Reaksi Redoks dan Bilangan Oksidasi (Biloks)

Reaksi redoks yakni reaksi yang mengandung oksidasi dan reduksi. Sehingga nantinya akan terjadi perubahan bilangan oksidasi. Apa itu pengertian oksidasi dan reduksi?

  • Oksidasi merupakan pelepasan elektron oleh molekul, atom, maupun ion.
  • Reduksi merupakan penambahan elektron oleh molekul, atom, maupun ion.

Walau bisa dikatakan cukup tepat digunakan pada berbagai tujuan, penjelasan mengenai oksidasi dan reduksi di atas tidak persis benar. Oksidasi dan reduksi secara tepat merujuk kepada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron tersebut mungkin saja tidak terjadi. Sehingga oksidasi didefinisikan pula sebagai peningkatan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi didefinisikan penurunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer elektron mampu mengubah bilangan oksidasi, namun banyak juga reaksi dikatakan sebagai reaksi redoks walaupun tidak ada transfer elektron di dalamnya (misalnya melibatkan ikatan kovalen).

Konsep Dasar Reaksi Redoks

Jadi secara singkat, konsep dasar dari reaksi redoks yakni:

Oksidasi Reduksi
  • Penambahan atom oksigen.
  • Pengurangan atom hidrogen.
  • Pelepasan elektron.
  • Naiknya bilangan oksidasi.
  • Pengurangan atom oksigen.
  • Penambahan atom hidrogen.
  • Penangkapan elektron.
  • Turunnya bilangan oksidasi.

Selain itu, ada juga istilah:

  • Reduktor (pereduksi): zat yang mengalami bilangan oksidasi (bilangan oksidasi bertambah).
  • Oksidator (pengoksidasi): zat yang mengalami reduksi (bilangan oksidasi turun).

Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi merupakan muatan suatu atom yang sekiranya elektron atom diberikan kepada atom lain yang keelektronegatifannya lebih besar.

Jika ada dua atom berikatan, maka atom yang keelektronegatifannya lebih kecil memiliki bilangan oksidasi positif, sedangkan atom yang keelektronegatifannya lebih besar memiliki bilangan oksidasi negatif.

Peringkat keelektronegatifan:
Logam < H < P < C < S < I < Br < Cl < N < O < F

Patokan dasar bilangan oksidasi:

  1. Dalam unsur, atom memiliki bilangan oksidasi nol.
  2. Atom Hdalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1.
  3. Atom O dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +2.
  4. Atom logam dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi positif.
  5. Jumlah bilangan oksidasi seluruh atom dalam senyawa = nol.
  6. Jumlah bilangan oksidasi seluruh atom dalam ion muatan ion.
  7. Beberapa biloks atom yang perlu diketahui seperti Golongan IA: +1Golongan IIA: +2Al: +3.

Pengecualian:

  1. Dalam F2Obilangan oksidasi atom O = +2.
  2. Dalam peroksida (H2O, Na2O2, BaO2, dll), bilangan oksidasi atom O-1.
  3. Dalam hidrida logam (NaH, BaH, AlH3, dll), bilangan oksidasi atom H-1.

Contoh:

  1. Tentukan bilangan oksidasi atom S pada senyawa H2S
    H2S = 0
    2 (biloks H) + biloks S = 0
    2 (+1) + biloks S = 0
    +2 + biloks S = 0
    biloks S = 0 – 2
    biloks S = -2
  2. Tentukan bilangan oksidasi nitrogen pada senyawa NO2
    NO2= -1
    biloks N + 2 (biloks O) = -1
    biloks N + 2 (-2) = -1
    biloks N + (-4) = -1
    biloks N = -1 + 4
    biloks N = -3
  3. Tentukan bilangan oksidasi Mn pada senyawa KMnO4
    KMnO4= 0
    biloks K-golongan IA + biloks Mn + 4 (biloks O) = 0
    +1 + biloks Mn + 4 (-2) = 0
    +1 + biloks Mn + (-8) = 0
    biloks Mn +1 + (-8) = 0
    biloks Mn – 7 = 0
    biloks Mn = +7
  4. Tentukan bilangan oksidasi Cu pada senyawa Cu(OH)42-
    Cu(OH)42-= -2
    biloks Cu + 4 (biloks O) + 4 (biloks H) = -2
    biloks Cu + 4 (-2) + 4 (+1) = -2
    biloks Cu + (-8) + 4 = -2
    biloks Cu – 4 = -2
    biloks Cu = -2 + 4
    biloks Cu = +2