Diterima Adsense Full Approve Setelah 50 Kali Penolakan

Pendaftaran adsense sih memang mudah, hanya hitungan menit saja sudah berhasil didaftarkan. Tapi … untuk diterima sebagai mitra adsense sangat sulit sekali. Membutuhkan keuletan dan kesabaran untuk menghadapinya. Google semakin ketat menyeleksi siapa yang akan diterima adsense atau tidak. Bahkan, saya sering sekali mendapat penolakan dari adsense. Dan akhirnya, saya diterima adsense full approve setelah 50 kali penolakan.

Benarkah sampai 50 kali penolakan? Hehe sebenarnya bisa kurang bisa lebih. Saya tidak bisa lagi menghitung seberapa banyak penolakan yang saya terima. Setiap saya mengirim pengajuan adsense, beberapa hari setelahnya pasti diterima email penolakan. Alasan ditolak juga beragam, setidaknya, saya mengalami tiga alasan penolakan adsense. Lebih sering, saya mendapat alasan, “artikel tidak memadai.”

Berbagai cara telah saya upayakan agar diterima. Dan akhirnya, setelah perjuangan yang panjang saya diterima. Saya akan menguraikan kesalahan saya ketika hendak mendaftar adsense dan usaha saya untuk memperbaikinya.

Kesalahan yang Saya Lakukan

Kesalahan yang saya lakukan sangat banyak. Ya … sedikit demi sedikit saya memperbaiki sedikit. Setidaknya, berikut kesalahan yang saya lakukan.

1. Terburu-buru hendak mendaftar adsense

Nah, ini kesalahan pertama saya. Saya terburu-buru hendak mendaftar adsense. Setiap email penolakan yang saya terima, beberapa hari kemudian, saya langsung ajukan lagi. Tentu saja balasan dari google tetap sama, ditolak.

Ada rasa dalam diri saya, bahwa saya harus cepat-cepat hendak mengajukan adsense agar diterima. Namun, hal tersebut tidak baik. Karena, ketika terburu-buru mengajukan adsense, saya tidak sempat untuk memperbaiki blog saya, terutama pada artikel yang kualitasnya memang di bawah standar.

2. Tidak sabar memperbaiki kualitas artikel

Nah ini dia, saya tidak sabar memperbaiki kualitas artikel. Hendaknya, setiap artikel yang saya publikasikan, saya perhatikan satu persatu. Lakukan editing dan penyuntingan lebih lanjut, agar kualitas semakin bertambah. Ini saya malas. Perasaan saya, kualitas artikel yang saya miliki sudah sangat bagus.

Saya melakukan tindakan cepat untuk memperbaiki kualitas artikel, yaitu menghapus artikel yang menurut saya tidak bagus. Padahal itu adalah kesalahan terbesar saya. Hendaknya saya memperbaiki artikel tersebut, sehingga artikel saya semakin bagus. Tidak tanggung-tanggung, sampai ratusan artikel saya hapus begitu saja.

Hingga akhirnya, artikel yang tersisa hanya puluhan saja. Dan tidak beruntungnya, artikel tersebut, merupakan artikel yang tidak bagus pula. Akhirnya, saya terpaksa untuk memperbaiki artikel tersebut.

3. Tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Dalam Bahasa Indonesia pasti ada yang namanya EBI, nah … EBI ini sangat susah sekali. Belum lagi pemilihan kata dalam membentuk sebuah kalimat yang menarik dan berkualitas tinggi juga sangat susah.

Akhirnya, saya sering sekali mengabaikan yang namanya EBI. Saya menulis suka-suka tanpa mengikuti aturan Bahasa Indonesia. Sehingga, dampak dari itu semua, artikel yang saya miliki memiliki kualitas yang jelek. Dan … ketika saya berusaha memperbaiki artikel tersebut, karena EBI tidak diperhatikan, terpaksa saya menulis artikel tersebut dari awal dengan memperhatikan EBI. Artinya, saya kerja dua kali lipat untuk memperbaiki sebuah artikel.

Bukan hanya masalah EBI yang diperhatikan, pemilihan kata baku yang tepat juga diperhatikan. Karena pastinya, si penilai adalah pegawai Google yang notabenenya adalah orang luar negeri, atau orang dalam negeri yang terbiasa menggunakan kata baku. Untuk mempermudah tim penilai, gunakanlah kata baku dan benar. Eits, ingat! gunakan kata baku dan buat kalimat yang menarik.

4. Pengunjung masih sepi

Iya ini juga faktor sih. Buat apa buru-buru daftar pengiklanan kalau pengunjung masih sepi. Ini mungkin yang menjadi faktor pertimbangan google atau faktor pertimbangan sesat ala saya. Setidaknya, mencapai pengunjung lima puluh per hari merupakan jumlah yang ideal untuk mencoba mendaftar adsense.

