Di Saat Belajar Keras Serasa Tiada Berguna

Secara teori dan fakta kebanyakan di lapangan, orang yang belajar keras akan menjadi ahli. Seseorang ahli matematika tidak langsung ahli. Ada di mana dia tidak mengetahui sedikitpun matematika, namun dia belajar keras hingga menjadi ahli.

Banyak banget motivasi yang diberikan mengenai belajar keras. Karena memang buktinya sudah di depan mata. Orang yang jenius sekalipun akan belajar terus setiap harinya. Perhatikan secara mendalam orang-orang jenius, dalam satu hari sudah berapa jam dia habiskan waktunya dalam belajar.

Melihat orang-orang sana yang sukses, membuat diri ingin mengikuti jejak kesuksesan mereka. Maka dimulailah dari niat. Untungnya tidak hanya sampai sekadar niat saja. Mulai belajar begitu keras. Hari demi hari dilewati dengan terus belajar. Bahkan kadang, badan tidak kuat pun tetap dipaksakan untuk belajar.

Tapi entah kenapa. Secara teori sih orang yang belajar keras akan menjadi ahli. Tapi nyatanya, sekuat apapun diri berusaha untuk belajar, tetap tidak ada gunanya. Tidak ada perkembangan yang signifikan malah. Malah, tidak ada perubahan sama sekali.

Apakah hal tersebut mungkin? Iya, mungkin banget. Itu bukan hanya sebuah cerita khayalan saja. Ada beberapa orang di luar sana yang belajar keras tapi tidak menunjukkan perkembangan yang berarti.

Salah satunya saya orangnya. Saya dari dulu begitu suka dengan menggambar. Setiap hari saya menggambar apa saja yang aku suka, berharap suatu hari saya akan menjadi pelukis terkenal. Sudah berapa banyak coretan berwarna yang mengalir deras di atas kertas putih. Tapi, entah kenapa tidak ada kemajuan sama sekali.

Lima, enam, tujuh tahun lebih saya berusaha keras. Tidak ada tanpa absen menggambar. Sudah berapa style digunakan, tapi tetap, hasilnya nihil. Menyerah? Untuk beberapa tahun saya menyerah.

Mungkin itu juga yang dirasakan oleh banyak orang. Ketika sudah berjuang keras ternyata tidak ada hasil, menyerah adalah pilihan terbaik. Menyerah adalah satu-satunya jalan yang dipilih agar sakit hati tidak terjadi lagi. Di saat sudah belajar keras tapi tidak ada kemajuan, rasanya hati ini bagai terkoyak.

Tapi ….

Semua itu tidak sia-sia. Di saat saya menyerah, saya menemukan sedikit cahaya redup, sangat redup malah sehingga sulit untuk dilihat. Setelah berapa tahun tidak menggambar, saya mengambil pensil untuk memulai coretan. Saya menemukan bahwa sebuah cahaya itu adalah gambar sederhana. Selama ini saya berkutik pada gambar yang kompleks yang memang otak saya tidak sanggup mencerna.

Perasaan saya waktu itu, mungkin ini harus dicoba. Toh, kalau gagal sudah terbiasa. Akhirnya mulai lagi mencoba menggambar sederhana. Rasanya menyenangkan sekali. Gambar-gambar tersebut digambar satu persatu dan ternyata begitu indah.

Akhirnya, saya menemukan secercah cahaya akan perjuangan masa lalu. Saya menggambar icon, bisa dilihat di website Iconfinder.com.

Hal yang ingin dikatakan adalah, teruslah belajar keras walaupun itu rasanya tidak mungkin. Walaupun sudah belajar mati-matian pun, tidak ada kemajuan. Seolah dunia tidak memperbolehkan kita untuk sukses.

Ketika mencapai titik jenuh, istirahatkan diri, lupakan sejenak. Ketika melihat ke belakang, akan ada sebuah pelajaran dari usaha keras yang dilakukan dulu. Walaupun mungkin, kita tidak ahli matematika walaupun sudah berjuang mati-matian. Ternyata kita menjadi ahli dalam akuntansi. Mungkin kita tidak ahli dalam Fisika, tapi mungkin ahli dalam Teknik Bangunan.

Kesimpulannya, tidak ada sia-sia dalam usaha keras. Mungkin, sekarang rasanya tidak berguna karena sekeras apapun berusaha tidak berguna. Tapi akan ada pelajaran yang didapat, dan pelajaran itu sangat berharga dalam menentukan sikap di masa depan.

Albert Einstein, seorang yang payah banget dalam matematika, bahkan dianggap terlalu bodoh sehingga sang guru mendidik Einstein. Tapi siapa sangka, kalau Albert Einstein ahli dalam Fisika.