Otak Lebih Cerdas dengan Rutin Olahraga

Siapa sih yang tidak ingin cerdas? Banyak banget orang ingin cerdas. Ada mereka yang beruntung, lahir dengan kecerdasan yang luar biasa. Tinggal sedikit saja diasah maka apapun yang dipelajari akan mengerti. Namun, jumlah mereka yang beruntung ini tidaklah banyak. Bisa dibilang sangat jarang terjadi.

Kebanyakan dari kita lahir dengan otak biasa saja. Perlu diasah dengan berkali-kali hingga akhirnya menjadi ahli. Tidak hanya satu kali belajar saja, tapi berkali-kali belajar baru menjadi ahli. Tentu saja dengan beberapa kali kegagalan.

Nah, mengasah otak tidak hanya belajar saja. Belajar sih iya, tapi ada kegiatan lain yang mampu mendukung kemampuan otak. Kalau belajar saja terus menerus tentu tidak baik. Akan berakibat fatal nantinya. Misal, mata kantuk, otak lelah, hingga gangguan keseimbangan, hehe.

Nah, salah satu kegiatan yang mampu meningkatkan kecerdasan otak adalah olahraga.

Olahraga Melancarkan Aliran Darah

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa otak terdiri dari banyak darah. Kalau aliran darah di otak berhenti sedetik saja, maka akan berakibat fatal, seperti menyebabkan  penyakit stroke. Dan ketika sedang memikirkan sesuatu, maka aliran darah sangat deras mengalir ke otak.

Jika sel otak tidak dilatih, maka akan terkejut dengan perubahan aliran darah yang tiba-tiba. Maka otak serasa tidak siap akan hal tersebut. Akibatnya, kinerja otak menjadi terganggu. Contoh ringannya yaitu banyak dari kita yang tiba-tiba saja mengantuk ketika belajar.

Maka dari itu, otak perlu dilatih nih menerima aliran dari yang deras. Maka dengan olahraga, aliran darah akan semakin kencang. Maka otak semakin sering menerima aliran darah. Dengan lancarnya peredaran darah, tentu saja kinerja otak semakin maksimal. Aliran darah yang lancar juga bagus untuk mencegah penuaan dini loh.

Olahraga Mengalirkan Oksigen

Otak bekerja dua kali lipat ketika belajar. Tentu saja membutuhkan bahan bakar yang banyak agar kinerja otak tetap stabil. Bahan bakar sebuah mobil, sepeda motor adalah bensin. Tapi untuk otak, bahan bakarnya adalah oksigen.

Dengan oksigen, maka organ-organ tubuh dapat bekerja. Sedikit saja organ tubuh yang kekurangan oksigen, maka berakibat fatal. Coba saja kita menenggelamkan diri di air. Rasanya dada terhimpit bukan? Hal ini karena paru-paru kekurangan oksigen.

Nah masalahnya, oksigen dialirkan oleh darah. Kalau peredaran darah tidak lancar, maka peredaran oksigen juga terhambat. Apalagi kalau organ tubuh bekerja dua kali lipat. Maka perlu oksigen yang banyak, artinya perlu peredaran darah lancar.

Olahraga mampu melancarkan peredaran darah menuju otak. Maka dengan sering berlatih, maka peredaran darah ke otak menjadi lancar. Otak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk bekerja dua kali lipat. Hasilnya, kemampuan otak menjadi maksimal. Belajar bukanlah hal yang melelahkan lagi.

Olahraga Menyegarkan Tubuh

Nah, buat apa belajar kalau keadaan tubuh tidak segar? Seperti kita mau belajar ketika sedang ngantuk banget, nggak bakal bisa. Yang ada tuh, ketika membuka buku tiba-tiba saja sudah jatuh ke alam mimpi.

Belajar itu membuat otak bekerja dua kali lipat. Akibatnya, kinerja tubuh juga mendapatkan dampak akan hal tersebut. Kalau tubuh tidak segar, maka ketika belajar, rasanya malas banget. Tiba-tiba saja tuh lemas. Itu tuh ada kita yang ketika proses belajar mengajar tidur. Tapi ketika terdengar suara bel istirahat/pulang, tiba-tiba mata segar.

Berolahraga mampu menyegarkan tubuh. Membuat tubuh menjadi siap bekerja berat. Untuk pengetahuan saja. Belajar itu sama seperti mengangkat beban sepuluh orang. Banyak orang yang sanggup mengangkat beban seharian tapi ketika belajar tiga puluh menit pun tidak sanggup. Bukan karena malas, tapi karena belajar tuh melelahkan.

Maka Jangan Malas Berolahraga

Minimal satu kali seminggu berolahraga. Sekitar tiga puluh menit berolahraga ringan sudah cukup. Karena banyak sekali manfaatnya dari olahraga tersebut. Kalau olahraga malas, akan berdampak buruk bagi tubuh.

Walaupun memang, olahraga itu melelahkan juga. Karena semua organ tubuh dipaksa untuk bekerja dua kali lipat dari biasanya, termasuk otak. Namun itulah keuntungan dari olahraga. Logikanya, kita terbiasa mengangkat beban 50 kg, maka 50 kg seperti 5 kg rasanya. Begitu juga dengan organ tubuh. Kalau sudah terbiasa bekerja dua kali lipat, maka ketika dihadapkan situasi yang mengharuskan organ tubuh bekerja dua kali lipat, seperti belajar maka akan terbiasa.

Oh ya, olahraga mampu mengeluarkan karbohidrat dan lemak berlebih loh di dalam tubuh. Ya sudah menjadi pengetahuan umum, penyebab kegemukan tersebut adalah penumpukan karbohidrat dan lemak berlebih, terutama karbohidrat.