Kesalahan saya, pengunjung belum sampai lima puluh per hari, saya langsung daftar. Dan balasan yang diterima tetap sama, ditolak.

5. Malas promosi blog

promosi

Nah … saya maunya yang instan saja. Saya menerbitkan artikel, maka pengunjung akan mengunjungi blog saya. Nyatanya? Tidak demikian. Diperlukan promosi blog agar blog semakin ramai. Seperti perusahaan yang hendak memasarkan produknya, jika ingin produknya terkenal, maka yang dia lakukan adalah promosi.

Akibat rasa malas promosi blog dan tidak sabar, akhirnya blog saya kacau balau.

6. Blog masih belum rampung

Maksud dari blog masih belum rampung ialah blog masih tahap perbaikan atau masih tahap mencari jati diri. Masih mencoba berbagai cara untuk mengubah tempelate/theme atau widget yang digunakan yang dirasakan cocok untuk blog. Yang demikian merupakan kesalahan besar.

Maka dari itu, pastikan blog rampung terlebih dahulu. Artinya blog dirasa pas untuk Anda. tidak lagi merubah gaya tempelate/theme yang digunakan, tidak lagi mengubah widget, bahkan, membuat desain blog friendly. Artinya, desain blog indah, nyaman, mudah dibaca, dan navigasi yang jelas. Jangan sekali-kali mendaftarkan blog yang navigasi blog berantakan.

Yang Saya Lakukan Untuk Memperbaiki Kesalahan Saya

Sedikit demi sedikit saya menyadari kesalahan saya. Kalau dipikir-pikir, kesalahan saya masih kesalahan tahap ringan. Mungkin karena ketidaksabaran saya, membuat saya sulit sekali memperbaiki kesalahan saya.

1. Bersabar memperbaiki artikel

Bersabar memperbaiki artikel

Nah, ini dia yang seharusnya saya lakukan sejak dulu kala. Saya harus sabar memperbaiki artikel yang kualitas tinggi. Tentu saja, saya berusaha mencari keyword-keyword potensial yang muncul di halaman 1 google. Tentu saja saya menghindari pencarian dengan pencarian terbanyak dan mempunyai daya saing ketat, tapi pencarian sedang ke bawah dengan pencarian sedang ke bawah.

Jumlah kata dalam artikel saya maksimalkan. Minimal saya menggunakan 300 kata, memang tidak mudah sih, tapi saya berusaha. Untuk batas maksimalnya adalah 3.000 kata, walaupun sampai sekarang, belum ada artikel 3.000 kata di dalam blog saya.

Tentu saja EBI dan penggunaan kata baku saya periksa satu per satu. Memang susah, tapi … terpaksa deh. Oh ya, saya juga sabar untuk promosi blog.

2. Menunggu blog berumur 6 bulan

Ketika blog saya berumur enam bulan, saya mencoba peruntungan lagi. saya memang masih trauma dengan penolakan, mengingat jumlah penolakan yang sangat banyak. Tapi saya coba saja dulu.

Perlu diketahui, ketika blog saya berumur enam bulan, blog tersebut sudah memiliki tempelate/theme yang sesuai menurut saya, navigasi yang mudah, mudah dibaca, nyaman, memiliki artikel yang banyak (kurang lebih 150 artikel), dan jumlah pengunjung yang lumayan (50 pengunjung per hari).

Dan hasilnya, saya diterima setelah satu minggu review tahap kedua. Awalnya sih ragu bakal diterima, ternyata diterima.

3. Sabar, sabar, dan sabar

Terakhir adalah kesabaran. Menunggu blog berumur 6 bulan bahkan lebih dengan kaya artikel berkualitas serta pengunjung per hari yang bisa dikatakan banyak itu membutuhkan kesabaran. Banyak dari kita yang tidak sabar, sehingga malas untuk menulis bahkan mengurus blog (ini juga terjadi pada saya, hehe).

Ya … harus sabar. Kalau sudah sabar, bakal diterima juga tuh. Kapan diterima adsense? Ya … kapan-kapan, yang penting berusaha dan sabar.

Pengalaman saya kenapa susah sekali diterima adsense karena ketidaksabaran saya sehingga saya terburu-buru mendaftar. Walaupun saya tahu bakal ditolak karena kualitas artikel yang buruk, saya tetap nekat untuk mendaftar. Walaupun jawabannya adalah ditolak.

Waktu itu saya sempat menyerah untuk mendaftar adsense. Karena susahnya diterima, sehingga saya berpikir tidak akan diterima adsense. Ternyata salah, ketika beberapa bulan setelah saya menyerah, ternyata diterima juga.

Never give up and always learn 😀

5 COMMENTS

  1. Informatif. ?

    Beneran 50 pengunjung per hari minimalnya?

    • Waktu itu saya diterima adsense sekitar 150 artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here