Cara Menulis Tinjauan Pustaka pada Skripis

Banyak mahasiswa tingkat akhir yang bingung cara menulis tinjauan pustaka pada skripsi. Dimana letak dari tinjauan pustaka? Yaitu berada pada BAB II. Berarti, setelah menulis pendahuluan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, maka saatnya melanjut pada tahap menulis tinjauan pustaka.

Apa sih tinjauan pustaka tersebut? Secara singkat tinjauan pustaka berupa penjelasan teori yang mencakup segala penelitian. Baik itu metode, model, kelebihan, kekurangan, bahkan rincian mengenai bahan penelilitian yang digunakan. Secara singkat saya menyebut tinjauan pustaka ini adalah pengertian-pengertian.

Bagaimana cara kita mengembangkan tinjauan pustaka bila diperhatikan dari judul skripsi? Sudah tentu dong harus mengembangkan tinjauan pustaka dilihat dari judul skripsi. Hal ini bertujuan agar tinjauan pustaka tidak melenceng jauh. Banyak mahasiswa membahas tinjauan pustaka melenceng jauh, maka tidak kena mengenai skripsi yang akan dilakukan.

Misal pada judul skripsi, “Analisi Cara Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL)”. Nah perhatikan tuh pengertian-pengertian apa yang hendak dijabarkan. Jika diperhatikan, maka pengertian yang digunakan yakni:

Judul: Analisi Cara Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL)

Tinjauan Pustaka:

  • Pengertian belajar.
  • pengertian cara belajar yang bagus
  • Pengertian model pembelajaran.
  • Pengertian model Problem Based Learning (PBL) beserta kelebihan dan kekurangan.
  • Dll.

Misalkan lagi pada judul skripsi, “Analisis polimer polyester dalam pembuatan plastik elastis.” Nah perhatikan tuh pengertian-pengertian apa yang hendak dijabarkan. Jika diperhatikan, maka pengertian yang digunakan yakni:

Judul: “Analisis polimer polyester dalam pembuatan plastik elastis.”

Tinjauan Pustaka:

  • Pengertian polimer.
  • Pengertian polyester.
  • Pengertian plastik.
  • Kelebihan dan kekurangan polyester.
  • Dll.

Jika diperhatikan, pengertian-pengertian yang bisa dikembangkan dari judul skripsi memang jumlahnya tidak banyak. Tapi, ketika ditulis di tinjauan pustaka, maka akan banyak paragraf yang bisa dihasilkan.

Sebenarnya, penulisan tinjauan pustaka pada skripsi lebih mudah dibandingkan menulis BAB I, III, IV, V. maka tidak heran, pada kebanyakan skripis, jumlah halaman pada BAB II sangat banyak, bahkan bisa dikatakan mendominasi pada ketebalan skripsi.

Karena memang mudah. Cukup menulis pengertian-pengertian saja. Hanya saja, harus rajin membaca. Sudah tahu dasar teori mengenai penelitian skripsi yang hendak dilakukan, hehe.