6 Skill Pendukung Untuk Peningkatan Karir Anda

Memang harus diakui, dunia kerja bukan saja semata uang. Namun juga persaingan menduduki puncak karir tertinggi. Iya sih, kalau karir naik maka uang pun semakin banyak. Tentunya semakin sibuk juga sih. πŸ™

Setiap orang suka berkompetisi. Setiap orang suka dengan karir tinggi. Bahkan ada yang sampai meninggalkan keluarganya demi karir yang cemerlang. Kalau ini jangan sampai dilakukan. Sebaiknya pilihlah karir yang tidak harus meninggalkan keluarga.

Jadi, untuk terus meningkatkan karir, ada skill pendukungnya nih. Jangan hanya skill utama saja yang diperbaharui. Misalnya terus saja belajar Kimia, supaya menjadi ahli kimia. Kebetulan karir dia di bidang riset. Tapi ada juga skill pendukung yang perlu loh. Walaupun mungkin dia jago skill utama, tapi tidak ahli dalam skill pendukung, sulit juga tuh naik karir.

1. Skill Berkomunikasi

Skill ini meliputi berbicara, mendengarkan, membangun hubungan, hingga menulis. Setiap pekerjaan apapun itu, perlu yang namanya komunikasi. Sedangkan membangun keluarga saja perlu komunikasi.

Nah, untuk menghubungi klien, berbicara sesama rekan kerja, bahkan berbicara kepada bos perlu namanya skill komunikasi. Bagaimana caranya membangun komunikasi dua arah. Sama-sama memahami satu sama lain, hal ini sangat diperlukan.

Jangan jadi pekerja egois, yang malas banget membangun skill ini. Kalau orang egois tentu tidak pernah dilihat orang lain. Oh ya, perbaharui juga skill menulis. Karena ada kalanya, kita meluangkan pikiran kita lewat tulisan.

2. Skill dalam Berinteraksi

Ada orang yang gampang banget berinteraksi dengan orang lain. Dan ada juga orang yang sulit banget berinteraksi. Kalau Anda tipe orang yang gampang berinteraksi, tingkatkan lagi skill tersebut hingga menjadi master. πŸ˜€

Tapi, bagi Anda yang sulit banget berinteraksi, sebaiknya latihlah diri Anda. Lewati batasan diri Anda hingga menjadi orang yang suka berinteraksi. Tentunya dengan skill komunikasi yang mumpuni.

Kalau takut mulai berhubungan, sebaiknya hindari hal tersebut. Ketika akan berbicara dengan orang baru, rasanya itu takut banget. Takut kalau si dia marah. Padahal, ketika telah memulai interaksi, si dia ternyata ramah banget.

3. Skill Belajar Apapun

Belajar tidak boleh berhenti. Jangan karena sudah lulus kuliah jadi malas belajar. Atau karena tidak dengan ilmu yang dipahami, jadi malas untuk belajar. Belajarlah apapun itu. Entah itu belajar mengenai marketing, IT, hingga peralatan perusahaan juga harus dipelajari.

Jadilah orang yang luas ilmunya, jangan sempit. Kalau orang yang luas ilmunya, tentu akan menjadi pribadi yang terbuka. Kalau sudah menjadi pribadi yang terbuka, skill komunikasi semakin terasah begitu juga dengan skill berinteraksi.

4. Skill Management terutama Diri Sendiri

Terbiasa dengan diri yang sibuk berarti harus mempunyai skill management yang baik. Jadi, bisa diatur kesibukan kita. Setiap kegiatan kita sehari-hari itu begitu berharga. Tidak bisa dilewatkan satu hari pun tanpa melakukan yang sia-sia.

Kalau tidak bisa melakukan management diri sendiri, ketika karir berada di puncak nantinya akan kewalahan dengan kesibukan kantor. Apalagi tidak bisa membagi waktu keluarga dengan pekerjaan.

5. Skill Memecahkan Masalah

Memangnya dalam pekerjaan akan lancar-lancar saja setiap harinya? Tentu saja tidak bukan. Pasti ada hari-hari tertentu tiba-tiba saja ada masalah. Bagi orang kebanyakan, ketika masalah datang, maka dianya mulai panik. Bahkan hanya diam saja tanpa tahu melakukan apa-apa.

Inilah diperlukan skill dalam memecahkan masalah. Kalau ada masalah, mulailah dipikirkan bagaimana solusi untuk memecahkannya. Ketika solusi sudah ditemukan, maka tentu akan mempermudah segalanya.

Apalagi kalau ada masalah yang tidak direncanakan. Misalnya ketika akan mengirim email ke client tiba-tiba internet padam. Biasanya sih orang awam bakal marah-marah atau diam saja. Kalau orang yang sudah memiliki skill memecahkan masalah, akan mencari cara lain supaya dapat internet. Misalnya menggunakan paket data sendiri atau pergi ke cafe menyediakan wifi gratis.

6. Skill Digital Marketing

Zaman sekarang eranya zaman digital. Jadi segala yang serba digital, dalam marketing juga lambat laun terjadi pergeseran. Yang semula memfokuskan pada iklan offline kini berganti pada iklan online.

Tentu saja skill digital marketing ini diperlukan. Kalau hanya upload-upload sih gampang. Tapi bagaimana iklan yang ada dalam internet, memiliki minat penjualan yang sangat banyak terhadap calon konsumen.

Jadi, jangan malas mempelajari dunia digital. Apalagi sekarang kita ini tidak lepas dengan namanya digital. Kalau lagi bosan, pasti tuh perginya menjelajahi dunia internet. Entah itu membuka media sosial, browsing, ataupun main game online.

Nah, itulah skill pendukung untuk karir Anda. Memang sih, sulit banget mempelajari skill tersebut. Dan juga, skill tersebut lebih banyak praktek daripada teori. Jangan berlama-lama mempelajari teori, nggak bakal nyambung dalam praktiknya.

Misalnya jangan hanya membeli buku, β€œCara Membangun Komunikasi.” Kalau hanya baca saja sih tidak ada gunanya. Praktik juga dong, baru mantap. πŸ˜‰

Marilah kita berlomba-lomba menjadi pribadi yang lebih baik. πŸ˜€

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here