Membaca Mampu Meningkatkan Kecerdasan Otak

Banyak cara meningkatkan kecerdasan otak. Bisa melalui multivitamin, banyak sekali vitamin yang mampu merangsang otak. Bisa dengan berolahraga, olahraga juga mampu meningkatkan kecerdasan dengan mengalirkan aliran darah mengandung oksigen yang cukup untuk otak. Namun cara yang paling mudah tapi sering dilupakan dengan membaca.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa budaya membaca sedang rendah-rendahnya. Kalau tidak dipaksa, tidak akan mau membaca. Kalau dipaksa pun, hanya membaca yang perlu saja, selebihnya tidak dibaca. Padahal bisa jadi, hal yang dirasa tidak penting tersebut justru sangat berguna.

Tidak hanya anak muda saja yang malas membaca. Para orang tua juga jarang membaca. Kenapa ya? Iya sih membaca itu melelahkan. Tidak seperti menonton, dengan menonton, kita langsung memvisualisasikan/menggambarkan apa yang ditonton. Tapi ketika membaca, otak bekerja dua kali lipat untuk memvisualisasikan/menggambarkan apa yang dibaca.

Membaca Membuat Otak Bekerja 2 Kali Lipat

Dengan membaca, kita berusaha membayangkan apa yang dibaca. Baik itu bacaan fiksi maupun nonfiksi. Seperti ketika kita membaca adegan perkelahian yang sangat seru. Hal ini memang otomatis dilakukan otak

“Si A terkena tendangan yang sangat kuat dari si B. Si A merasa kesakitan yang teramat sangat. Jika si A tidak ingat akan tujuannya, mungkin dia telah menyerah. Tapi si A tidak menyerah. Dia segera menyusun strategi untuk mengalahkan si B. Mungkin untuk mengalahkan si B tidak boleh melakukan adu tendang, harus ada variasi pukulan yang membuat si B tidak mampu menebak gerakan A. Si A memasang kuda-kuda, bersiap menyerang. Tiba-tiba saja si B melakukan tedangan melompat, tepat mengenai pipi kanan si A.”

Bagaimana dengan nonfiksi? Membaca nonfiksi juga membuat otak berusaha memvisualisasikan apa yang dimaksud dalam tulisan tersebut.

“Bilangan adalah muatan suatu atom yang sekiranya elektron atom diberikan kepada atom lain yang keelektronegatifannya lebih besar.”

Dengan membaca, maka membuat otak bekerja dua kali lipat. Kemampuan otak memang luar biasa hebat. Tapi selama ini otak tertidur. Perlu dilatih agar menjadi luar biasa. Makanya dilakukan banyak cara untuk meningkatkan kinerja otak, termasuk membaca.

Membaca Merangsang Otak

Karena membaca membuat bekerja dua kali lipat, maka otomatis akan merangsang otak. Untuk memvisualisasikan/membayangkan apa yang dibaca, hal ini perlu beberapa tahap. Pertama memberikan informasi ke saraf korteks. Lalu melalui saraf neuron memberikan informasi tersebut kepada otak bagian belakang. Maka otak bagian belakang mulai bekerja untuk menggambarkan apa yang dibaca, sehingga banyak sekali saraf neuron yang bekerja. Gambaran sederhana saja ini, semakin banyak saraf neuron yang bekerja, maka semakin cerdas seseorang tersebut.

Jika diperhatikan, seorang yang jenius, akan sangat senang membaca. Apapun mereka baca. Sehingga saraf neuron semakin aktif bekerja. Jarang sekali ada anak jenius yang jarang membaca. Bahkan nih, jika kita jeli memperhatikan. Anak yang autis tapi otaknya jenius itu senang membaca.

Membaca juga meningkatkan kinerja motorik sehingga meningkatkan kecerdasan, terutama bagian linguistik. Begitu banyak kosa kata yang mampu dimengerti. Begitu banyak gaya penulisan yang mampu dipahami.

Jadi bisa dibilang, seorang yang rajin membaca maka otomatis bisa menulis. Karena begitu banyak informasi yang diserap sehingga banyak hal yang harus disalurkan melalui tulisan. Inilah yang menjadi kelemahan kita. Baik itu ditingkat sekolah SD, SMP, SMA, dan Universitas. Betapa banyak dari kita yang kesulitan menulis.

Ketika ada tugas untuk membuat makalah sederhana saja, maka sulitnya minta ampun. Oh ya, ini juga yang menjadi dilema mahasiswa semester akhir. Untuk menulis latar belakang skripsi saja, itu menghabiskan waktu bulanan bahkan tahunan.

Membaca Meningkatkan Ingatan

Seseorang yang rajin membaca, maka ingatan tersebut akan bertahan selama beberapa hari bahkan bertahun-tahun. Coba deh ingat-ingat, ketika telah membaca novel atau komik yang bagus banget, berapa lama ingatan tersebut bertahan? Bahkan ada yang beberapa tahun berlalu, ingatan akan novel atau komik tersebut tetap bertahan.

Membaca memang bukan kegiatan menghafal. Jika menghafal yakni memaksa otak untuk mengingat sesuatu. Tapi membaca memaksa otak untuk menyerap informasi sekaligus memvisualisasikan/menggambarkan apa yang dibaca. Secara tidak langsung otak berusaha menyimpan informasi tersebut.

Coba deh kita perhatikan seseorang yang rajin membaca. Rata-rata tuh mereka punya ingatan kuat. Jangan tanya seseorang yang otaknya jenius. Pasti tuh rajin membaca dan punya ingatan super kuat. Kita juga, jika rajin membaca, secara tidak langsung akan mempunyai ingatan yang kuat. Menghafal menjadi tidak masalah besar.

Jadi, semakin rajinlah membaca. Jangan malas membaca karena membaca itu adalah kegiatan yang paling mudah sekaligus mencerdaskan otak. Apalagi di zaman teknologi sekarang ini. Kalau zaman dahulu mungkin bisa beralasan kalau mencari buku atau informasi itu sulit banget. Belum lagi buku sangat langka pada zaman dahulu. Di zaman informasi ini, begitu banyak bacaan bertebaran di mana-mana. Baik dalam bentuk buku, e-book, blog, situs berita, media sosial, dll. Maka dari itu, jangan malas membaca. Mulailah tumbuhkan budaya membaca.