Manfaat Koloid dan Kerugian yang Ditimbulkannya

Sistem koloid memiliki segudang manfaat yang bermanfaat pada kehidupan sehari-hari. Seperti proses pencucian darah pada pasien gagal ginjal maupun penjernihan air. Namun ada juga kerugian yang ditimbulkan seperti hampir keseluruhan partikel-partikel polutan yang ada di udara adalah partikel koloid.

1. Dialisis

Pada proses penghilangan ion-ion mengganggu kestabilan koloid, dimana pada proses dialisis, sistem koloid dimasukkan ke dalam suatu kantong dari selaput semipermiabel (selaput yang dapat melewatkan partikel kecil tapi tidak mampu melewatkan partikel koloid). Sehingga dihasilkan partikel koloid murni.

Contohnya:

Proses dialisis digunakan pada proses cuci darah pada pasien yang mengalami gagal ginjal. Proses pencucian darah tersebut disebut hemodialisis.

2. Koloid Pelindung

Koloid pelindung tersebut digunakan untuk menstabilkan sistem koloid yang perlu dijaga kestabilannya dimana koloid pelindung tersebut akan membungkus partikel zat terdispersi agar tidak mengelompok.

Contohnya:

Gelatin digunakan pada koloid pelindung untuk pelindung es krim agar tidak membentuk pembentukan kristal es.

3. Pengelolahan air

Untuk pengelolahan air bersih juga menggunakan sifat-sifat pada sistem koloid seperti adsorpsi dan koagulasi.

Contohnya:

Koagulasi terjadi pada tawas (aluminium sulftat) yang berfungsi sebagai penggumpal pada lumpur koloid sehingga pada proses selanjutnya lumpur tersebut akan disaring.

Adsorpsi terjadi pada tawas (aluminium sulfat) yang akan membentuk Al(OH)3 yang menyerap (adsorpsi) zat-zat pewarna dan pencemar lain.

4. Polusi

Pada partikel di udara, umumnya partikel-partikel polutan berbentuk koloid seperti debu dan asap.