Cara Menentukan Suasana Asam dan Basa Reaksi Redoks

Nah ini yang menjadi banyak pertanyaan. Bagaimana menentukan suasana asam dan basa pada reaksi redoks. Caranya sih nggak segampang yang dikira dong, tidak seperti pada reaksi biasa.

Kalau pada reaksi biasa, cara sederhananya untuk melihat asam dan basa, kalau:

  • Asam itu ada mengandung H, misalnya: H2SO4, HCl, H3PO4, HF, HNO3, dll.
  • Basa untuk mengandung OH, misalnya: NaOH, BOH, Al2OH3, Mg(OH)2, NH4OH, dll.

Tentu saja cara di atas adalah ciri yang umum. Tidak semua asam harus ada H dan juga basa harus ada OH. Ada beberapa senyawa yang mengandung H, dikira asam ternyata basa. Misalnya: NH3 yang ternyata basa lemah. Tapi kalau HN3 termasuk asam lemah.

Nah untuk Reaksi Redoks Bagaimana Caranya?

Untuk pengetahuan umum saja ya. Metode penyetaraan reaksi redoks kan terbagi 2 yaitu:

  1. Cara setengah reaksi.
  2. Cara bilangan oksidasi (biloks).

Untuk penyetaraan reaksi redoks metode setengah reaksi itu khusus yang sudah diketahui suasana asam atau basa. Jadi nih, untuk setengah reaksi bagi yang sudah diketahui suasana reaksi redoksnya, apakah asam atau basa.

Namun untuk penyetaraan reaksi redoks metode bilangan oksidasi (biloks) bisa digunakan jika suasana reaksi redoks tidak diketahui. Dengan menggunakan metode bilangan oksidasi (biloks) maka dapat diketahui apakah reaksi redoks tersebut suasana asam atau basa.

Kesimpulannya: untuk mengetahui suasana asam atau basa pada reaksi redoks dengan cara menggunakan metode bilangan oksidasi (biloks).

Cara Menentukan Suasana Asam dan Basa Reaksi Redoks dengan Metode Bilangan Oksidasi (Biloks)

Nah ada kata kunci untuk menentukan suasan asam dan basa dengan metode bilangan oksidasi (biloks), yaitu:

  1. Jika jumlah muatan pereaksi lebih rendah dibandingkan jumlah muatan hasil reaksi maka ditambah H+, berarti suasana asam.
  2. Jika jumlah muatan pereaksi lebih tinggi dibandingkan jumlah muatan hasil reaksi, maka ditambah OH, berarti suasana basa.

Berikut Beberapa Contoh

Ok, perhatikan beberapa contoh di bawah ini agar semakin paham.

Contoh 1

MnO4+ C2O42- → CO2 + Mn2+

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: MnO4+ C2O42- → CO2 + Mn2+ (suasana asam).

Contoh 2

Cl2 + IO3 → Cl + IO4

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: Cl2 + IO3 → Cl + IO4 (suasana basa).

Contoh 3

Cu + NO3 → Cu2+ + NO

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: Cu + NO3 → Cu2+ + NO (suasana asam).

Contoh 4

Al + NO3 → Al(OH)4 + NH3

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: Al + NO3 → Al(OH)4 + NH3 (suasana basa).

Contoh 5

MnO + PbO2 → MnO4 + Pb2+

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: MnO + PbO2 → MnO4 + Pb2+ (suasana asam).

Contoh 6

MnO4 + C2O42- → MnO2 + CO2

Penyelesaiannya:

Kesimpulannya: MnO4 + C2O42- → MnO2 + CO2 (suasana basa)

Bagaimana? Sekarang sudah tahu kan gimana cara menentukan suasana asam dan basa reaksi redoks. Ternyata gampang banget bukan? Cuman selesaikan saja dengan menggunakan metode bilangan oksidasi (biloks). 😀

OLSHOP MUSLIMAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here