Kenapa Setiap Orang Memiliki Sidik Jari Berbeda?

Setiap orang pasti memiliki sidik jari berbeda. Bahkan, bagi orang kembar identik sekalipun akan memiliki sidik jari yang berbeda. Seperti wajah, tidak ada yang sama antara satu wajah dengan wajah lainnya.

Padahal, jika dibandingkan dengan jumlah manusia saat ini. Di tahun 2018 ini, jumlah manusia di Bumi sudah mencapai 7,53 miliar. Artinya, ada sekitar 7,53 miliar sidik jari yang berbeda. Bisa terbayang nggak tuh, gimana proses pembuatan sidik jari yang berbeda sebanyak 7,53 miliar?

Sidik jari yang dimiliki merupakan kulit tebal yang terbentuk ketika masih berada dalam kandungan loh. Lapisan inilah yang nantinya akan menentukan pola sidik jari. Tentu saja pembentukan pola ini memiliki banyak faktor. Bisa jadi faktor makanan, minuman, kondisi rahim, bahkan pergerakan bayi. Mungkin karena ini juga mengapa bayi kembar identik memiliki sidik jari yang berbeda.

Pada sekitar tahun 1870, antropologis Prancis, Alphonse Bertilion menggunakan tulang dan anggota tubuh lainnya untuk identitas seseorang. Namun, metode identitas seseorang seperti ini memiliki banyak kelemahan. Akhirnya, digunakanlah sidik jari untuk mengindentifikasi identitas seseorang. Bahkan sekarang, untuk pembuatan surat-surat penting membutuhkan sidik jari. Seperti untuk pembuatan SIM, STNK, ViSa, dll. Sidik jari itu penting banget deh.

Bahkan nih, di era smartphone penggunaan sidik jari sangat digunakan. Kita tidak lagi repot-repot untuk mengetik sandi di layar smartphone atau mengusap-usap sesuai kode sandi pattern. Cukup tempelkan sidik jari dan selesai.

Memang, pola sidik jari itu berbagai macam. Setidaknya, ada 4 pola dasar mengenai sidik jari ini, yaitu: Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius. Selebihnya hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini.

Beberapa orang mungkin saja memiliki Whorl, Arch, atau Loop pada sidik jari yang berbeda, ada juga Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah jari, dan kebanyakan orang ada yang mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan lainnya. Pola-pola tersebut dapat juga ditemukan pada ruas kedua dan ketiga di setiap jari.

  1. Whorl Whorl bisa berbentuk Spiral, Bulls-eye, atau Double Loop. Whorl adalah titik-titik menonjol dan kontras, dan bisa dilihat dengan mudah. Cetakan Spiral dan Bulls-eye persis satu bangun dalam interpretasinya, namun yang kedua memberikan sedikit banyak fokus.
  2. Arch Pola ini bisa dilihat sebagai Flat Arch, atau Tented Arch. Perhatikan setiap pola Arch ada pola menaik sangat tinggi.
  3. Loop Loop dapat menaik pada ujung jari, atau menjatuh pada arah pergelangan tangan. Common Loop bergerak pada arah ibu jari, sementara Radial Loop (Loop terbalik) bergerak pada arah ujung pemukulnya ke sisi lengan.
  4. Triradius Triradius (juga disebut “Delta”) digunakan untuk menunjuk dengan tepat pusat dari setiap gunung. Gunung-gunung tersebut kemudian dilihat sebagai terpusat, kecenderungan, atau berpindah.

Oh ya, pada keadaan bencana alam atau kecelakaan, penggunaan sidik jari sangat membantu banget dalam mengidentifikasi korban. Namun, kalau sidik jari tidak ada, terpaksa menggunakan identifikasi DNA.

Begitu juga dalam dunia kriminal. Biasanya hal yang utama untuk diselidiki dalam mencari tahu korban kejahatan adalah sidik jari yang tertinggal atau tertempel pada tempat kejadian perkara. Tentu saja dalam mencari tahu hal ini tidak semudah yang kita lihat di film-film action. Sangat rumit dan penuh berbagai pertimbangan.

Jadi bagaimana, sudah tahu belum kenapa pola sidik jari setiap orang berbeda? Berarti pola yang berbeda itu terbentuk secara alami dan tidak bisa diatur, hihihi. Jadi jangan pernah menganggap kalau ada sidik jari yang sama untuk dua orang yang berbeda ya. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here