Kenapa Belajar Matematika Sangat Sulit?

Pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran wajib. Rasanya setiap sekolah, baik itu di jenjang manapun akan tersentuh tuh yang namanya matematika. Dari TK sampai kuliah S3, bakal nemu tuh. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari juga banyak dijumpai.

Tidak percaya? Kalau misalkan dalam keadaan di swalayan, kamu beli sabun misalnya seharga 3.500. Kamu memberi kasir uang kertas 5.000. Jadi, berapa kembalian yang kamu dapatkan? Tunggu-tunggu, bukannya itu matematika? Pelajaran penjumlahan dan pengurangan?

“Tapi kan gampang?”

Eh, siapa bilang gampang? Coba dulu ingat waktu kamu mempelajari penjumlahan dan pengurangan pertama kali. Apakah langsung berhasil itu penjumlahan dan pengurangan? Tidak kan? Perlu beberapa kali latihan baru mahir. Kebetulan penjumlahan dan pengurangan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan pemahaman.

Jadi, kenapa mempelajari matematika sangatlah sulit?

1. Guru Tidak Menarik

whiteboard icon

Ayo ngaku deh. Kalau guru menarik dan penjelasan enak banget, bakal semangat belajar. Tapi kalau guru tidak menarik, cenderung membosankan, bahkan malas-malasan, jadinya semangat belajar pun tidak ada. Bahkan, membuka buku pelajaran yang guru ajarkan tidak berminat.

Memang diakui sih. Jarang ada manusia yang pintar matematika dan dia itu asyik banget. Biasanya tuh kaku, muka datar kadang suram, dan suaranya lembut malah. Masalah penampilan relatif ya.

Karena memang mesti diakui kebanyakan guru matematika tidak menarik, sehingga banyak siswa yang tidak ingin memperdalam matematika. Bahkan, malas deh belajarnya. Alhasil, bakal sulit untuk memahami matematika.

Coba misalkan kalau gurunya menarik. Penjelasan mudah dimengerti, tidak buat ngantuk. Belajar jadi semangat. Terus kalau ada soal yang tidak dimengerti, akan berusaha dikerjakan sebisa mungkin. Belajar terasa menyenangkan. Tentu hal ini akan membuat matematika menjadi mudah.

Kalau guru tidak menarik, akhirnya menjadi malas belajar, wajar matematika terasa sulit.

2. Gagal Paham

Fail Icon

Pernah tidak mengalami suatu kejadian, ketika dilihat dari contoh soal, “Oh gampang kok.” Tiba-tiba dilihat di latihan soal susah banget. Dan anehnya, soal-soal di latihan soal tidak ada yang mirip dengan contoh soal.

Hehe, saya juga sering banget menemukan seperti itu kok. Rasanya nih, lihat contoh soal matematika itu gampang banget. Eh, ketika disuruh mengerjakan soal-soal, keringatan deh, nggak mengerti sama sekali.

Nggak tahu ya kenapa. Di contoh soal diberikan contoh yang mudah. Anehnya di latihan soal, diberikan yang susah banget. Tentu saja jadinya gagal paham. Kalau sudah gagal paham, rasanya matematika itu menjadi sulit.

Belum lagi nih, ketika dijelaskan guru, gampang banget tuh aljabar. Ketika disuruh dikerjakan sendiri dengan soal yang sama dengan penjelasan guru, baru deh keringatan mengalir deras. Tiba-tiba pikiran kosong, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

3. Matematika Bukan Hafalan

warning icon

Memang, matematika mengandung rumus-rumus abstrak yang mampu membuat rambut rontok seketika. Terkadang saya pernah berpikir, “Bagaimana kalau rumus-rumus ini dihafal. Toh cara mengerjakan matematika sesuai dengan rumus.” Eh, ternyata apa yang terjadi? Rumus sih hafal luar kepala, tapi bagaimana cara mengunakan rumus tersebut di matematika saya kesusahan, keringat mengalir deras.

Usut punya usut, ternyata matematika itu bukan hafalan. Tapi matematika itu memahami. Kalau sudah paham otomatis rumus akan hafal. Bahkan, kalau sudah paham matematika, akan tercipta rumus baru.

Jadi jangan sampai salah paham! Matematika itu bukan hafalan, tapi memahami. Jadinya harus sering latihan soal.

4. Jarang Latihan Soal

Note Icon

Nah, ini nih yang menjadi permasalahan pada matematika, jarang latihan soal. Matematika itu butuh latihan yang sangat sering.

Bahkan nih, katanya ini ya! Seorang jenius Albert Einstein pernah gagal di pelajaran matematika. Tapi dia tidak menyerah. Dia latihan berulang kali hingga menjadi pintar.

Nah, kamu yang hanyalah siswa biasa. Hanya percaya dengan latihan soal berjumlah satu atau dua, itupun yang dikerjakan oleh guru. Tiba-tiba merasa pintar matematika. Oh tidak semudah itu. Tentu kamu bakal kesusahan.

Ada orang yang langsung ahli matematika? Nggak ada!

Seorang jenius saja bisa gagal, apalagi seorang yang biasa saja. Memang ada sih beberapa siswa yang langsung paham dalam matematika. Tapi itu tampak dari luar saja. Padahal mungkin, di malam hari atau di saat kamu tidak melihat dia, dia mati-matian berlatih matematika.

Hehe, itu termasuk pengalaman saya juga. Saya punya teman yang ahli banget matematika. Pokoknya kalau pelajaran matematika, dia selalu nomor satu. Ketika dijelaskan oleh guru satu kali, dia langsung mengerti. Eh, akhirnya ketahuan kalau teman saya itu selalu berlatih soal matematika setiap malam.

5. Matematika Memang Susah

Sad Icon

Memang, ada beberapa orang yang kesulitan dalam matematika. Mereka tidak bisa dipaksakan. Walaupun sudah berlatih berulang kali, tetap kesulitan. Orang seperti ini adalah spesial. Memang, kemampuan dia bukan matematika.

Mungkin mereka ahli dalam sejarah, geografi, menggambar, biologi, dan pelajaran lainnya. Jadi, ketika di matematika mungkin lemah tapi ketika pelajaran sejarah, dia mampu menghafal seluruh isi buku.

Jadi, kemampuan setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang ahli matematika tapi sangat payah dalam hafalan. Ada orang yang memiliki imajinasi luas tapi kesulitan dalam logika. Ada orang yang mempunyai otak cemerlang dalam menghafal tapi lemah dalam menghitung. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Tapi … kalau kamu merasa memang matematika itu sulit dan ternyata sejarah itu gampang. Bukan berarti kamu meninggalkan matematika begitu saja. Pahami walaupun sedikit, karena matematika itu akan berguna untuk kamu juga. Ya … setidaknya pahamilah penjumlahan dan pengurangan.