Perbedaan Skripsi Kuantitatif dan Skripsi Kualitatif

Nah kamu yang memulai terjun ke dunia skripsi, ada tuh namanya skripsi kuantitatif dan kualitatif. Jika sering membaca kamu akan pernah mendengar istilah skripsi tersebut. Kalau yang semasa kuliahnya santai mulu, jangan sampai kebingungan ya.

Secara garis besar dalam pengambilan metode penelitian, skripsi dibagi menjadi dua, yaitu skripsi kuantitatif dan skripsi kualitatif. Tentu saja keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Skripsi Kuantitatif

book icon

Skripsi kuantitatif berfokus pada pengolahan data yang berhasil dikumpulkan. Nah, nanti dilakukan tuh sebuah survei, kuesioner, tes, ataupun percobaan. Nah nanti akan ada data yang mendukung.

Data tersebut dapat diolah untuk diambil kesimpulan dalam skripsi. Tentu saja dengan mengolah data tersebut dibutuhkan pengetahuan statistik. Biasanya dibantu software pengolah statistik, seperti: SPSS, Excel, Spreadsheet, dll.

Nah dari pengolah statistik tersebut didapat kesimpulan. Kesimpulan tersebut dicantumkan pada BAB IV, pembahasan. Tentu saja dalam menulis pembahasan menggunakan kalimat yang baku dan jangan bertele-tele.

Skripsi Kualitatif

book icon

Skripsi kualitatif berfokus kepada wawancara maupun observasi yang sangat mendalam kepada subjek penelitiannya. Jadi hanya sebatas tanya jawab nih, hehe. Dan tentu saja tidak membutuhkan perhitungan matematika alias statistik.

Tapi, hal dikarenakan tidak memerlukan perhitungan matematika sehingga skripsi kualitatif membutuhkan waktu yang lama demi mendapatkan kesimpulan yang terbaik. Tidak hanya satu atau dua kali wawancara lalu didapat kesimpulan. Butuh beberapa kali wawancara.

Pengalaman, ada teman saya yang menggunakan skripsi kualitatif dan itu membutuhkan berbulan-bulan. Bahkan teman saya ini rela tidur di rumah si subjek penelitian demi mendapatkan hasil yang maksimal. Teman saya ini meneliti kenapa sih banyak siswa yang malas belajar dan itu dilakukan dengan wawancara.

Mana Lebih Baik?

question Icon

Baik skripsi kuantitatif maupun kualitatif mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Skripsi kuantitatif memang membutuhkan waktu yang lebih ringkas dibandingkan skripsi kualitatif. Namun harus diingat, skripsi kuantitatif membutuhkan perhitungan matematika yang tentu sebagian besar mahasiswa kesulitan untuk memahaminya.

Skripsi kualitatif memang tidak membutuhkan perhitungan matematika. Namun waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesimpulan sangat lama.

Kalau pada bagian dana sih tergantung. Tidak bisa dikatakan skripsi kuantitatif lebih membutuhkan banyak dana dibandingkan skripsi kualitatif, begitu juga sebaliknya.

“Eh skripsi butuh dana?”

Pastinya dong. Iya … walaupun ada juga sih dana penelitian skripsi dibantu oleh dosen pembimbing.

Kesimpulan

conclusion icon

Baik skripsi kuantitatif maupun kualitatif mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak bisa dikatakan skripsi kuantitatif lebih baik, begitu juga sebaliknya.

Apapun pilihan kamu, pastikan kamu mengerjakannya dengan maksimal. Jangan malas-malasan.

Karena kalau skripsi dikerjakan malas-malasan, nanti bakal ada penyesalan di dalam hatinya. Dan juga, kalau dikerjakan malas-malasan bakal banyak banget tuh revisi dari dosen pembimbing.

Kadangkala pada satu jurusan, mahasiswa mengerjakan skripsi kuantitatif lebih banyak dibandingkan skripsi kualitatif. Ada juga di jurusan tertentu skripsi kualitatif lebih banyak dibandingkan kuantitatif.

Saran saya sih, sebelum menentukan judul, survei dulu. Jurusan kamu kebanyakan mengerjakan skripsi kuantitatif atau kualitatif.

Kenapa? Agar lebih memudahkan saja sih. Misal, kalau jurusan kamu kebanyakan skripsi kuantitatif. Maka ketika kamu tidak mengerti tentang statistik, bisa dilihat di skripsi yang telah lalu, atau bertanya kepada teman, atau bertanya kepada senior yang sudah lulus.

Jika kamu kebetulan menggunakan skripsi kualitatif padahal kebanyakan di jurusan kamu menggunakan skripsi kuantitatif. Kamu akan kesulitan nantinya. Mau bertanya kepada siapa kalau tidak mengerti. Kepada teman, dia menggunakan kuantitatif. Kepada senior, menggunakan kuantitatif juga. Kepada dosen pembimbing, segan. Galau deh jadinya.

Jadi, lakukan survey dulu. Kecuali kalau dosen pembimbing yang menentukan judul skripsi. Kalau ini mah … kamu tidak bisa berbuat banyak.

Apapun jenis skripsi kamu, baik itu skripsi kuantitatif ataupun kualitatif, kerjakan dengan sungguh-sungguh.