Laptop Impian Saya: Asus ZenBook UX331UAL

Amru.id

Sebagai pecinta traveling ke daerah terpencil, rasanya perlu sekali mendapatkan peralatan tempur yang super duper tahan banting. Pergi ke daerah yang listrik saja sulit, perlu banget tuh peralatan yang baterai awet. Pergi ke daerah yang sulit sekali ditemukan air, perlu banget tuh persediaan air yang banyak. Pergi ke daerah yang sulit sekali sinyal internet, maka sebaiknya bersabar.

Kehidupan di daerah terpencil tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan perkotaan. Mungkin masyarakat kota sudah terbiasa dengan kehidupan macet dengan asap kendaraan yang mampu membuat dada sesak. Masyarakat terpencil nggak level dengan asap kendaraan. Mereka malah terbiasa dengan udara alami yang jauh banget dari polusi.

Masyarakat perkotaan terbiasa dengan internet. Mungkin salah satu bencana perkotaan adalah sinyal internet hilang. Sehari saja sinyal internet hilang mungkin masyarakat perkotaan bakal kalang kabut. Bagi masyarakat terpencil, jangankan internet, mungkin gadget seperti laptop, smartphone, headshet tidak tahu.

Pengalaman saya nih, ketika berada di daerah terpencil. Kebetulan perlu banget mengirim email. Jadinya pergi deh mencari sinyal.

“Pak, sinyal internet di sini yang kencang di daerah mana ya?”

“Sinyal apaan? Itu sinyal apa?” sang bapak hanya menatap saya dengan kebingungan.

Akhirnya terpaksa memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal terbaik.


Menulis di Tempat Terpencil

Nah, ini dia sulitnya punya hobi menulis tapi sukanya traveling ke daerah terpencil. Sering terkendala terhadap tahan banting, daya tahan baterai, layar, dan juga dapur pacu laptop. Saya lebih suka menggunakan laptop daripada membawa komputer, hehe. Kan nggak mungkin gitu bawa-bawa komputer.

Laptop biasa saya gunakan agak riskan sih. Soalnya gampang banget rusak. Baru jatuh di ketinggian 50 centimeter saja sudah rusak parah. Pernah rusak dan terpaksa diperbaiki, untung masih garansi. Belum lagi daya tahan baterai yang pas-pasan, hanya bisa bertahan dua atau tiga jam. Tanggung banget, tangguuuungggg.

Hehe kalau soal layar yang harus mantap di mata dan juga dapur pacu kencang maksimal sih bukanlah kebutuhan pokok. Layar di laptop saya sih bisa dibilang pas-pasan, namun kadang berpikir gitu gimana kalau punya layar yang mantap, hehe.


Asus ZenBook UX331UAL

ASUS ZENBOOK UX331UAL

Akhirnya, setelah cari sana-sini, carinya di internet doang, kalau nggak lagi traveling. Agak malas gitu cari-cari di toko offline, sedikit repot gitu, hehe. Berjalan di tempat terpencil sih rajin, tapi kalau berjalan di perkotaan malas.

Akhirnya jatuh hati deh pada laptop Asus ZenBook UX331UAL, walaupun belum dibeli sih, yang penting jatuh hati dulu. Kalau sudah jatuh hati kan, dimulailah yang namanya PDKT. Lalu pernyataan perasaan. Timbul rasa sayang, mulai memikirkan keseriusan dan masa depan hubungan, akhirnya melamar dan menjalin cinta sampai hari tua. Eh, kok curhat gitu ya? Fokus-fokus!

Ada beberapa keunggulan penting mengapa saya jatuh hati kepada Asus ZenBook UX331UAL.

1. Tahan Banting

ASUS ZENBOOK UX331UAL tahan banting

Memiliki sertifikat Military Grade MIL-STD 810G. Ituloh pengujian berat standar terhadap tuh laptop. Lolos lagi, kalau nggak lolos sih lain cerita. Berarti terbukti gitu Asus ZenBook UX331UAL tahan banting. Setidaknya tidak mudah rusak ketika jatuh di ketinggian 50 centimeter doang.

Apalagi saya orangnya ceroboh banget. Maksudnya gampang banget menjatuhkan berbagai benda-benda. Terakhir smartphone saya jatuhkan. Untungnya tidak rusak, hanya lecet sedikit saja. Nah, kalau laptop tuh saya jatuhkan secara tidak sengaja, saya tidak perlu khawatir.

