Menentukan Larutan Penyangga atau Hidrolisis Garam Reaksi Asam Basa

Pada suatu reaksi asam basa, terkadang ada kebingungan saat menentukan apakah suatu reaksi tersebut larutan penyangga atau hidrolisis garam. Namun sebenarnya, hal tersebut tidaklah sulit dalam menentukan larutan penyangga atau hidrolisis garam pada reaksi asam basa.

Pengertian Larutan Penyangga atau Hidrolisis Garam

Larutan Penyangga adalah suatu larutan yang dapat mempertahankan pH larutan apabila ditambahkan sedikit asam atau basa.

Hidrolisis garam adalah reaksi penguraian yang terjadi antara kation dan anion garam dengan air dalam suatu larutan.

Menentukan Larutan Penyangga atau Hidrolisis Garam

Untuk menentukan suatu reaksi tersebut larutan penyangga atau hidrolisis garam pada reaksi asam basa yakni:

  1. Jika pada reaksi asam basa menghasilkan sisa asam atau basa lemah, garam, dan air maka reaksi tersebut adalah larutan penyangga.
  1. Jika pada reaksi asam basa menghasilkan sisa garam dan air. Maka reaksi tersebut adalah hidrolisis garam.

Contoh Soal

Contoh 1

Tentukan pH larutan yang terbentuk pada campuran CH3COOH 0,5 mol dengan NaOH 0,2 mol (Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5).

Penyelesaian:

Dikarenakan sisa yang dihasilkan pada reaksi asam basa adalah asam lemah, garam, dan air. Reaksi tersebut adalah larutan penyangga.

Maka untuk mencari H+ yakni:

Maka untuk menentukan pH yakni:

pH = – log [H+]

pH = – log [1,5 x 10-5]

pH = 5 – log 1,5

pH = 5 – 0,18

pH = 4,82

Contoh 2

Tentukan pH larutan yang terbentuk pada campuran 100 mL HCl 1 M dengan 100 mL NH4OH 1 M. (Kw = 10-14 dan Kb = 10-5).

Penyelesaian:

mmol = M x V (mL)

tabel massa bereaksi sisa

Dikarenakan sisa yang dihasilkan pada reaksi asam basa adalah garam dan air. Reaksi tersebut adalah hidrolisis garam.

Molaritas NH4Cl yakni:

Maka untuk mencari H+ yakni:

Contoh hidrolisis garam asam kuat dan basa lemah

Maka untuk menentukan pH campuran yakni:

pH = – log [H+]

pH = – log [2,23 x 10-5]

pH = 5 – log 2,23

pH = 5 – 0,34

pH = 4,66