Lupakan Sejenak Masalah Revisi Skripsi

Ketika mendapat revisi skripsi dari dosen pembimbing, apalagi tuh revisinya kelihatan banyak, bakal stress. Padahal, inginnya skripsi lancar saja tanpa adanya revisi. Si dosen pembimbing senang, kita pun senang.

Tapi, skripsi tanpa revisi itu jarang banget. Kecuali kalau memang si dosen tidak peduli. Kalau itu mah revisi tidak akan ada. Selama si dosen peduli dengan kita, akan ada revisi hingga skripsi menjadi lebih baik.

Iya sih, ketika sudah diberikan revisi, ingin rasanya mengerjakannya cepat-cepat. Tapi, saran saja nih ya, jangan lakukan hal tersebut. Sebaiknya lupakan sejenak masalah revisi skripsi. Entah itu refreshing, jalani hobi, jalan sama kawan, dll.

1. Karena Pikiran Sedang Stress

Sad Icon

Ketika pikiran sedang stress tentu tidak dapat berpikir jernih. Takutnya, ketika melakukan revisi, tidak bisa memberikan yang terbaik. Karena memang, revisi sejatinya memperbaiki, bukan menambah kesalahan. Skripsi bukannya lebih baik malah makin buruk. Akhirnya, yang direvisi bagian itu-itu saja.

Kalau pikiran tidak stress, bisa berpikir jernih, maka bisa dilakukan revisi terbaik. Sehingga ketika menghadap dosen pembimbing, si dosen tersenyum melihat tulisan kita yang berkembang menjadi lebih baik.

Ada itu teman, pingin dia sih ingin cepat-cepat menyelesaikan skripsi. Jadi, setelah selesai bimbingan dengan tumpukan skripsi dimana-mana, malamnya dia mengerjakan revisi itu. Besoknya dia menghadap dosen untuk bimbingan, dan dia keluar dari ruangan dengan tumpukan revisi yang sama seperti kemarin.

2. Pikiran Perlu Penyegaran

Mengerjakan skripsi itu memang membuat pikiran stress. Mulai dari menentukan judul saja sudah stress. Jadi, selama menulis skripsi, pikiran penuh dengan tekanan. Tidak heran banyak yang menyerah ketika di tahap ini.

Apalagi setiap hari dipaksakan untuk menyelesaikan skripsi. Pikiran sudah semakin stress. Pikiran runyam dan waktu bermain dikorbankan. Persahabatan pun kadang hancur pada saat mengerjakan skripsi.

Maka dari itu, ketika diberikan revisi, sebaiknya jangan cepat-cepat mengerjakan revisi. Lupakan dulu sejenak masalah revisi. Istilahnya, waktu tersebut adalah istirahat. Jadi, gunakan waktu istirahat sebaik-baiknya. Bisa itu menjalani hobi, bermain bersama teman, traveling, dll.

3. Pikiran Jernih Menghasilkan Tulisan Baik

remember icon

Yang diinginkan setelah istirahat dari revisi adalah pikiran menjadi lebih jernih. Jadi bisa tuh berpikir jernih dan diharapkan, tulisan skripsi menjadi lebih baik. Kalau tulisan baik, dosen pembimbing juga senang.

Ketika pikiran jernih, rasanya diri ini siap untuk mengerjakan revisi. Tidak ada tuntutan yang namanya terpaksa mengerjakan skripsi. Malah, ketika pikiran jernih, rasanya diri ini menerima kalau dosen memberikan revisi.

Mungkin, waktu dosen marah-marah, pikiran tidak jernih sehingga apa yang dilakukan dosen, memberikan revisi, itu tidak baik untuk kita. Padahal niatnya itu baik loh. Nah, ketika pikiran jernih, mulai deh menerima keadaan. Ternyata tulisan kita ini tidak baik, malah jauh dikatakan baik.

Pikiran jernih mampu memberikan tulisan terbaik.

4. Tapi Jangan Kelamaan Melupakan Revisi

Sleep Icon

Nah ini dia penyakit dari setiap mahasiswa dilema revisi. Iya sih, setelah revisi sebaiknya jangan buru-buru mengerjakannya.

Tapi, jangan pula kelamaan melupakan revisi. Takutnya, skripsi tersebut tidak selesai-selesai.

Lupakan skripsi paling lama 3 hari saja. Setelah lewat 3 hari, tubuh bakal keenakan malas. Pingin terus dilupakan tuh skripsi. Tenang, kalau kita telah wisuda, akan terlupakan tuh masalah skripsi.

Jadi, jangan kelamaan melupakan skripsi. Cukup maksimal 3 hari. 1 hari dilupakan juga boleh. Setelah revisi paginya, sore harinya senang-senang, keesokan harinya mulai berkutat dengan revisi.

5. Jangan Menunda-Nunda

Fail Icon

Nah ini dia penyebab lamanya skripsi selesai, sering menunda-nunda. Entah alasan apa yang akan dikeluarkan yang intinya ditunda. Entah alasannya sibuklah, kurang fokuslah, sakitlah, dll, yang intinya menunda.

Melupakan skripsi setelah revisi sih boleh. Tapi jangan ditunda-tunda untuk menyelesaikan revisi. Kalau ditunda-tunda, nanti akan benaran lupa tuh revisi. Yang ada malah skripsi tidak selesai-selesai.

Menyelesaikan skripsi tepat waktu memang baik. Tapi jangan sampai pikiran stress banget, itu tidak baik untuk tubuh. Melupakan sejenak masalah skripsi setelah revisi sih boleh-boleh saja. Tapi jangan ditunda-tunda untuk menyelesaikan skripsi.