Sudah Belajar Keras tapi Hasilnya Gagal

Dalam perkataan sehari-hari, kita selalu dikasih tahu bahwa belajar membawa kesuksesan. Pokoknya orang yang rajin belajar maka dia akan sukses. Iya sih, kalau diperhatikan, orang yang mendapat juara di sekokah rata-rata belajar keras. Baik itu juara secara akademik, seni, maupun olahraga.

Tidak pernah tuh dikatakan kalau banyak belajar membawa kegagalan. Entah itu tidak ada yang mempercayainya atau menolak fakta tersebut, pokoknya tidak pernah didengar. Namun kenyataan tidaklah seindah apa yang dikatakan. Kenyataan tidaklah seindah sebuah cerita fiksi yang berakhir kebanyakan sebagai happy ending.

Kadang ada juga kegagalan yang dijumpai.  Walaupun sudah belajar keras, tapi tetap saja gagal dalam ujian. Walaupun sudah mempersiapkan segalanya, bahkan sudah menghafal materi 100%, tetap aja mengalami kegagalan saat ujian.

Jika terjadi kegagalan apa yang akan dilakukan? Marah, sedih, kecewa? Tentu saja. Siapa sih yang tidak sedih kalau usaha keras yang dilakukan selama ini ternyata sia-sia. Bahkan ada nih yang putus asa berakhir dengan depresi.

Pahami Hidup Tidaklah Indah

Inilah yang pertama harus dipahami. Bukan saja setelah mengalami kegagalan, sebelum mengalami kegagalan juga harus memahami demikian. Hidup memang tidaklah indah. Dari awal kehidupan saja, sudah terlihat kalau hidup tidaklah indah. Bayangkan saja, jutaan sperma yang berlomba untuk mencapai sel telur, hanya satu sperma yang menjadi pemenang. Berarti banyak sekali terjadi persaingan.

Walaupun dalam teori belajar keras akan mencapai kesuksesan, pahamilah hidup tidaklah indah. Ada saat dimana seseorang, walaupun belajar keras tapi hasilnya sangat mengecewakan. Memang hal tersebut jarang terjadi. Di antara 10 orang, mungkin 1 orang yang mengalaminya. Mungkin, bisa jadi kita yang 1 orang demikian.

Jika hidup tidaklah indah, maka tidak selamanya terjadi kesuksesan. Itulah yang harus dipahami dalam diri kita.

Marah, Kecewa, Sedih itu Biasa

Marah, kecewa, sedih itu adalah hal biasa. Siapa sih yang tidak sedih ketika usaha keras berakhir sia-sia. Beberapa bulan ini telah mempersiapkan ujian, belajar malam dilakukan, bahkan sampai kurang tidur. Jam main dikorbankan, belum lagi jam makan, tapi hasilnya sungguh mengecewakan. Keinginan akan mendapatkan hasil yang terbaik, malah berakhir dengan sia-sia.

Boleh marah, kecewa, sedih tapi jangan berlebihan. Tidak apa-apa seharu atau dua hari mengurung diri di dalam kamar, asal jangan sampai setahun. Tidak apa-apa kalau nantinya ada perasaan menyerah, perasaan sia-sia untuk mencapai sesuatu, tapi jangan selamanya memupuk perasaan itu. Tidak apa-apa menangis, tapi jangan sampai menangis berhari-hari.

Tidak apa-apa marah, kecewa, sedih. Itu wajar. Biarkan perasaan itu mengalir deras hingga hilang tanpa bekas. Ketika perasaan marah, kecewa, sedih itu mereda, barulah mengerti akan arti sebuah kegagalan.

Kegagalan Bukanlah 100% Kegagalan

Sebenarnya ketika belajar keras tapi hasilnya berakhir kegagalan, bukanlah 100% kegagalan. Ada pembelajaran yang diambil nantinya. Pembelajaran itu amat sangat berharga untuk masa depan nantinya.

Hanya saja, pembelajaran itu bukan dengan cepat didapat. Hati perlu tenang terlebih dahulu. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pembelajaran itu bukanlah waktu yang cepat. Bahkan ada yang bertahun-tahun terlebih dahulu barulah menyadari betapa beruntungnya kegagalan tersebut.

Tenangkan diri dan mulailah hidup baru. Usaha baru lagi, jangan pernah menyerah. Pelajaran setelah mendapatkan kegagalan itu sangat berharga. Lebih berharga dibandingkan emas. Jangan pernah menyerah. Bukankah sebenarnya, orang sukses di satu bidang adalah mereka yang sudah beberapa kali mengalami kegagalan tapi tidak menyerah. Kalau gagal dalam ujian, jangan patah semangat. Tetap belajar keras hingga akhirnya hasilnya sangat memuaskan kita.