Saya Memperhatikan Si Mobil Cepat

Saya berjalan-jalan pelan menikmati perjalanan. Dengan menggunakan sepeda motor, saya berjalan tanpa arah. Dimana angin berhembus, kesanalah saya beranjak. Tentu saja dengan mematuhi peraturan yang ada ya.

Saya berjalan hingga tiba di jalanan kosong. Mungkin karena hari minggu, jalanan di ibukota menjadi lenggang. Dimana kebanyakan masyarakat ibukota lebih mengutamakan waktunya untuk berlibur. Baik bersama keluarga maupun sendiri, atau mungkin bersama temannya juga.

Kalau hari biasa, selain weekend, rasanya jalanan itu padat banget. Sesak banget dengan kendaraan. Padahal jalanan di ibukota begitu luas tapi tidak mampu menampung seluruh mobil yang ada.

Nah karena jalana sepi, saya memacu gas sepeda motor ketahap maksimal. Saya menikmati perjalanan sekarang dengan penuh kecepatan. Namun, jika dibandingkan sepeda motor dengan mobil, tentu mobil lebih cepat.

Beberapa kali mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Seolah itu adalah kecepatan cahaya. Mobil tersebut seperti sedang berbalap di sirkuit.

Namun, ketika di ujung jalan, tiba-tiba ada macet. Entah kenapa ada macet. Yang pasti, ada truk besar di depan yang tiba-tiba mogok, sehingga hampir menghalangi separuh jalan.

Setiba saya memikirkan sesuatu. Apakah pernah dalam hidup ini rasanya berjalan dengan sangat cepat. Seolah-olah sangat mulus banget kehidupan. Apa yang diinginkan menjadi kenyataan. Tidak ada kesusahan yang berarti.

Hidup rasanya mudah banget. Bahkan mengeluh pun jarang terjadi. Yang ada senyum-senyum, hidup begitu mudah. Seolah kemudahan hidup ini didapat dari kerja keras atau bukan kerja keras.

Namun, setelah dipikir-pikir kembali. Apakah selamanya hidup ini tanpa tantangan? Seperti jalanan yang masih kosong itu, ternyata di ujung jalan ada penghalang (truk berhenti) yang membuat kecepatan mobil berkurang drastis.

Setiap jalan mulus pasti ada penghalang di ujung. Begitu juga hidup. Saya berpikir, dulu kehidupan saya begitu mudah. Ketika di masa-masa SMA itu sangat mudah, apa yang saya inginkan didapat dengan mudah.

Namun, ketika kehidupan mulai beranjak di bangku kuliah, rasanya kehidupan ini mulai terasa tantangan. Tidak lagi semulus yang dirasa SMA. Berbagai tantangan mulai bermunculan yang memaksa saya untuk keluar dari zona nyaman.

Hahaha iya juga ya. Hidup ini tidak selamanya mulus. Pasti ada di suatu masa, kehidupan akan dimulai dengan tantangan. Tantangan yang memaksa kita untuk berjalan pelan, berhenti sejenak, dan memaksa kita untuk berpikir keras.

Ketika mobil yang melaju cepat itu akan melewati truk yang mogok. Kecepatan mobil itu berhenti dan pelan-pelan melewati truk tersebut. Karena kesalahan sedikit saja, akan berakibat fatal akan mobil yang ditumpangi.

Hehe, saya juga pelan sekali, melihat ke kiri dan ke kanan. Berjalan di tengah truk dan mobil. Saya juga takut kalau kesalahan sedikit saja, membuat saya terkena dampak fatal.

Haha, yang saya dapatkan hari ini. Perjalanan itu tidak selamanya mulus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here