Dikembangkan Sebuah Alat untuk Mengurangi CO2

Gas COmemang tidak bagus bila dibiarkan terlalu banyak di udara. Seperti gas CO2 ini memiliki andil yang cukup besar akan gas rumah kaca. Kalau CO2 semakin banyak, takutnya gas O2 semakin menipis, sehingga tidak bagus untuk kehidupan makhluk hidup.

Untuk mengurangi gas CO2 di udara caranya dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Semakin banyak pohon maka semakin banyak gas CO2 yang dikurangi. Karena dalam fotosintesis, tumbuhan memerlukan CO2 dan menghasilkan O2. O2 bagus untuk makhluk hidup.

Karena demikian, semakin banyak gerakan penanaman ulang kembali. Hutan semakin dilestarikan. Sedikit saja hutan terbakar, maka hampir seluruh negara di dunia ini kebakaran jenggot. Satu pohon hilang, maka ada jutaan CO2 berkeliaran bebas.

Maka dari itu, sebuah studi mengembangkan sebuah alat untuk mengurangi CO2 di udara. Dengan teknik electrochemical maka akan dimanfaatkan gas CO2 sebagai bahan bakar alat tersebut.

Jadi, sebuah alat tersebut bisa berfungsi sebagai mana mestinya, memerlukan baterai. Baterai tersebut memerlukan gas CO2 ­agar terisi dayanya. Dengan demikian, alat tersebut berfungsi sekaligus mampu mengurangi gas CO2 di udara.

Baterai untuk menggerakkan alat tersebut mengandung bahan polyanthraquinone, sebagai composit nantotube carbon. Dengan lebih dari 100 alloy yang mampu menangkap CO2 di udara. Alat tersebut dapat berfungsi pada suhu ruangan dan pada tekanan normal.

Dengan adanya penemuan alat tersebut, diharapkan mampu dikembangkan untuk ikut andil dalam membersihkan udara.

Referensi:
Sahag Voskian, T. Alan Hatton. 2019. Faradaic electro-swing reactive adsorption for CO2 capture. Energy & Environmental Science; DOI: 10.1039/C9EE02412C