Hukum Dasar Kimia pada Stoikiometri

Pada stoikiometri ada beberapa hukum dasar untuk memahami kimia secara utuh. Hukum tersebut didapat dari berbagai percobaan sehingga kebenarannya sudah terbukti. Hukum dasar kimia ini sangat membantu.

Apa itu stoikiometri? Stoikiometri adalah mempelajari dari perhitungan kimia secara kuantitatif, tidak hanya terbatas pada unsur saja tetapi sampai pada perhitungan senyawa maupun campuran.

Berikut hukum dasar kimia pada stoikiometri.

1. Hukum Lavoiser (Kekekalan Massa)

“Massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi.”

2. Hukum Proust (Ketetapan Perbandingan)

“Suatu senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusun selalu tetap tinggi.”

3. Hukum Dalton (Perbandingan Berganda)

“Jika unsur A dan unsur B membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka untuk unsur A yang tetap, massa unsur B dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.”

4. Hukum Gay Lussac (Perbandingan Volume)

“Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi akan berbanding sebagai bilangan (koefisien) bulat sederhana jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama.”

Rumus:

Rumus Gay Lussac

5. Hukum Avogadro

“Gas-gas dalam volume sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Dalam 1 mol zat mengandung 6,02 x 1023 partikel, yang disebut dengan Bilangan Avogadro.”

Rumus:

Rumus Avogadro

6. Hukum Boyle (Ketetapan Hasil Kali Tekanan dan Volume)

“Hasil kali tekanan gas dan volume gas akan selalu tetap jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama.”

Rumus:

PA.VA = PB.V

7. Hukum Boyle-Gay Lussac

“Hasil kali tekanan gas dan volume gas akan selalu tetap jika dibagi suhu mutlak.”

Rumus:

Rumus Boyle-Gay Lussac