Penyebab Umum Seseorang Menjadi Sombong

Siapa sih yang suka dengan orang sombong? Tidak ada. Bahkan dibenci tuh orang. Ya … kecuali bagi sesama orang sombong. Bahkan ada yang saling berbangga diri dengan kesombongannya.

Memang, awalnya seseorang itu tidak suka dengan orang sombong. Dia bahkan membenci orang sombong. Tapi, tiba-tiba saja dia sombong. Melihat orang lain sombong dia tidak suka, tapi dia sendiri juga sombong.

Jadi, sebelum menjadi sombong, marilah memperhatikan sebab menjadi sombong. Iya sih, dalam tulisan ini hanya 3 saja, hehe.

1. Merasa Lebih Baik

Strong icon

Ketika merasa diri ini lebih baik, maka benih-benih kesombongan akan muncul. Misalnya merasa lebih cantik dibandingkan teman satu kelasnya. Iya memang cantik sih, tapi ketika merasa teman-temannya lebih jelek. Maka akan ada perasaan kalau dirinya adalah yang tercantik, manusia terbaik, tidak ada yang mampu menandingi kecantikannya. Akhirnya sombong.

Bisa juga dirinya merasa lebih pintar. Ya … kebetulan saja dia memang sering menjuarai olimpiade. Sehingga ketika dilihat teman-temannya yang rendah kecerdasan intelektualnya, dia menganggap teman-temannya lebih rendah darinya. Hal tersebut mampu membuat dirinya menjadi sombong.

Banyak sekali orang menjadi sombong karena merasa lebih baik. Karena merasa lebih cantik/ganteng, merasa lebih pintar, merasa lebih kaya, merasa lebih mampu, merasa lebih berkuasa, dan merasa lainnya yang intinya itu lebih baik.

Hal ini akan menjatuhkan seseorang dalam lembah kesombongan. Bukannya setiap manusia dituntut untuk rendah hati. Merasa diri ini masih lemah, tidak apa-apanya. Di luar sana masih banyak orang yang lebih baik.

Rendah hati mampu menangkal kesombongan loh, walaupun itu susah.

2. Bergaul dengan Orang Sombong

two people icon

Kadang, ada sebuah teori yang mengatakan, “Untuk melihat sifat asli seseorang, lihatlah siapa dia berteman.” Kadang teori itu benar. Jika berteman dengan orang sombong, lambat laun kesombongan temannya akan terciprat kepada dirinya. Bayangkan saja, setiap hari mendengar perkataan teman yang sombongnya minta ampun. Lambat laun juga akan tertular kesombongannya.

Si teman ini setiap harinya berkata kalau orang miskin itu tidak perlu diperhatikan. Jika pun diperhatikan akan menjadi beban bagi diri kita. Kita sih awalnya nggak terima. Masih ada hati kecil yang berpendapat bahwa perkataan teman itu salah.

Tapi ingat, di hati manusia juga ada sebuah daging kejahatan. Bila daging itu diberi nutrisi kejahatan, tentu dia menjadi kuat. Tapi kalau diberi nutrisi kebaikan, daging itu akan melemah. Masalahnya adalah, berteman dengan orang sombong sama saja memberi nutrisi kejahatan bagi daging tersebut.

Lambat laun, daging kejahatan semakin menguat hingga mendominasi hati kita. Kita juga karena sudah didoktrin oleh pemahaman sesat teman, rasanya benar juga apa yang dia katakan. Akhirnya, tanpa sadar kita menjadi sombong, mengikuti jejak si teman atau bahkan lebih pro.

Jadi, jangan salah memilih pergaulan. Bergaullah dengan orang-orang baik yang mengantarkan diri ini menuju kebaikan. Supaya nutrisi kebaikan di hati juga semakin banyak. Tidak ada gunanya berteman dengan orang tidak baik. Terkadang, berteman dengan mereka yang berhati kotor itu sebenarnya tidak berteman dengan kita. Bisa jadi mereka mau berteman karena kita memang sedang di atas awan. Ketika kita jatuh, teman berhati kotor itupun hilang seketika.

3. Tidak Sadar

Fail Icon

Kesimpulannya, terkadang kita tidak sadar kalau kita menjadi sombong. Siapa sih yang tahu dirinya sombong. Kebanyakan tidak ada yang tahu kalau dirinya itu sombong. Kebanyakan merasa kalau dirinya orang baik.

Sebisa mungkin perbanyak melihat diri sendiri. Melihat apa yang salah akan diri kita. Apa yang sudah kita lakukan. Sifat apa yang tidak baik muncul dalam diri kita. Mempelajari diri sendiri dan berusaha memperbaiki setiap kesalahan yang ada.

Kalau bisa berteman dengan orang baik. Kita nih kadang tidak sadar telah menjadi orang sombong. Bagaimana cara kita sadar? Salah satunya adalah teguran seorang teman. Teman yang baik itu akan selalu mengingatkan kita kalau sudah salah jalan.

Jangan juga tidak terbuka terhadap nasihat. Mentang-mentang status sosialnya lebih buruk daripada kita, tiba-tiba nasihat seseorang itu tidak kita dengar. Kebaikan itu datang darimana saja. Bahkan, terkadang perkataan seorang anak kecil mengandung sejuta kebaikan.

Jauhi sikap sombong, jadilah orang baik. Bertemanlah dengan orang baik. Tumbuhkanlah sikap rendah hati dan terimalah nasihat kebaikan darimana pun datangnya, walaupun itu datang dari orang yang paling dibenci sekalipun.