Diet yang Salah Dapat Menyebabkan Kebutaan

Terkadang diet memang efektif untuk mengurangi berat badan. Dari yang semula berat badannya tidak tertolong, hingga akhirnya berat badannya mencapai ideal. Berat badan ideal banyak untungnya, baik itu untuk kesehatan maupun penampilan.

Untuk mendapatkan berat badan ideal ini, banyak orang melakukan segala cara. Salah satunya adalah diet. Kalau melakukan diet sehat, dengan tetap melihat makanan bergizi seimbang sih tidak masalah. Tapi, kalau sudah mencapai diet ekstrim, ini yang menjadi masalah. Misalnya diet makan satu kali dalam satu hari saja, itupun hanya makan sayur-sayuran.

Berat badan sih berkurang tapi juga kesehatan juga berkurang. Banyak sekali penyakit yang ditimbulkan karenanya. Salah satunya adalah kebutaan.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena saraf optic membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membuat mata bekerja secara maksimal. Jika nutrisi pada saraf optic tidak cukup, maka kinerja mata tidak maksimal. Seperti mata itu dipaksa untuk bekerja. Seperti sebuah mesin, ketika dipaksa bekerja maka lama-kelamaan akan rusak juga. Begitu juga pada bagian mata.

Saraf optic ini sedikitnya membutuhkan vitamin B12, dan ini adalah jarang sekali diperhatikan oleh kalangan yang sedang diet. Yang dipikirkan pertama kali adalah konsumsi lemak dan karbohidrat.

Gejala awal saraf optic kekurangan vitamin B12 adalah mata terasa mudah lelah. Rasanya mengantuk banget tapi tidak ngantuk. Susah sekali mata ini untuk fokus, ini baru gejala ringan loh.

Dan … ternyata ada beberapa orang mengalami kasus seperti ini. Ingin melakukan diet ketat ternyata berakhir dengan kebutaan. Badan sih ideal tapi mata akhirnya yang dikorbankan.

Maka dari itu, kalau mau diet, dietlah dengan tetap memperhatikan makanan bergizi seimbang. Jangan pernah melakukan diet ekstrim!

Referensi:
Rhys Harrison, Vicki Warburton, Andrew Lux, Denize Atan. 2019. Blindness Caused by a Junk Food Diet. Annals of Internal Medicine. DOI: 10.7326/L19-0361