Skill yang Diperlukan Tapi Tidak Mudah Dipelajari

Skill sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Tanpa skill rasanya sulit sekali untuk maju, menempuh masa depan yang cerah. Kalau diperhatikan nih, mereka-mereka yang memiliki skill yang mantap rata-rata sukses deh.

Memang, skill tersebut dipelajari. Tapi ada beberapa skill yang sangat diperlukan namun sangat sulit untuk dipelajari. Kenapa sangat sulit? Karena skill tersebut tidak ada di pelatihan bangku sekolah atau pelatihan eksternal.

Jadi, apa saja skill tersebut? Skill ini membutuhkan kemampuan bersosialisasi tingkat tinggi loh.

1. Skill Empati

Empati adalah skill untuk merasakan orang-orang sekitar. Kalau ada teman yang tidak akrab dengan kita, merasakan sedih, maka kita akan merasakan kesedihan dia. Kalau dia merasakan senang, maka kita pun akan merasakan kesenangan.

Sayangnya karena persaingan yang semakin ketat, membuat skill empati ini semakin tumpul. Kita terbiasa untuk meninggalkan lawan dengan mudahnya.

Kenapa skill ini perlu banget? Bayangkan deh kalau kita sebagai atasan. Terus kita akan melakukan perintah kepada bawahan. Misalkan ini kita tidak memiliki skill empati yang mumpuni. Si bawahan lagi stress tingkat tinggi, karena pagi harinya baru berkelahi dengan istrinya. Terus kita dengan egoisnya memberikan tugas yang mampu membuat pikiran dia lebih stress. Hasilnya? Tidak akan bagus dong.

Tapi bagaimana kalau kita memiliki skill empati yang bagus. Pas bawahan kelihatan stress banget, kita sebagai atasan memberikan pengertian, memberikan pengarahan, mendengarkan curhatannya, sehingga si beban si bawahan terbuang. Lalu diberikan tugas, bakal mantap itu tugas yang dikerjakannya.

2. Skill Mengatur Jadwal Tidur

Ayo siapa yang tidak bisa mengatur jadwal tidur? Ingin tidur jam 9 malam, eh bisa tertidur jam 1 pagi. Ingin tidur jam 1 pagi mau begadang ini ceritanya, eh tertidur jam 9 malam.

Mengatur jadwal tidur ini penting banget loh. Dunia kerja itu butuh yang namanya tenaga besar. Cara mendapatkan tenaga itu adalah tidur. Nah, kalau kurang tidur, tentu tidak akan maksimal.

Nah, untuk mendapat waktu tidur yang cukup itu, maka perlu mengatur jadwal. Jam 9 malam sudah tidur, lalu bangun jam 5 pagi. Artinya disiplin mengatur jadwal tidur.

3. Skill Manajemen Waktu

Kelihatannya sepele sih manajemen waktu itu, tapi memang sangat besar pengaruhnya. Kalau kita tidak bisa manajemen waktu, maka semua yang direncanakan akan terbuang percuma.

Misal jam 1 siang bertemu klien, jam 2 siang rapat penting, jam 3 siang bertemu klien lagi, jam 4 sore cek keadaan kantor. Ayo, kalau kita bisa menggunakan skill manajemen waktu, bakal aman itu, tidak akan terbebani.

Tapi bagaimana kalau skill manajemen waktu buruk banget? Yang ada tidak akan terselesaikan semua. Misalkan bertemu klien harusnya 1 jam, eh yang ada malah molor menjadi 2 jam akibat kebanyakan ngobrol. Akhirnya, tidak ikut rapat deh. Bertemu klien yang satunya lagi pakai acara karet. Berantakan deh segalanya.

4. Skill Meminta Saran/Nasihat

Maksudnya ini, ketika kita minta nasihat/saran kepada seseorang, seseorang itu merasa dihargai, ada perasaan bangga dalam dirinya tanpa ada rasa terbebani. Ini yang ada, ketika kita meminta saran kepada seseorang, yang ada seseorang itu malah terbebani.

Nah bagaimana cara kita berkomunikasi. Secara kadang kita memang butuh saran atau nasihat. Mungkin ada sesuatu yang membuat kita bingung, kita butuh saran seseorang. Oh ya, skill meminta tolong tanpa memberatkan orang lain juga perlu banget tuh.

Skill tersebut memang bukan tidak dipelajari. Skill tersebut berbarengan dengan kemampuan komunikasi kita. Kalau skill komunikasi kita baik, maka skill tersebut akan mudah dipelajari.

Kognitif sih perlu, tapi jangan lupa skill sosialisasi. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here