Pilih Tidur Berkualitas atau Tidur Berkuantitas

Saat mata sudah tidak sanggup lagi menyala, ingin rasanya merebahkan diri di tempat tidur. Mematikan lampu agar pencahayaan kurang. Menikmati setiap detik. Betapa lelahnya tubuh ini, setelah seharian bekerja tanpa henti, rasanya berbaring ini adalah kenikmatan yang tiada tara.

Mata pun terpejam dan pikiranpun perlahan mulai kosong. Tidak ada lagi yang dipikirkan. Jantung juga mulai memperlambat detakannya. Organ tubuh yang lain juga sesaat berhenti bekerja. Mereka juga beristirahat.

Namun yang menjadi masalah. Ketika kita bangun. Kadang kita merasa kesegaran, seolah tubuh ini telah melakukan istirahat dengan baik. Namun, kadang kita juga merasa lelah. Aneh memang, bukankah tidur untuk istirahat. Secara teori harusnya tubuh segar. Namun, kenyataan tidak demikian.

Kadang kita ingin tidur cukup, setidaknya 8 jam. Namun, ketika kita telah melaksanakan ritual tidur 8 jam, yang ada tubuh merasa kelelahan.

Dan karena fenomena ini, beberapa orang menyebutkan tidur terbagi 2. Yakni tidur berkualitas dan tidur berkuantitas.

Tidur berkualitas adalah tidur dengan mendapatkan kesegaran ketika bangun. Sedangkan tidur berkuantitas adalah tidur yang merasa lelah ketika bangun. Efeknya? Tentu saja antara kedua tidur ini mempunyai efek yang beragam, baik itu positif dan negatif.

Mari kita bahas satu per satu.

Kita tidur pada malam hari, hanya beberapa jam saja, setidaknya 6 jam. Pagi hari begitu segar. Satu harian terasa segar rasanya tanpa ada serangan kantuk. Fokus pikiran juga benar-benar fokus. Hari yang dilalui lancar jaya berkat pikiran yang segar.

Artinya tidur yang kita rasakan pada malam hari itu adalah tidur berkualitas. Tidur yang mampu membuat seluruh organ tubuh terasa segar.

Tapi ….

Kalau kita tidur malam hari, 8 jam lagi. Terus dilanjut di pagi hari 3 jam. Total tidur sebanyak 11 jam. Hmm … 11 jam tidur itu apa yang terjadi ya? Tiba-tiba badan menjadi lemas. Ketika pergi bekerja atau belajar, bawaannya pingin tidur mulu. Dan juga, karena ingin tidur, sehingga fokus menjadi kurang. Akhirnya, hari benar-benar dikatakan hari sial, karena persiapan tubuh tidak maksimal.

Tidur itu bukan berdasarkan jumlah jam yang banyak. Banyak orang yang mampu tidur 15 jam lebih sehari tapi entah kenapa tubuh mereka tidak segar. Justru terkesan lemas. Untuk bergerak saja susah. Akhirnya, didapat bahwa orang tersebut menumbuhkan sifat malas.

Banyak orang loh yang tidur 6 jam itu sebagai tidur maksimal saja. Bahkan tidak sedikit yang kurang dari 6 jam. Namun tubuh mereka segar banget. Pikiran mereka juga cerdas, begitu juga dengan daya fokus. Satu harian mereka lalui dengan kesegaran tanpa ada kantuk yang menyerang.

Sekilas, kita sebaiknya memilih tidur berkualitas atau berkuantitas? Berdasarkan dampak yang terjadi pada tubuh, kita setuju sebaiknya tidur berkualitas. Namun, apakah mudah untuk mendapatkan tidur berkualitas?

Tantangan pertama didapat betapa besarnya godaan untuk melanjutkan tidur. Seolah tidur itu adalah kenikmatan dunia. Walaupun rasanya mata ini sudah segar, namun keinginan untuk tidur kembali selalu ada. Sehingga yang terjadi, tidur dilanjut lagi deh.

Tantangan kedua didapat betapa banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan. Sehingga memaksa kita untuk mengurangi jam tidur. Namun, ketika mendapatkan jam tidur lebih, kita menghabiskan satu harian hanya untuk tidur. Katanya sih balas dendam karena beberapa hari kurang tidur. Namun yang dirasakan ketika bangun adalah tubuh lemas, rasanya hari ini lebih lelah dibandingkan hari lain, padahal tidak ada yang dikerjakan.

Berapa lama sebaiknya tidur?

Ini sudah pengetahuan umum banget tapi sering kita lupakan. Sebaiknya tidur 6-8 jam satu hari dan itu sebaiknya dilakukan pada malam hari. Entah kenapa gitu, pada malam hari banyak memberikan dampak positif bagi tubuh ketika tidur.

Suasana tenang malam hari juga turut andil untuk mendapatkan tidur berkualitas.

So, enggak perlu tidur banyak-banyak. Tidur kebanyakan juga nggak memberikan pengaruh positif, yang ada negatif malah. Tidurlah kurang lebih 6-8 jam satu hari. Oh ya, jangan sampai kekurangan tidur ya. Walaupun banyak tugas, usahakan tidur 6-8 jam terpenuhi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here