Jangan Menyerah pada Percobaan Pertama

Gagal itu masalah biasa. Semua orang pernah gagal kok. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak pernah gagal. Tapi memang, kegagalan itu sungguh menyakitkan. Bahkan rasa kegagalan tersebut bisa membekas seumur hidup.

Seperti contoh kita ingin menulis sebuah novel. Dalam bayangan sih, menulis itu adalah hal yang mengasyikkan. Hanya duduk saja kok di depan komputer, terus biarkan imajinasi berbicara sembari jemari menari di atas keyboard.

Tapi, ketika novel tersebut sudah selesai, bukan pujian yang didapat malah sebuah kritik tajam. Kebetulan novel tersebut dikirim ke penerbit, berharap diterbitkan. Jadinya rasanya kita menjadi gagal menulis novel.

Gagal Pertama itu Biasa

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang langsung berhasil pada percobaan pertama. Kalau memang ada, berarti dia sedang beruntung saja. Pasti pada percobaan kedua dan seterusnya dia akan mengalami kegagalan.

Pada percobaan pertama kita itu seperti meraba-raba. Meraba untuk menentukan bagaimana hasil yang terbaik. Menentukan ciri khas kita. Menentukan seni yang digunakan. Tentu saja masih tiru sana tiru sini.  Jadi wajar dong kalau pada percobaan pertama tidak ada konsistensi pada karya.

Kalau masih meraba tentu saja kemungkinan gagalnya besar. Jadi wajar dong kalau percobaan pertama gagal. Jadi, jangan menyerah pada percobaan pertama. Bangkit dan terus belajar. Orang akan menjadi ahli kalau sudah melakukan berkali-kali. Bohong ada orang mengatakan dia baru saja pertama kali melakukan dan dia menghasilkan karya yang bagus. Dia itu sebenarnya sudah latihan berkali-kali tanpa sepengetahuan kita.

Orang Jenius Pun Bisa Gagal

Apa perbedaan orang jenius dengan orang biasa? IQ orang jenius lebih tinggi dibandingkan orang normal. Ehm, kalau itu sih iya banget, itu tidak terbantahkan. Tapi, dalam kehidupan sehari-hari nyaris tidak ada bedanya orang jenius dengan orang biasa.

Yang membedakan orang jenius dengan orang biasa adalah mereka selalu melakukan hal-hal yang mereka senangi berulang-ulang. Misal orang jenius suka matematika. Dia akan melakukan menyelesaikan soal matematika lebih banyak dibandingkan orang biasa. Alhasil, wajar dong kalau dia ahli banget dalam matematika. Coba kalau di tes seni, dia pasti kesusahan karena itu adalah percobaan pertamanya.

Jadi, bisa dikatakan tidak ada orang jenius. Itu hanyalah sebuah angka yang dalam bentuk IQ. Perbedaan mendasar adalah seseorang yang sering latihan dan tidak pernah menyerah dalam kegagalan dibandingkan dengan orang yang jarang latihan, merasa ahli lagi, dan tiba-tiba menyerah saat gagal.

Bayi pun Tidak Langsung Bisa Berjalan

Pernah lihat bayi? Anak kecil yang imut banget kalau dia tertawa, rasanya senang banget. Tapi kalau dia menangis, rasanya sakit banget telinga ini. Hampir semua orang suka dengan bayi. Sudah imut, menggemaskan, nggak bau lagi.

Nah, apakah bayi akan langsung bisa berjalan? Tiba-tiba saja dia berjalan begitu tanpa berlatih. Tidak dong, pasti ada tahap latihan. Dan pastinya pada percobaan pertama si bayi akan terjatuh dan menangis dengan keras.

Lalu, setelah menangis bayi tersebut mulai lagi percobaan kedua. Tiba-tiba si bayi merasa lebih baik merasa lebih baik tapi tetap saja gagal. Lalu si bayi menangis. Terus si bayi mencoba lagi. Yee sudah sedikit bisa dia berjalan. Tapi jatuh lagi.

Hingga percobaan beberapa kali hingga si bayi ahli berjalan. Tidak ada lagi kegagalan yang dia temukan. Keberhasilan si bayi berbuah manis setelah beberapa kali gagal.

Wajar Kalau Gagal itu Bikin Sedih

Iya siapa yang tidak merasa sedih ketika gagal? Hal itu memang wajar. Nggak apa-apa menangis ketika gagal. Asal jangan menangis sampai meraung-raung ya, terus berlari-lari keliling kota. Bayi ketika gagal juga dia langsung menangis.

Yang terpenting adalah jangan berhenti ketika gagal. Sedih boleh tapi menyerah tidak boleh. Setelah puas bersedih lalu bangkit. “Aku akan berhasil.” Eh tiba-tiba gagal lagi. Terus sedih deh, nggak apa-apa. Lalu bangkit lagi dan mencoba lagi. Nah setelah beberapa kali gagal akhirnya berhasil.

Kalau dipikir-pikir, kebanyakan orang sukses tersebut banyak sekali gagal dalam hidupnya. Sukses itu masa sekarang, yang membuat kita tergiur untuk mengikuti jejaknya. Tapi kalau ditelusuri masa lalunya, ternyata banyak sekali kegagalan hidupnya.

Yah …, yang namanya gagal itu pasti menyakitkan. Apalagi kalau kita ingin berhasil tapi … kegagalan yang justru didapat. Tentu rasanya sangat sakit. Tapi, jangan menyerah, lakukan lagi hingga akhirnya berhasil.

Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah mereka yang telah gagal berkali-kali di masa lalunya.