Percobaan Mengenai Diet Keto pada Tikus

Akhir-akhir ini sedang berkembang dengan namanya diet Keto. Beberapa selebriti lokal maupun internasional telah merasakan manfaat dari diet Keto. Tapi …, yang namanya diet kalau dilakukan secara berlebihan pasti memberikan dampak negatif.

Apa itu diet Keto? Singkatnya diet Keto ini adalah sistem diet dengan mengurangi konsumsi karbohidrat. Untuk memberikan asupan energi pada tubuh, maka diganti dengan lemak. Tentu saja protein juga diperlukan untuk tubuh. Seperti yang sudah diketahui, karbohidrat adalah penyebab utama kenapa seseorang mengalami kegemukan. Atau bisa dibilang obesitas yang nantinya berdampak pada beberapa masalah kesehatan seperti hipertensi dan serangan jantung.

Nah, dengan diet Keto, cadangan karbohidrat di dalam tubuh akan berkurang. Selain itu, karena lemak yang dikonsumsi yang baru, maka lemak yang tertimbun lama di dalam tubuh akan terbakar secara otomatis. Bisa dibilang diet Keto ini memiliki dua keunggulan, yakni: pengurangan karbohidrat dan pembakaran lemak dalam tubuh. Dan ternyata cukup efektif. Beberapa orang yang telah melakukan diet Keto ini, memiliki kadar gula di dalam normal terlihat normal, padahal sebelumnya sangat banyak.

Untuk mengetahui dampak positif dan negatif lebih lanjut, peneliti melakukan eksperimen. Subjek yang dilakukan eksperimen tersebut adalah tikus. Ternyata, setelah 1 minggu melakukan diet Keto, sel imun gamma delta T-cell dan tissue-protective cell menyebar ke seluruh tubuh. Hal inilah yang menyebabkan karbohidrat dalam tubuh dikeluarkan dalam tubuh dan terjadi pembakaran lemak. Kadar gula dalam darah juga semakin berkurang hingga ke titik normal.

Namun yang menjadi masalah, setelah 1 bulan melakukan diet Keto, sel imun gamma delta T-cell dan tissue-protective cell tidak terlihat wujudnya, mungkin jumlahnya semakin berkurang. Akibatnya, karbohidrat tidak terbuang dan tidak terjadi pembakaran lemak. Tubuh pun menjadi tempat gumpulan karbohidrat dan lemak dalam jumlah besar. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Jadi, misalkan kalau berat tubuh seseorang 50 kg, setelah 1 bulan melakukan diet Keto maka berat tubuh seseorang membengkak 100-150 kg.

Maka, dalam jangka pendek, diet Keto ini cukup efektif. Namun untuk jangka panjang, ternyata diet Keto memberikan dampak negatif. Hal ini tentu dihindari. Maka, jika ingin melakukan diet Keto, sebaiknya dalam jangka pendek dan dibawah pengawasan para ahli.

Referensi:
mily L. Goldberg, Irina Shchukina, Jennifer L. Asher, Sviatoslav Sidorov, Maxim N. Artyomov, Vishwa Deep Dixit. 2020. Ketogenesis activates metabolically protective γδ T cells in visceral adipose tissue. Nature Metabolism. 2 (1): 50 DOI: 10.1038/s42255-019-0160-6