Pembuatan Sistem Koloid

Koloid merupakan campuran dengan sifat diantara larutan dan suspensi. Secara kasat mata terlihat mirip seperti larutan namun komponen penyusunnya masih dapat dilihat dengan mikroskop. Ukuran dimensi koloid berkisar 1-100 nm.

Koloid bukan hanya terbentuk secara alami saja, namun bisa juga dengan pembuatan. Pembuatan sistem koloid ini umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu kondensasi dan dispersi.

Pembuatan Sistem Koloid dengan Cara Kondensasi

Pembuatan sistem koloid dengan cara kondensasi yaitu dengan menggabungkan partikel dengan ukuran besar seperti molekul dengan partikel koloid yang berukuran kecil. Pada pembuatan sistem koloid dengan cara kondensasi umumnya dilakukan dengan tiga cara, yakni: reduksi-oksidasi, dekomposisi, dan hidrolisis.

1. Reduksi-Oksidasi

Pada pembuatan koloid reduksi-oksidasi pada pembuatan sol bereaksi dengan reaksi:

2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(koloid) + 2H2O(l)

2. Dekomposisi

Pada dekomposisi misalnya pada pembuatan sol perak klorida dengan reaksi:

AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

3. Hidrolisis

Pada hidrolisis misalnya pada pembuatan sol besi (III) hidroksida dengan reaksi:

FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

Pembuatan Sistem Koloid dengan Cara Dispersi

Pembuatan sistem koloid dengan cara disperse yaitu dengan mengubah partikel berukuran besar menjadi partikel berukuran kecil, partikel koloid. Pada pembuatan sistem koloid dengan cara disperse umumnya dilakukan dengan tiga cara, yakni: mekanik, peptisasi, menggunakan busur bredig.

1. Mekanik

Pada mekanik dengan cara menggerus butir karas sampai terbentuk partikel dengan ukuran koloid kemudian dicampurkan dengan media pendispersi melalui pengadukan.

2. Peptisasi

Pada peptisasi dengan cara memecah partikel besar dengan zat pemecah seperti peptid sampai terbentuk partikel koloid dengan ukuran yang ditentukan. Misalnya, proses pemecahan protein dengan bantuan enzim.

3. Menggunakan Busur Bredig

Pada pembuatan menggunakan busur bredig dilakukan pada pembuatan sol logam dengan cara membuat logam sebagai elektroda dan kemudian dialiri listrik sehingga logam terlepas ke air sebagai media dan kemudian logam tersebut mengalami kondensasi membentuk partikel ukuran koloid.