Cara Menulis Abstrak Laporan Penelitian (Skripsi, Karya Ilmiah, Jurnal)

Abstrak sepertinya wajib dicantumkan pada laporan penelitian, baik itu untuk skripsi, jurnal penelitian, karya ilmiah, dll. Apalagi bagi yang sering mengikuti lomba karya ilmiah, rata-rata yang diminta lebih dahulu adalah abstrak.

Karena begitu pentingnya abstrak, seolah-olah abstrak itu adalah hal yang wajib terlebih dahulu dilakukan. Tapi sebenarnya tidak. Abstrak itu ditulis di akhir-akhir setelah BAB I – BAB V selesai ditulis. Kenapa?

Abstrak adalah ringkasan dari penelitian yang kita lakukan. Jadi, sebenarnya dengan membaca abstrak saja, orang sudah mengerti apa yang akan kita teliti. Dikarenakan ringkasan, maka ditulis tidak banyak, hanya beberapa ratus kata saja. Nah, ini dia kesulitannya. Laporan penelitian yang beribu-ribu kata, disingkat hanya beberapa ratus kata saja.

Bagian-bagian Abstrak

Nah, apa saja bagian-bagian abstrak?

1. Latar belakang

Pertama itu adalah latar belakang. Jadi ceritakan latar belakang pada penelitian yang dilakukan. Langsung saja ke intinya, jangan gunakan teknik cerita yang umum ke khusus. Karena ini abstrak, langsung aja kenapa penelitian ini dilakukan. Misal penelitian tentang pengolahan sampah. Tulis tuh di abstrak pengelolahan sampah belum maksimal. Jangan panjang-panjang amat, biasanya sih dua sampai empat kalimat saja.

2. Metode

Ceritakan secara singkat, jelas, dan padat metode penelitian yang dilakukan. Lakukan dalam bentuk paragraf. Tidak usah secara mendetail, garis besar saja. Kalau ada istilah dalam metode yang digunakan, itu lebih bagus. Misalnya, “penelitian ini menggunakan model discovery learning”. Singkat saja, cukup dua sampai empat kalimat saja.

3. Hasil penelitian

Nah hasil penelitian juga cantumkan. Sekali lagi singkat saja. Hanya beberapa kalimat saja. Kalau hasil penelitian berupa angka, nggak apa-apa, nggak perlu kalimat semua. Misalnya, “Yield yang didapat sebesar 97,45%.” Itu sudah seperti hasil penelitian loh.

4. Kesimpulan

Kesimpulan ini pun perlu. Jadi apa kesimpulan dari penelitian, cantumkan dalam abstrak. Singkat saja, cukup satu sampai dua kalimat saja. Karena abstrak itu adalah hanya gambaran. Jadi buatlah kesimpulan yang menggambarkan keseluruhan penelitian.

Jumlah Kata dalam Abstrak

Berapa sih jumlah kata dalam abstrak? Tergantung. Kalau skripsi, tergantung kepada peraturan Universitas dan dosen pembimbing. Ada yang 150 kata, bahkan ada yang 500 kata. Kalau skripsi, bicarakan baik-baik dengan dosen pembimbing.

Kalau untuk perlombaan karya ilmiah, baik itu nasional dan internasional, sudah dicantumkan itu prasyarat pengiriman abstrak. Misal ditulis, abstrak maksimal 150 kata. Maka buatlah abstrak sebanyak 150 kata.

Kalau untuk jurnal internasional, sepertinya sudah wajib digunakan maksimal 150 kata. Itu adalah prasyarat yang umum banget digunakan. Coba lihat deh jurnal-jurnal internasional bagian abstrak, singkat-singkat bukan.

Secara umum, jumlah kata dalam abstrak itu adalah 150 kata.

Penggunaan Keyword

Nah ini juga kadang kebingungan, harus dicantumkan keyword dalam penelitian. Kadang, ada orang yang asal-asalan dalam menulis keyword tersebut. Keyword itu adalah kata penting yang menggambarkan keseluruhan dalam penelitian (skripsi, karya ilmiah, jurnal ilmiah).

Bagaimana cara membuat keyword tersebut? Secara sederhana, keyword tersebut berisikan model penelitian, bahan utama penelitian, Istilah yang digunakan menggambarkan penelitian.

Misalkan dalam penelitian, “Motivasi belajar siswa dengan menggunakan model discovery learning pada pelajaran writing.” Maka keywordnya: discovery learning, writing, motivasi, belajar.

Abstrak Menggunakan Kalimat Ringkas

Terakhir, karena abstrak hanya beberapa ratus kata saja. Maka usahakan menggunakan kalimat ringkas, jelas, dan padat. Istilahnya sih, dalam satu kalimat tersebut memberikan makna yang beribu-ribu.

Misalkan pada kalimat, “Penelitian ini menggunakan problem solving untuk mengetahui pemahaman siswa.” Nah, kurang ringkas tuh. Buatlah secara ringkas, yakni “Penelitian ini menggunakan problem solving.”