Cara Menulis Latar Belakang pada Skripsi

Penulisan latar belakang itu seperti induk dalam penulisan. Kalau latar belakang baik, maka kemungkinan penulisan selanjutnya akan baik. Dan juga … ini setiap orang beda sih. Kalau saya sih yang paling sulit dalam penulisan skripsi yaitu menulis latar belakang.

Untuk menulis latar belakang itu bisa berhari-hari. Masalahnya, saya tidak tahu topik penelitian yang akan dilakukan dan kenapa penelitian tersebut ada. Saya hanya asal cari judul, eh tiba-tiba ketika menulis latar belakang bingung. Mau melihat contoh skripsi yang ada, eh tidak ada yang cocok.

Jadi, karena menulis latar belakang itu lumayan sulit, maka marilah sama-sama mengetahui cara menulis latar belakang pada skripsi. Sebenarnya bukan untuk skripsi saja sih, segala jenis penulisan karya ilmiah, pola penulisan latar belakang hampir sama.

Cara Menulis Latar Belakang

1. Pahami Dulu Penelitian

Magic Icon

Pertama itu pahami dulu penelitian. Setidaknya gambaran besar saja, tidak usah mendetail banget. Itu mah dipahami ketika penelitian berlangsung. Eh tapi kalau sudah paham sampai detil penelitian lebih baik.

Inilah yang menjadi kesalahan saya waktu penyusunan skripsi. Saya tidak memahami penelitian yang hendak dilakukan sehingga kewalahan dalam menulis latar belakang. Beberapa kali saya berpikir untuk melihat skripsi yang sudah ada, ternyata tidak ada yang sesuai dengan penelitian saya.

Ya … jadinya mau tidak mau harus memahami penelitian yang saya lakukan. Saya pelajari dulu garis besarnya. Setelah tahu garis besarnya, barulah saya mulai mengerti sedikit menulis latar belakang. Eits, walaupun sudah selesai saya tulis, tentu masih ada revisi dari dosen pembimbing, hehe.

2. Gunakan Sistem Piramida Terbalik

pyramid icon

Maksudnya gimana sih? Iniloh, jadi dari yang paling hal umum terlebih dahulu baru ke hal khusus. Nah untuk ke hal yang umum itu, gunakanlah fenomena yang salah dan itu terjadi sekarang. Jadi dikasih tahu tuh kekurangan apa yang terjadi pada masa sekarang ini. Nah, tulis sekitar dua sampai tiga paragraf.

Lalu, bahaslah beberapa teori yang akan dilakukan dalam penelitian. Itu sekitar dua sampai tiga paragraf. Lalu mulai mengkerucut, tulisan kelebihan mengenai model penelitian yang hendak dilakukan. Apa saja teorinya. Ini sekitar dua sampai tiga paragraf.

Jangan lupa pula bahaslah beberapa penelitian yang telah berhasil mengenai model yang hendak diteliti. Ambilah beberapa dari jurnal internasional yang kira-kira model penelitiannya sama. Banyak tuh, nggak usah pusing. Ditambah dengan keberhasilan penelitian yang ditulis. Tulislah sekitar dua sampai tiga paragraf.

Lalu diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulannya adalah judul penelitian yang hendak dilakukan.

Misalnya nih, penelitian saya mengenai model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Nah dimulai nih tentang fenomena pendidikan sekarang ini yang kurang memuaskan. Siswa tuh kebanyakan mendengarkan daripada berpikir. Sehingga proses belajar kurang optimal. Ditambah denga rata-rata nilai siswa yang kurang memuaskan.

Lalu karena kekurangan itu, diberilah model PBL. Dikasih tahu dulu teori mengenai model PBL ini. Tentunya dengan bahasa yang ringkas. Tulisan juga mengenai kelebihan PBL. PBL itu buat siswa berpikir. Proses belajar mengajar bukan hanya berpusat kepada guru, tapi lebih berpusat kepada siswa. Sehingga sistem pembelajaran menjadi lebih baik.

Lalu ditulis mengenai keberhasilan teori PBL melalui penelitian lain. Kalau bisa sih didapat dari penelitian jurnal ilmiah, agar lebih menarik. Sekitara dua sampai lima penelitian mengenai PBL ditambah dengan paparan hasil penelitian dalam bentuk kalimat ringkas.

Lalu ditulis kesimpulan. Biasanya nih, saya menulis, “Dari uraian di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul, ‘judul penelitian’.”

Selesai deh, latar belakang telah selesai. Eits, jangan lupakan mengenai revisi yang akan diberikan dosen pembimbing. Tenang saja, revisi yang diberikan sedikit kok, nggak banyak.

3. Latar Belakang itu Seperti Solusi

conclusion icon

Nah, mindset yang saya buat pada latar belakang tersebut memberikan solusi yang diberikan akan masalah yang timbul. Ada masalah A maka solusinya adalah B. Karena latar belakang tersebut adalah solusi, maka dimulailah dengan masalah. Masalah apa yang harus diperbaiki dalam penelitian.

Tentu saja, kalau hanya menulis biasa, bukan tulisan ilmiah, pemberian solusi sangat gampang. Misal masalah siswa kebanyakan mengantuk mendengarkan penjelasan guru dalam pembelajaran. Maka diberilah solusi model pembelajaran PBL, karena PBL memfokuskan guru untuk memberi pertanyaan kepada siswa. Sehingga mau tidak mau siswa harus melek agak tidak ketinggalan penjelasan. Takut kalau ada pertanyaan dari guru siswa tidak bisa menjawab, ada sanksi tentunya.

Tapi kan tulisan ilmiah tidak hanya sekadar sebuah kalimat saja. Harus ada bukti ilmiahnya. Makanya, jangan lupa berikan bukti ilmiah mengenai keberhasilan model yang diberikan. Misalnya saya ingin meneliti model PBL. Maka saya berikan keberhasilan model PBL dalam penelitian lain yang kira-kira topiknya sama. Inilah membuat latar belakang menjadi sulit.

4. Buat Latar Belakang = Banyak Membaca

book icon

Jadi kesimpulannya, untuk membuat latar belakang berarti harus banyak membaca. Setidaknya banyak membaca mengenai jurnal penelitian yang kira-kira topiknya sama. Skripsi sebelumnya sih bisa, tapi kebanyakan dosen pembimbing tidak mau menerimanya.

Jangan malas membaca. Kalau sebelum menyentuh skripsi kamu begitu malas membaca. Paksakan dulu deh rajin membaca ketika menulis skripsi. Membaca itu gampang kok, nggak mesti mengelurkan tenaga banyak.

Kalau sudah banyak membaca, penelitian sudah tahu garis besarnya, maka menulis latar belakang itu gampang, gampang banget malah.

Semangat menulis.