Apa bisa ya Asus ZenBook UX331UAL digunakan untuk alas memotong daging? Hmm … jadi penasaran nih. Kan lumayan pengganti kayu, jika suatu saat kayu alas pemotong daging hilang secara misterius.

2. Ringan Banget

Pergi ke daerah terpencil tentu saja lebih banyak jalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan. Syukur-syukur kendaraan bisa dijangkau. Ini kebanyakan sulit sekali dijangkau kendaraan. Bayangkan saja, berjalan berpuluh-puluh kilometer sambil membawa beban berat, uh … rasanya punggung gimana gitu.

Bawaan paling berat menurut saya adalah laptop dengan berat sekitar 2 kg. Kalau baju mah ala kadarnya saja dibawa. Belum lagi peralatan mandi yang dibawa minim banget. Nah, saya ingin tuh laptop yang ringan banget.

Kalau berat kurang dari 1 kg, rasanya seperti tidak membawa laptop, tapi membawa kertas putih saja. Asal saya jangan lupa saja kalau di tas ada laptop karena terlalu ringan tuh tas hehehe. Kebiasaan saya, kalau tas nggak ada laptop, tas tersebut sering dilempar asal di dalam rumah penginapan.

Sekadar informasi, berat Asus ZenBook UX331UAL 985 gram.

3. Gaya Elegant

Wow banget tuh gaya elegant. Jadi agak gimana gitu kalau membawa-bawa nih laptop. Iya, gaya laptop yang elegant tidak berpengaruh bagi masyarakat terpencil. Bagi mereka, melihat laptop adalah barang mahal dengan seharga berlian.

Tapi ini menurut penilaian saya pribadi loh. Gaya elegant itu, bikin mata blink-blink gitu. Sedap dipandang mata. Iya sih, soal gaya ini adalah kepuasan pribadi.

4. NanoEdge Display

nanoedge display

Dengan 13,3” display, 80% screen-to-body ration, 178o view angel, dan 100% sRGB, membuat Asus ZenBook UX331UAL nyaman sekali ditatap. Display yang ditampilkan uh … bikin betah berlama-lama di depan laptop.

Apalagi tuh kalau saya sedang malas-malasnya keluar. Jadi, terpaksa membuka laptop untuk menonton film yang belum sempat ditonton. Kalau laptop yang dipakai sekarang, displaynya pas-pasan. Jadi dipuas-puasin saja, jangan banyak mengeluh.

Tapi dengan Asus ZenBook UX331UAL, rasanya menontoh film itu mantap banget. Wah … jadi nggak sabar deh ingin ngerasain gimana sensasinya menonton di laptop tuh.

5. Dapur Pacu yang Kencang

Dipersenjatai dengan intel core 5 generasi 8, RAM 8 GB, 256 GB SSD, siapa yang tidak tergoda dengan spesifikasi yang ditampilkan. Sudah tipis dapur pacu yang diusung gahar pula.

Kecil-kecil cabai rawit istilahnya. 😀

Di daerah terpencil, sesekali saya merekam video betapa indahnya daerah tersebut. Setelah direkam lalu diedit. Kalau laptop yang lama, tidak sanggup melakukan editing video. Kalau mau beli laptop dengan spesifikasi gahar, rata-rata berat banget. Jadinya, pilihan laptop tipis dan ringan dengan spesifikasi gahar tuh menggoda banget. Bisalah editing video level menengah, nggak mesti expert juga kali.

6. Baterai Awet

Ini paling penting nih. Di daerah terpencil, kebetulan tidak ada listrik, terus laptop kalau kehabisan daya, apa yang harus dilakukan? Dianggurin tuh laptop, sampai kembali ke kota, baru dicharger.

Walaupun di kepala banyak banget ide menulis yang mesti disalurkan, tapi kalau laptop mati apa daya, ide tersebut dibiarkan di kepala sampai nanti kelupaan sendiri. Itulah yang saya alami, hiks. Padahal pemandangan alam yang indah di daerah terpencil, memberikan inspirasi yang tiada batas.

