Gagal dalam Ujian itu Hal yang Biasa

Siapa yang menginginkan gagal dalam ujian? Tentu saja tidak ada yang menginginkan hal tersebut. Inginnya sih setelah ujian mendapatkan hasil yang memuaskan yang mampu membuat bibir tersenyum lebar.

Namun, kadang terjadi begitu. Sudah mempersiapkan seratus persen dalam menghadapi ujian. Tiba-tiba hasil yang didapat malah tidak memuaskan, cenderung gagal. Mungkin banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Bisa karena sakit, atau tiba-tiba pikiran kosong.

Sedih, tentu merasa sedih. Siapa yang tidak sedih bila gagal. Namun, jangan kegagalan tersebut membuat hati terlena dalam kesedihan. Siapa yang menginginkan kegagalan, tidak ada! Namun, kegagalan itu akan terjadi.

1. Gagal itu Biasa Terjadi

recycle icon

Banyak orang menghindari gagal dalam ujian. Namun sejatinya, gagal dalam ujian itu adalah hal yang biasa. Bisa jadi karena kurangnya persiapan saat menghadapi ujian, sehingga menyebabkan kewalahan.

Atau memang persiapan dalam menghadapi ujian sudah seratus persen. Tapi ada beberapa faktor yang menyebabkan gagal, misalnya karena fokus menghafal materi bukan memahami, sehingga terjadi gagal dalam ujian.

Banyak banget peserta ujian yang mengalami kegagalan. Bahkan kalau diperhatikan nih. Orang yang gagal ujian lebih banyak dibandingkan yang berhasil dalam ujian. Jadi, kesimpulannya, gagal ujian itu biasa.

2. Kegagalan Bukan Ditakutkan

Fail Icon

Karena hal tersebut adalah bisa terjadi, nggak perlu ditakutkan. Hadapilah kegagalan tersebut. Mungkin sebelum ujian, gagal dalam ujian terus membayangi pikiran, sehingga membuat pikiran stress. Hadapi dengan gagah berani.

Bayang-bayang gagal dalam ujian memang ada. Apalagi kalau itu adalah ujian penting banget, ujian masuk perguruan tinggi misalnya. Ada berapa banyak orang yang sakit hati ketika mendengar gagal ujian. Tapi jangan terlalu lama bersedih. Ada setiap pembelajaran berarti bagi kegagalan.

Hanya saja, terkadang pembelajaran tersebut halus banget, susah kelihatan. Perlu yang namanya kesabaran agar mampu melihat pembelajaran tersebut.

3. Ada Pembelajaran di Setiap Kegagalan

Setiap kegagalan selalu ada pembelajaran. Mungkin, persiapan dalam ujian sudah seratus persen. Tiba-tiba saja badan sakit saat ujian. Ternyata selama melakukan persiapan, tubuh kekurangan tidur. Tubuh dipaksa begadang sampai larut malam hanya untuk belajar. Berarti pembelajaran yang didapat, jaga kesehatan.

Atau bisa saja, ketika dalam ujian, tiba-tiba kewalahan. Padahal persiapan dalam ujian sudah maksimal. Sudah beratus-ratus latihan soal dikerjakan. Namun, fokus dalam belajar adalah menghafal, mengetahui cara cepat, tapi tidak memahami konsep. Pada soal ujian, soalnya dirubah sedikit, sehingga membuat pikiran tidak mengerti apa yang dimaksud oleh soal. Berarti pembelajaran yang diambil, pahamilah materi pelajaran.

Atau bisa juga, ketika dalam ujian, rasanya gampang banget mengerjakannya. Senyum-senyum gitu melihat soal. Mudah sekali rasanya, karena sangat mudahnya, soal belum dibaca sepenuhnya, sudah mengerti apa tuh maksud soal. Menjawab soal di lembar jawaban pun jadi gampang. Bahkan, sebelum waktu selesai, soal sudah dikerjakan semuanya. Ternyata, hasilnya gagal juga. Setelah diperiksa, jawaban yang kita pikirkan benar, namun apa yang tertulis di lembar jawaban salah. Pembelajaran didapat, harus hati-hati dalam mengerjakan soal.

Bisa juga karena persiapan sebelum ujian kurang maksimal, hingga akhirnya gagal dalam ujian. Pembelajaran didapat, persiapkan ujian dengan maksimal.

Dan masih banyak lagi pembelajaran yang didapat.

Kesimpulannya, gagal dalam ujian itu adalah hal yang biasa. Bersedih ketika gagal boleh, tapi jangan lupa untuk mengambil setiap pelajaran pada kegagalan.