Kepribadian anak dipengaruhi oleh orang tua

Kepribadian anak bukan sekadar tumbuh kembang saja tanpa ada faktor yang mempengaruhinya. Si anak menjadi pemalas, apakah dia memang dilahirkan pemalas? Banyak orang beranggapan kalau kepribadian itu bawaan sejak lahir. Benarkah demikian?

Banyak pada ilmuan meragukan hal tersebut. Karena kalau dipikir-pikir, kepribadian anak tidak jauh dari kepribadian yang mengasuhnya dari kecil. Kalau anak diasuh oleh orang tua, maka si anak akan mengikuti kepribadian orang tua. Kalau si anak diasuh oleh pengasuh khusus dalam waktu yang lama, maka kepribadian anak akan seperti itu.

Walaupun tidak dipungkiri, ada beberapa kasus kepribadian anak sangat bertolak belakang dengan seseorang yang mengasuhnya. Misal si orang tua sama-sama memiliki kepribadian pemalas, si anak memiliki kepribadian rajin.

Tapi secara umum, kepribadian anak dipengaruhi oleh orang tua. Karena hal yang pertama kali dipelajari oleh anak adalah orang tua, sesosok yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang dan penuh warna.

1. Pelajaran pertama dimulai orang tua

whiteboard icon

Pelajaran pertama itu dimulai dari orang tua. Bagaimana orang tua mengajari anak dengan penuh kasih sayang cara makan, cara minum, cara berdiri, bahkan cara membaca. Si anak memulai pelajaran dari hal-hal sederhana yang dilakukan oleh orang tua.

Tidak heran, kalimat pertama kali yang diucapkan anak adalah yang berdekatan dengan orang tua. Kadang si anak akan berkata “mama”, “papa”, “makan”, “minum”, dan lain sebagainya, dan itu sering diucapkan oleh orang tua.

Orang tua mengajari hal-hal dasar kepada anak. Seperti bagaimana cara makan yang benar, cara minum yang benar, cara bersikap yang benar, cara berdiri yang benar, dan cara lainnya yang sangat berguna.

Eh tanpa sadar, si anak mempelajari apapun yang diperlihatkan oleh orang tua. Jika orang tua sering memperlihatkan kalau dia sombong, si anak akan mempelajari bahwa sombong itu memang baik. Kalau orang tua memperlihatkan kalau dia ramah, maka si anak akan mempelajari bahwa ramah itu baik.

Segala hal yang diperlihatkan oleh orang tua, maka si anak akan memperlajarinya dengan sungguh-sungguh.

2. Anak mencontoh sosok dikaguminya

Baby Icon

Anak akan otomatis mencontoh sosok yang dia kagumi. Kalau si anak mengagumi idola tertentu, maka dia akan berusaha mencontoh idola tersebut. Jika si anak mengagumi orang tuanya, maka dia pun akan mencontoh orang tuanya.

Bisa dilihat di lapangan, betapa banyak anak berusaha seperti orang tuanya. Jika orang tuanya sesosok ilmuwan hebat, maka si anak akan berusaha menjadi ilmuwan. Jika orang tua sesosok guru yang berjasa, maka si anak menjadi guru.

Memang sih, ada juga anak yang bertolak belakang dengan orang tuanya. Si orang tua ahli matematika ternyata anak ahli menggambar. Tapi kalau perhatikan lebih dalam, si orang tua ternyata ahli menggambar juga, sayangnya keahlian tersebut dia kubur dalam-dalam.
Sosok yang dikagumi anak pertama kalinya dan itu terjadi tanpa sadar adalah orang tua. Karena sejak kecil, yang selalu disamping anak adalah orang tua. Bagi si anak, orang tua adalah sosok yang dikagumi.

Buktinya, kalau misal si anak berpisah jauh dari orang tua, dia selalu berkata yang baik-baik mengenai orang tuanya. Betapa orang tuanya begitu membanggakan.

3. Orang tua memberikan dampak besar

two people icon

Ketika orang tua memberikan kekerasan kepada anak di waktu kecil, misal dengan memberikan pukulan sangat keras, maka itu akan menjadi trauma mendalam bagi si anak. Namun, ketika orang tua memberikan kehangatan yang mendalam, misal memberikan pelukan hangat sebelum tidur, maka itu akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

Hal tersebut dikarenakan memang orang tua adalah sosok dikagumi dan memberikan dampak yang besar, baik itu disadari maupun tidak disadari. Coba deh merenung, apakah kepribadian yang terjadi pada kita merupakan dampak dari orang tua? Bukankah kita menjadi sekarang karena ajaran orang tua dulu yang penuh dengan sejuta pelajaran?

Dampak yang diberikan orang tua kepada anak sangat besar. Bahkan tanpa sadar selalu terngiang seumur hidupnya. Perhatikan betapa banyak anak trauma akan sesuatu dikarenakan kelakukan orang tua semasa kecil. Betapa anak mendalami sesutu karena pengalaman indah yang diberikan orang tua.

Dampak orang tua sangat besar, maka jadilah orang tua yang menjadi panutan terbaik untuk anak tercinta.