh elektron. Tapi J. J. Thomson tidak tahu bagaimana lintasan elektron ini. Makanya disebut dengan roti kismis.

Lalu ditemukanlah penemuan proton oleh Goldstein dan Neutron oleh Chadwick. Maka pada tahun 1906 oleh Ernest Rutherford mengemukakan teori atom bahwa atom itu terdiri dari inti atom yakni proton dan neutron dikelilingi oleh elektron dengan lintasannya.

Ternyata, lintasan elekron tersebut dapat berpindah dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi dengan cara menyerap energi disebut eksitasi dan dari energi tingkat tinggi ke energi tingkat rendah dengan cara pemancaran energi disebut deeksitasi. Disempurnakan oleh Niels Bohr bahwa atom itu terdiri dari inti atom (proton dan neutron) dikelilingi oleh elektron menurut lintasannya. Namun, lintasan elektron tersebut dapat berpindah-pindah dari tingkat energi rendah ke tingkatan energi tinggi maupun sebaliknya.