Penyimpangan Konfigurasi Elektron Sub Kulit Atom (Cr & Cu)

Pada konfigurasi elektron, khususnya pada orbital d dan f terdapat beberapa penyimpangan. Hal ini disebabkan pada saat eksperimen menunjukkan hasil yang berbeda dibandingkan dengan teoritis.

Penyimpangan Orbital subkulit d

Penyimpangan orbital subkulit d disebabkan orbital setengah penuh (d5) atau penuh (d10) lebih stabil dibandingkan orbital yang hampir setengah penuh (d4) atau hampir penuh (d8 atau d9). Dengan demikian, jika elektron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9, maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang berada pada tingkat energy yang lebih rendah dari d) pindah ke orbital subkulit d. Gambaran Sederhana: 4s2 3d9 berubah menjadi 4s1 3d10.

Unsur Teoritis Kenyataan
24Cr [Ar] 4s2 3d4 [Ar] 4s1 3d5
29Cu [Ar] 4s2 3d9 [Ar] 4s1 3d10
42Mo [Kr] 5s2 3d4 [Kr] 5s1 3d5
47Ag [Kr] 5s2 3d9 [Kr] 5s1 3d10

Penyimpangan Orbital subkulit f

Sama seperti penyimpangan orbital subkulit d, penyimpangan pada orbital subkulit f disebabkan tingkat energi orbital yang berdekatan hampir sama sehingga menyebabkan berpindahnya satu atau dua elektron dari orbital f menuju orbital d.

Unsur Teoritis Kenyataan
57La [Xe] 6s2 4f1 [Xe] 5d1 6s2
64Gd [Xe] 6s2 4f8 [Xe] 4f7 5d1 6s2
89Ac [Rn] 7s2 5f1 [Rn] 6d1 7s2
90Th [Rn] 7s2 5f2 [Rn] 6d2 7s2
92U [Rn] 7s2 5f4 [Rn] 5f3 6d1 7s2
93Np [Rn] 7s2 5f5 [Rn] 5f4 6d1 7s2

Contoh 1. Tuliskan konfigurasi elektron 14Cr.
24Cr : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

Contoh 2. Tuliskan konfigurasi elektron 29Cu.
29Cu : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10