Jadi dengan baterai yang mampu bertahan selama 15 jam non-stop sangat membantu banget, membantu banget malah. Jadi tidak khawatir kalau laptop kehabisan daya. Puluhan ide menulis bisa disalurkan pada hari itu juga. Tidak perlu menunggu waktu hingga balik ke perkotaan.

7. Keyboard yang Nyaman

Bagi seorang penulis, apa yang perlu dari sebuah keyboard? Display yang mantap dan juga keyboard yang nyaman saat mengetik. Dengan travel distance 1,4 mm, tentu nyaman saat mengetik, nyaman banget malah.

Belum lagi dengan adanya backlit pada keyboard, ini membantu banget nih di kala mengetik pada malam hari dengan pencahayaan minim. Hehe, kadang saya kesulitan saat mengetik di pencahayaan minim karena tidak ada backlit keyboard.

Kalau keyboard sudah nyaman, tipis, display yang mantap. Rasanya tuh betah banget menatap laptop. Produktivitas menulis juga semakin meningkat, nggak signifikan juga sih, tergantung mood juga, hehe. 🙂

8. Fingerprint Sensor

Ok, saya akui kalau saya tidak menggunakan password di laptop saya. Karena memang menurut saya tidak ada hal privasi di sana. Yang mau mencuri data saya juga kayaknya tidak ada, menurut saya sekarang.

Tapi kadang saya berpikir, kalau suatu saat data saya hilang karena kecerobohan saya, karena tidak memproteksi laptop saya, bahaya juga tuh. Kesal bercampur sedih akhirnya, itu pencampuran perasaan yang menyakiti dada.

Saya orangnya malas mengetik password, jadi dengan adanya fingerprint sensor rasanya membantu banget. Gambaran saja, saya malas menggunakan password di smartphone. Tapi semenjak ada fitur fingerprint di smartphone. Saya akhirnya memproteksinya. Hanya dengan menempelkan jari, maka password terbuka. Wah … nggak simple banget tuh?

9. Konektivitas yang Lengkap

Kelemahan dari laptop tipis ini, ada saja yang dikorbankan, termasuk masalah konektivitas. Padahal kadang kita perlu banget tuh. Misalkan untuk USB, kadang dihilangkan gitu, hanya satu koneksi USB. Jadinya repot deh kalau mau pindahin data dari satu flashdisk ke flashdisk lain.

Asus ZenBook UX331UAL menyediakan 1 x USB-C 3.1, 2 x USB 3.1 Gen 1, 1 x HDMI, 1 x MicroSD card reader, dengan konektivitas demikian, rasanya tidak khawatir lagi masalah memindahkan data atau menghubungkan laptop ke proyektor.


Kesimpulan

Itulah beberapa alasan mengapa saya suka sekali Asus ZenBook UX331UAL. Ya … walaupun belum terbeli sih. Soalnya ya … saya harus menabung dulu agar bisa membelinya. Sebenarnya untuk keunggulan yang ada, harga yang ditawarkan sangat murah banget. Untuk laptop yang tahan banting saja, rasanya itu membutuhkan banyak komponen yang akan membutuhkan biaya besar.

Asus ZenBook UX331UAL menawarkan harga:

  • Rp 14.799.000
    (i5-8250U/8GB/512GB SSD/Win 10)
  • Rp 14.299.000
    (i5-8250U/8GB/256GB SSD/Win 10)

Tapi emang iya sih, kalau untuk ukuran orang-orang menengah ke bawah, atau untuk orang yang lebih mementingkan harga termurah dibandingkan kualitas, harga yang diawarkan kemahalan. Kalau saya merasa sih wajar saja.


Video Review Asus ZenBook UX331UAL

Video Uji Ketahanan Asus ZenBook UX331UAL


Untuk informasil selengkapnya, silahkan kunjungi website ASUS ZenBook 13 UX331UAL.


Referensi

  • Asus.com/id
  • Travelerien.com

Disclaimer

Blog post ini diikustsertakan dalam Blog Competition: Laptop Idaman Sobat Travelers #LaptopIdamanSobatTraveler.

1 COMMENT

  1. wuah kalo ke tempat terpencil, belum medannya yang sulit ya
    khawatir laptop terpental-pental saking kasarnya jalan

    semoga disegerakan punya zenbook tangguh ini yaaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here