Cara Menulis Rumusan Masalah pada Skripsi

Nah setelah menulis latar belakang, maka saatnya menulis rumusan masalah. Eits, jangan salah. Rumusan masalah itu penting banget. Biasanya setelah latar belakang, rumusan masalah adalah sasaran dari dosen pembimbing.

Memang sih, rumusan masalah hanyalah sebuah kalimat. Baik itu kalimat pertanyaan maupun pernyataan, ini sih tergantung setiap universitas. Inginnya rumusan masalah kalimat tanya atau pertanyaan, tinggal sesuaikan saja.

Jadi, bagaimana cara menulis rumusan masalah pada skripsi? Biasanya sih kalau banyak membaca, membuat latar belakang sudah dikerjakan, buat rumusan masalah gampang.

1. Ingat 5W1H

shocked icon

Nah, dasar dari membuat rumusan masalah yaitu 5W1H yakni: what (apa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), why (kenapa), dan how (bagaimana). Nah kembangkanlah 5W1H ini sesuai dengan penelitian yang dituju. Biasanya sih dikembangkan pada model penelitian yang digunakan.

What (Apa)
Apakah model penelitian yang digunakan berguna, apakah keuntungan dari model penelitian yang digunakan, apakah model penelitian berdampak baik, apakah hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut berdampak signifikan atau tidak, dll.

Who (Siapa)
Untuk siapakah penelitian ini berguna nantinya, siapakah yang menguntungkan dalam penelitian ini, siapakah yang memiliki dampak signifikan dari penelitian tersebut, siapa yang berperan dalam penelitian, siapakah penelitian ini diterapkan, dll.

When (Kapan)
Kapan hasil penelitian memiliki dampak yang memuaskan, kapan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang memuaskan, kapan sebuah objek penelitian memberikan dampak yang signifikan, kapan objek penelitian akan mengalami kemunduran, kapan objek penelitian akan berkembang, kapan penelitian akan berhasil.

Where (Dimana)
Dimana hasil penelitian akan memperoleh hasil yang signifikan, dimana penelitian diperoleh dengan hasil memuaskan, dimana letak penelitian yang bagus, dimana saja objek penelitian yang memberikan hasil memuaskan, dll.

Why (Kenapa)
Kenapa penelitian ini perlu dilakukan, kenapa penelitian ini dilakukan dengan sangat berhati-hati, kenapa objek penelitian itu sangat perlu untuk diteliti, kenapa objek penelitian memberikan dampak yang signifikan, kenapa penelitian ini memberikan dampak baik atau buruk, dll.

How (Bagaimana)
Bagaimana penelitian ini mampu menghasilkan hasil yang terbaik, bagaimana objek penelitian memberikan hasil yang baik, bagaimana penelitian memberikan dampak terbaik, dll.

2. Gunakan Kata Awalan “Apakah”

question Icon

Ini adalah brainstorming yang sering saya lakukan. Nah pada masalah skripsi tersebut saya menggunakan kata awalan “apakah”. Biasanya saya menggunakan untuk mengetahui dampak dari model penelitian yang saya lakukan.

Misalkan topik penelitian saya mengenai perbandingan model pembelajaran A dan B. maka rumusan masalahnya kira-kira:

  • Apakah dampak pada model pembelajaran A?
  • Apakah dampak pada model pembelajaran B?
  • Apakah dampak model pembelajaran A lebih baik dibandingkan model pembelajaran B?
  • Apakah dampak model pembelajaran B lebih baik dibandingkan model pembelajaran A?
  • Apakah dampak model pembelajaran A itu kurang lebih sama dibandingkan model pembelajaran B?

Atau misalkan saja topik penelitian saya mengenai dampak senyawa A terhadap dampak kesehatan. Maka rumusan masalahnya kira-kira:

  • Apakah senyawa A mampu memberikan dampak yang baik terhadap kesehatan.
  • Apakah senyawa A memberikan dampak buruk terhadap kesehatan?
  • Apakah senyawa A berdampak signifikan pada kesehatan?
  • Apakah senyawa A tersebut memiliki suatu kemampuan khusus yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan?

Oh ya, kata apakah itu hanyalah sebagai draft saja ya. Jadi itu semua adalah pertanyaan yang dilakukan. Nah jadi, semua pertanyaan itu dirangkum saja. Lalu pilihlah pertanyaan yang terbaik untuk dijadikan rumusan masalah. Masalah itu berupa pertanyaan atau pernyataan, tinggal sesuaikan saja.

3. Rumusan Masalah Berguna Untuk Membahas Penelitian

Note Icon

Nah inilah perlu dilakukan untuk membaca, mengetahui garis besar dari topik penelitian yang akan dilakukan. Jadi, rumusan masalah itu sebenarnya untuk membahas penelitian yang dilakukan.

Jadi di awalan tuh dikasih tahu berupa kalimat. Apakah penelitian tersebut baik? Bagaimana sih penelitian ini? Mengapa penelitian ini perlu. Lalu dibahaslah pada BAB IV (hasil penelitian) dan BAB V (kesimpulan).

Jadi jangan malas membaca. Hehe, sebenarnya sih, cara termudah adalah dengan melihat penelitian yang sudah dilakukan dengan topik yang sama. Tinggal modifikasi saja dengan menggunakan topik penelitian yang kita lakukan.

Tapi yang mesti diingat, jangan sampai meniru penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya seutuhnya, walaupun objek penelitian sudah diganti dengan penelitian yang akan dilakukan. Ini terkena plagiat nanti. Ganti kalimat rumusan masalah yang penelitian dilakukan sebelumnya dengan kalimat kamu sendiri. Tapi kalimat yang baku ya.

Jadi, jangan heran nanti setelah dilakukan penelitian tiba-tiba rumusan masalah berubah. Itu mah biasa. Karena kan di awal, kita hanya tahu garis besar penelitian. Tapi setelah melakukan penelitian, barulah mengerti penelitian yang dilakukan secara mendetail. Maka wajar tiba-tiba rumusan masalah berubah. Entah itu dirubah, dimodifikasi, atau ditambah.

4. Jadi Kesimpulan

conclusion icon

Sebenarnya untuk rumusan masalah dengan melihat latar belakang. Nah kan ada pertanyaan yang muncul tuh di latar belakang. Gunakan 5W1H di draft untuk mempermudah. Lalu modifikasi menjadi terbaik dan jadilah rumusan masalah.

Rumusan masalah itu harus membahas penelitian yang akan dilakukan. Jadi, lebih baik banyak membaca untuk mengetahui garis besar penelitian yang akan dilakukan, agar lebih memudahkan.

Ehm, revisi itu selalu ada, jadi jangan patah semangat ya, hehe.