Perbedaan Mengenai Virus HIV dan Penyakit AIDS

Terkadang ada beberapa orang salah mengartikan. Ada yang beranggapan HIV itu sama dengan AIDS, memang sih, beberapa dalam penulisan, HIV dan AIDS itu ditulis secara bersamaan, seperti HIV/AIDS. Namun sebenarnya ada perbedaan mendasar mengenai keduanya.

HIV (Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak kekebalan tubuh manusia (sistem imun). Sehingga membuat tubuh rentang terkena penyakit lainnya. Biasanya, orang yang terjangkit HIV mengalami flu kurang lebih selama 2 sampai 4 minggu.

Penularan HIV terjadi melalui pertukaran cairan tubuh, jarum suntik, seks tanpa pelindung dan pemberian ASI. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena HIV maka perlu dilakukan tes darah maupun air liur, atau dengan melalukan tes antigen protein yang diproduksi oleh HIV dan antibodi.

AIDS (Immunodeficiency Syndrome) adalah lanjutan dari HIV yang telah mencapai stadium 3. Namun, tidak semuanya HIV mampu mencapai stadium 3, hal ini dikarenakan perkembangan virus HIV dapat dikendalikan melalui obat-obatan. Penyakit AIDS telah menghancurkan sel CD4 dalam tubuh. Hal inilah dapat dilihat seseorang yang telah terkena AIDS atau tidak. Dengan memperhatikan jumlah sel CD4 dalam tubuh, jika jumlah sel CD4 menurun hingga 200 ke bawah, maka dipastikan telah terjangkit AIDS, hal ini dikarenakan jumlah sel CD4 pada manusia normal berkisar antara 500 sampai 1200.

Secara sederhana, HIV adalah virus sedangkan AIDS adalah penyakit diakibatkan HIV yang telah mencapai stadium 3. Bagi yang terjangkit virus HIV belum tentu akan terjangkit AIDS karena perkembangan virus HIV dapat dikendalikan melalui obat-obatan.