Orang yang Suka Minum Kopi Biasanya Jarang Minum Teh

Teh dan kopi, adalah dua minuman yang menjadi perdebatan di dunia ini. Ada orang yang suka kopi, ada juga yang suka teh. Kalau diperhatikan, rasanya sama saja sih, sama-sama pahit. Kalau ditambah gula sedikit, ya manis sih, tapi kan rasanya tetap pahit aslinya.

Teh mengandung quinine sedangkan kopi mengandung caffeine. Kedua zat tersebut mampu menyehatkan tubuh. Selain itu, mampu juga untuk menyegarkan pikiran. Oh ya, mampu untuk menahan kantuk loh. Walaupun lebih populer kopi sih untuk penghilang kantuk, tapi teh juga efektif loh.

Nah, ada juga fenomena unik nih. Orang yang suka minum kopi rata-rata itu tidak suka minum teh. Begitu juga sebaliknya. Orang yang suka minum teh rata-rata tidak suka minum kopi. Padahal kan kalau dipikir-pikir teh dan kopi sama-sama memberikan rasa pahit, efeknya terhadap tubuh pun sama.

Nah, ada sebuah studi yang dilakukan oleh Jue-Sheng Ong et al. 2018. Jadi ini mereka penasaran ini, mereka melakukan penelitian mengenai ini. Mereka meneliti sejumlah orang untuk ini. Tidak tanggung-tanggung loh, partisipannya mencapai 438.870 orang. Banyak banget bukan.

Nah untuk apa jumlah partisipan ini? Tentu saja untuk validitas data. Kalau hanya 10 orang partisipan, tentu saja validnya diragukan. 10 orang belum tentu mewakili seluruhnya. Apalagi untuk mengetahui pengetahuan umum. Orang yang suka minum kopi tidak suka teh, begitu juga sebaliknya rasanya itu adalah pengetahuan umum. Tapi … data yang valid belum ditemukan.

Bagaimana hasilnya? Ya … hasilnya tidak jauh berbeda dengan apa yang orang-orang ketahui. Mereka yang suka dengan kopi ternyata tidak suka dengan teh. Mereka yang suka dengan teh juga tidak suka dengan kopi.

Jadi gini nih ceritanya. Dicari tahu dulu, apakah dia suka banget minum kopi /teh atau tidak. Lalu diidentifikasi ini, apakah ada mereka suka kopi/teh.

Hasil seperti ini erat kaitannya dengan bahan yang terkandung pada kopi maupun teh. caffeine dan quinine memang memberikan rasa pahit, tapi memberikan dampak yang berbeda pada setiap orang.

Nah, selain itu, mereka meneliti tentang laki-laki dan perempuan pecinta kopi atau teh. Untuk kopi dulu deh. Kopi selalu diidentikkan dengan minuman laki-laki. Ternyata, pada hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh gender di sini. Tidak ada perbedaan tentang jumlah laki-laki yang suka kopi maupun perempuan yang suka kopi. Begitu juga dengan teh. Teh identik dengan perempuan, ternyata tidak ada beda jumlahnya pun.

Masalah usia juga diteliti. Mau muda mau tua. Kalau masa muda suka minum kopi, tua juga akan suka minum kopi. Kalau masa muda suka minum teh, tua juga akan suka minum teh.

Kesimpulan dari penelitian ini. Orang yang suka minum kopi memang tidak suka minum teh, begitu juga sebaliknya. Jadi, jika Anda yang suka kopi, tiba-tiba menemukan teman yang suka teh, jangan karena perbedaan tersebut jadi persoalan. Jangan karena Anda suka kopi, Anda pun ngotot membela kopi, padahal teman Anda tidak suka kopi. Perbedaan itu wajar.

Referensi:

  • Jue-Sheng Ong et al. 2018. “Understanding the role of bitter taste perception in coffee, tea and alcohol consumption through Mendelian randomization.” Scientific reports.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here