Kenapa Pada Awal Kuliah Semangat Menggebu-Gebu

Pada Awal Perkuliahan, rasanya semangat sekali kuliah. Ingin menjadi yang terbaik, IPK tertinggi, bahkan aktif dengan kegiatan mahasiswa. Pokoknya menjadi mahasiswa ideal banget, nggak ada yang namanya bermalas-malasan. Oh ya, ingin juga tuh punya pasangan yang sempurna waktu kuliah.

Berhari-hari penuh dengan belajar. Sesulit apapun pelajaran saat perkuliahan, tetap dikerjakan juga. Dalam hati berprinsip bahwa jika dikerjakan, akan mengerti juga. Bahkan nih, bertanya kepada kakak senior atau mungkin jadi penghuni tetap perpustakaan.

Tapi anehnya, setelah perkuliahan berjalan beberapa tahun, rasanya kok malas sekali kuliah. Lihat nilai bagus saja rasanya tidak mungkin. Mau belajar, sudah malas. Mau ikut kegiatan mahasiswa, bermalas-malasan juga. Ingin punya pasangan ideal, malas juga. Pokoknya semester akhir tuh rasanya malas banget kuliah.

Pertanyaannya, kenapa hal tersebut bisa terjadi?

1. Awal Perkuliahan Masih Memiliki Keinginan Menjadi Terbaik

Strong icon

Nah, semua mahasiswa mungkin merasakan demikian. Pada awal perkuliahan ingin menjadi yang terbaik, baik dari segi nilai, sikap, bahkan penampilan juga. Rasanya keinginan menjadi menggebu-gebu awal-awal perkuliahan.

Memang sih, kalau dipikir-pikir, awal itu adalah hal yang membuat semangat. Pernah ingat nggak awalnya kita sekolah dulu waktu SD. Semangat banget tuh. Bahkan sampai takut banget kalau dikasih hukuman. Padahal hukumannya hanya disuruh berdiri.

Pada saat awal bermain game juga, awal-awalnya tuh semangat banget. Apalagi game kompetitif, rasanya ingin menjadi yang terbaik. Semua trik dipelajari, bahkan kadang menghabiskan beberapa rupiah untuk menjadi terbaik.

Wajar, awal-awal itu memang semangat.

2. Belum Merasakan Sulitnya Perkuliahan

warning icon

Masih pemula, masih belum merasakan sulitnya perkuliahan. Ditambah semangat sedang menggebu-gebu lagi. Segala kesulitan kalau sedang semangat-semangatnya akan terasa ringan. Namun ketika pertambahan semester, baru tuh mulai rasanya kuliah itu sulit banget. Beda banget dengan sistem pembelajaran di bangku sekolah.

Iya sih, kalau dilihat sekilas sistem pembelajaran di perkuliahan itu gampang banget. Nggak perlu mendengarkan dosen, cukup hanya hadir saja, dah aman itu. Pakaian bebas, itu merupakan daya tarik tersendiri, yang mana dulu di waktu bangku sekolah pakaian ditentukan. Jam pembelajaran perkuliahan bisa dipilih sesuka hati. Nggak ada Pekerjaan Rumah alias PR, tapi waktu perkuliahan diganti dengan istilah tugas.

Tapi setelah didalami beberapa semester, ternyata kehidupan perkuliahan itu sangatlah melelahkan. Tugas menggunung sampai-sampai memaksakan diri untuk begadang. Nilai itu abu-abu, pintar pun belum tentu dapat nilai bagus. Jadwal perkuliahan tidak jelas, apalagi kalau dosen berhalangan hadir. Belum lagi ada teman yang menusuk dari belakang, ditambah hubungan asmara yang berantakan. Oke, kuliah bakal susah banget tuh.

3. Semangat Belum Memudar

Purpose Icon

Yang namanya diawal-awal pasti semangat. Seperti ketika main game, awalnya saja tuh semangat, lama-lama menjadi bosan. Namun, semangat tersebut akan memudar seiring dengan bertambahnya waktu. Bahkan bisa hilang tuh semangat. Bisa dilihat seorang mahasiswa yang semester awal IPK-nya melangit, belajarnya mantap, kehadiran full. Tapi setelah semester akhir, IPK-nya hidup segan mati tak mau, belajarnya entah kapan dan dimana, kehadiran seperti hantu, absen ada tapi orangnya nggak ada.

Ketika kita tidak masuk ke dalam suatu sistem, maka rasanya akan semangat. Kalau diingat-ingat, waktu di bangku sekolah juga demikian. Ketika awal masuk SMA, semangat belajar menggebu-gebu. Eh setelah satu semester berjalan, semangat tiba-tiba anjlok. Awal masuk SD, semangat belajar menggebu-gebu. Ketika beberapa tahun kemudian, semangat belajar tiba-tiba hilang.

Maka dari itu, perlu untuk menjaga semangat tersebut. Kalau semangat itu tidak dijaga, maka kehidupan perkuliahan akan sulit. Apalagi tuh di semester akhir. Sudah semangat menurun, ditambah berhadapan dengan skripsi.