Cara Menulis BAB IV (Hasil dan Pembahasan) pada Skripsi

Setelah melakukan penelitian, langsung praktek melakukan penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif, saatnya menuliskannya pada sebuah tulisan, saat ini karena tingkat akhir maka dituliskan pada skripsi.

Banyak mahasiswa yang bingung bagaimana cara menulis hasil dan pembahasan. Bahkan ada yang asal menulis saja. Kalau sudah asal menulis, dosen pembimbing pun akan kebakaran jenggot nih.

Bagaimana cara menulis BAB IV, hasil dan pembahasan? Sebenarnya gampang kok, karena kita telah melakukan penelitian sendiri. Kecuali kalau penelitian tersebut dilakukan oleh orang lain, bakal runyam tuh urusan. Sebisa mungkin, lakukan penelitian sendiri, biar gampang.

1. Sesuai dengan Tahapan Penelitian

Nah, pada BAB III (Metodologi Penelitian) sudah dituliskan tuh tahapan penelitian yang akan dilakukan. Misalnya model discovery learning, lalu model problem based solving. Nah, pada hasil dan pembahasan, bahas pengaruh model yang pertama discovery learning, setelah itu model problem based solving.

Jangan tulis pembahasan yang tidak sesuai tahapan pada BAB III, karena itu bakal susah. Penelitian dilakukan secara bertahap, nah pada penulisan juga lakukan secara bertahap. Jika perlu lakukan penomoran di setiap sub judul pada BAB IV.

Oh iya, ada juga di beberapa kasus, ada perlu lagi yang akan di bahas di hasil dan pembahasan. Misalnya penyebab kegagalan model problem based solving, karena ada kebetulan di beberapa penelitian yang dilakukan, ada kegagalan. Nah, tulis tuh penyebabnya.

Intinya, apa pun yang dihasilkan selama kita meneliti, maka tulislah itu di BAB IV, hasil dan pembahasan. Jangan lewatkan sedikitpun. Kalau ada grafik dan tabel, malah lebih bagus menjelaskan hasil dan pembahasan melalui grafik dan tabel.

2. Tuliskan Angka pada Hasil Penelitian

Kalau memang ada angka, mungkin karena hasil perhitungan, entah itu statistik, matematika, dll, maka tuliskan. Kalau angkanya banyak, bisa tuh dibuat tabel. Nah, di setiap angka pasti ada maksud tertentu. Bahaslah angka yang dimaksud pada penelitian.

Misalkan, “Standar deviasi model discovery learning di kelas X adalah 0,5.” Apa maksud dari 0,5 ini? Kalau perlu lakukan pembahasan. Tapi kadang ada juga yang merupakan pengetahuan umum yang tidak perlu dibahas. Seperti, “Jumlah rata-rata nilai kelas X adalah 80. Kalau ini mah nggak perlu dibahas.

Angka tersebut sangat penting, maka jangan biarkan angka tersebut dibiarkan percuma. Kalau ada grafik dan tabel juga lebih bagus, buat saja grafik tabel untuk memudahkan pemahaman si penulis dan pembaca.

3. Tulislah Pembahasan Semaksimal Mungkin

Banyak dari mahasiswa yang menulis pembahasan asal-asal saja itu, nggak maksimal. Jadi jika si pembaca membaca hasil tulisannya, nggak mengerti gitu apa yang dimaksud. Padahal skripsi itu adalah tulisan hasil penelitian kita. Maka sebaiknya, tulislah semaksimal mungkin agar si pembaca mengerti.

Kalau perlu, apa yang menjadi penyebab kegagalan selama penelitian tulislah. Tapi ditulis dengan penambahan jurnal pendukung. Kalau nggak ada jurnal pendukung, kadang diragukan tulisannya.

Kalau ada grafik maupun tabel, tulislah. Dulu saya waktu menulis di pembahasan, saya lebih suka memperbanyak grafik maupun tabel, hehe. Soalnya lebih mudah dimengerti oleh pembaca.

4. Jika Perlu Gunakan Jurnal Pendukung

Nah, siapa bilang jurnal pendukung itu hanya di BAB I dan BAB II. Pada BAB IV butuh banget loh. Inilah yang sering dilupakan mahasiswa. Dipikir hanya pada BAB I dan BAB II saja yang butuh jurnal pendukung.

Kenapa dibutuhkan jurnal pendukung di BAB IV? Alasannya untuk lebih meyakinkan atau mempertegas hasil penelitian yang telah dilakukan. Misalnya, “Model discovery learning mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Dibuktikan dengan meningkatnya jumlah nilai rata-rata. Siswa yang belajar dengan model konvensional, memiliki nilai rata-rata 70 sedangkan siswa belajar dengan model discovery learning, memiliki rata-rata 90. Hal ini sejalan dengan penelitian Steven dkk, siswa dengan pembelajaran model konvensional memiliki rata-rata 80 sedangkan siswa dengan model pembelajaran discovery learning memiliki rata-rata 90.”

Hehe, sekali lagi, jangan malas membaca ya. Jurnal pendukung itu perlu untuk mempertegas argumen yang kita berikan pada hasil dan pembahasan. Tapi … ada juga kok skripsi yang pada BAB IV, hasil dan pembahasan tidak ada jurnal pendukung.

5. Jangan Tuliskan Kesimpulan

Nah, ini juga harus dihindari. Jangan tuliskan kesimpulan pada hasil dan pembahasan. Kesimpulan itu ada di BAB V. Jika ingin menggunakan argumen, yang kadang itu mengarah kesimpulan boleh. Tapi argumen tersebut dibuktikan dengan jurnal pendukung.

Perbedaan kesimpulan dan argumen, kesimpulan tidak perlu dicantumkan jurnal pendukung. Karena itu pada BAB V tidak ada tuh jurnal pendukung. Tapi kalau argumen, dibutuhkan jurnal pendukung untuk memperkuat argumennya.

Tapi kadang, ada juga beberapa skripsi yang tidak mencantumkan argumen. Jadi hanya pembahasan penelitian saja yang ditulis. Hal ini juga tidak apa-apa. Mana yang lebih baik, skripsi yang menuliskan argumen atau tidak? Dua-duanya sama-sama baik. Sesuai dengan style penulisan masing-masing.

Jadi, penulisan di BAB IV, hasil dan pembahasan itu gampang kok, nggak susah-susah amat. Sekali lagi, sering-seringlah membaca agar tidak kesusahan dalam penulisan skripsi.