Jangan Meremehkan Tidur Siang Karena ada Sejuta Manfaat

Ketika dulu waktu kecil, ibu sering marah-marah mengingatkan tidur siang. Namun memang namanya anak-anak, wajar rasanya kalau malas tidur siang. Akhirnya, hanya pura-pura tidur siang saja, setelah ibu pergi bangun dan pergi main-main.

Mungkin ada juga yang lebih ekstrim. Ketika ibu menyuruh tidur siang, langsung mengambil langkah seribu. Main kejar-kejaran deh dengan ibu.

Ada juga loh yang sampai menangis kalau disuruh tidur siang, hihihi.

Sekarang ketika sudah dewasa, bagaimana perasaan kita mengenai tidur siang. Disadari atau tidak, tidur siang itu rasanya tidur eksklusif. Kita berusaha keras untuk mendapatkan waktu tidur. Bahkan ada yang berusaha mencuri-curi waktu kosong agar bisa tidur siang.

Memang tidak dipungkiri lagi, begitu banyaknya manfaat dari tidur siang. Seperti sebuah baterai yang perlu di charger. Walaupun baterai tinggal 50%, tapi kalau sudah di charger menuju 90%, baterai tersebut akan semakin maksimal performanya.

Memang, persen otak kita akan mencapai 20% ketika tengah malam. Itu rasanya sulit banget untuk konsentrasi penuh. Kalau siang hari sekitar 60%. Tapi, lebih baik mana. Di charger dari 60% menuju 90% atau dari 20% menuju 90%. Tentu lebih maksimal dan praktis di charger dari 60% menuju 90%.

Itulah sejuta manfaat dari tidur siang. Tidur siang ini seperti menyegarkan pikiran. Hingga pikiran tidak terlalu lelah. Tidak membutuhkan waktu banyak. Tidur siang tiga puluh menit rasanya itu ampuh banget.

Tidur siang mampu meningkatkan fokus kita. Kita menjadi lebih fokus menjalani hari-hari karena otak telah diberikan istirahat. Ini sangat berbeda ketika kita tidak tidur siang. Satu harian tanpa tidur siang rasanya otak dipaksa bekerja agar maksimal. Hasilnya memang tidak signifikan. Tapi perkembangan kecil dari fokus sebuah otak itu sangat berharga (Milner, dkk, 2009).

Kalau sudah berhubungan dengan fokus pikiran, banyak hal sensitif di sana. Bayangkan saja bagaimana kita mengambil keputusan di saat tidak bisa fokus. Ketika harus memilih pilihan A atau B, dan efek dari kedua pilihan itu memberikan dampak pengaruh besar. Pilihan A memberikan perkembangan positif namun pilihan B memberikan dampak positif kecil sekali, selebihnya dampak negatif.

Fokus pikiran juga mampu menyelamatkan kita dari bahaya. Ketika sang mantan datang minta balikan, itu butuh banget fokus.

Tidur siang juga mampu meningkatkan kesegaran tubuh, sehingga tercipta badan yang sehat. Seperti sebuah smartphone. Ketika selesai di charger, maka smartphone tersebut akan segar. Begitu juga dengan tubuh. Namun perbedaan tubuh dengan smartphone, tubuh tidak ada batas maksimal di charger. Semakin sering di charger, semakin baik (Jenifer, M, dkk, 2015).

Jadi rasanya wajar kalau kita lihat fenomena, orang yang suka tidur siang walaupun sebentar itu lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang. Karena efeknya pada pikiran yang segar.

Yang paling kelihatan efeknya adalah anak-anak. Anak-anak yang terbiasa tidur siang, maka pertumbuhan kesehatan, badan, dan juga mentalnya semakin berkembang dan berkembang. Namun anak yang tidak terbiasa tidur siang, rasanya perkembangannya sedikit lambat.

Namun yang harus diingat, tidur siang ini tidak tidur seharian dengan waktu yang lama. Banyak juga orang menafsirkan tidur siang ini adalah tidur di siang hari, selama empat jam dan bangun pada saat matahari tenggelam. Kalau ini mah bukan tidur siang, ini mah namanya istirahat total.

Memang dampaknya sangat terasa. Kita yang hanya tidur siang setengah jam saja dibandingkan lima jam. Terasa lebih segar tidur siang yang hanya setengah jam.

Jadi, jangan meremehkan tidur siang. Selagi ada waktu untuk tidur, jangan sia-siakan kesempatan untuk tidur siang. Jangan menghabiskan waktu terbuang percuma. Jangan menganggap tidur siang itu hanya untuk anak kecil.

Anak kecil memang butuh tidur siang, namun orang dewasa lebih membutuhkan tidur siang sebenarnya dibandingkan anak kecil. Karena orang dewasa, membutuhkan fokus pikiran yang maksimal demi menjalani hari yang menyenangkan.

Referensi:

  • Jenifer, dkk, 2015, “Napping to modulate frustration and impulsivity: A pilot study” Personality and Individual Differences (86): 164-167
  • Millner, E and Cote A, 2009, “Benefits of napping in healthy adults: impact of nap length, time of day, age, and experience with napping” Journal of Sleep Research 2(18): 272-281.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here