Cara Bicara di Depan Umum Bagi Yang Tidak Percaya Diri

Bicara di depan umum itu sangat penting. Hampir di setiap lingkungan pekerjaan membutuhkan kemampuan berbicara di depan umum. Bagi orang yang percaya diri sih itu tidak masalah. Bisa jadi sebagai latihan dia untuk menjadi pembicara lebih handal. Tapi bagaimana dengan orang tidak percaya diri.

Memang, ada orang yang langsung percaya diri. Dia tidak memikirkan apa yang terjadi ketika melakukan kesalahan. Yang penting bagi dia adalah mencoba dan terus mencoba. Hingga akhirnya dia menjadi orang yang berani tampil di depan umum.

Tapi bagaimana dengan orang yang tidak percaya diri? Hal ini menjadi masalah besar untuk dia. Belum lagi bicara, sudah ketakutan sangat. Padahal, kemampuan berbicara sangat penting untuk dia. Belum lagi kalau dia terpaksa menjadi pembicara di depan umum.

1. Mulai Latihan

Strong icon

Perlu ditanamkan dalam diri bahwa semua itu perlu yang namanya latihan. Tidak ada orang yang menjadi ahli tanpa latihan. Pasti ada dimana seseorang jatuh bangun sebelum menjadi orang yang benar-benar berhasil.

Maka dari itu, mulai dari sekarang untuk orang pemalu, latihanlah. Kalau masih malu berbicara di beberapa orang, tidak apa-apa latihan di depan cermin terlebih dahulu. Kalau masih malu juga melihat diri sendiri, latihan saja dulu dengan berdiri, seakan-akan sedang berbicara di depan umum.

Memang, awalnya rasanya susah banget. Membayangkan berbicara di depan umum saja sudah ketakutan. Namun seiring seringnya latihan, ketakutan itu akan terasa hilang. Awalnya berdiri tanpa memperhatikan siapa-siapa. Mulai menuju ke level lebih lanjut, latihan di depan cermin. Lalu latihan di depan teman-teman seperjuangan. Hingga akhirnya mampu berbicara di depan umum.

2. Minta Orang Terdekat Untuk Memberikan Penilaian

Result Icon

Nah, ketika telah berani latihan di depan teman-teman, jangan lupa meminta teman memberikan penilaian. Ini sangat penting loh. Kalau latihan tanpa penilaian, itu seperti kertas putih yang tetap dibiarkan putih. Lagian, kalau latihan tanpa penilaian, kita tidak tahu dimana letak kesalahan kita.

Tentu saja dengan teman yang membangun ya. Kalau teman yang menjatuhkan atau tidak ada feedback sama sekali, sebaiknya jangan minta penilaian. Teman seperti itu seperti kelihatan membangun tapi takutnya justru menjatuhkan.

Kalau teman tidak punya, ya boleh dong orang tua. Ibu atau ayah gitu, secara orang tua ingin banget melihat anaknya berkembang. Melihat anaknya berkembang itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri untuk mereka. Orang tua juga tidak segan-segan memberikan penilaian yang membangun. Tapi ya, kadang orang tua juga memberikan kritik tajam. Tidak apa-apa, namanya masih latihan.

Semakin sering dikritik, maka akan menjadi ahli. Seorang penyanyi, akan menjadi penyanyi yang bagus setelah melewati fase dikritik habis-habisan.

3. Mulai Berbicara di Depan Umum

life account icon

Nah, mulailah berbicara di depan umum. Jangan takut, walaupun ketakutan tersebut muncul, lawan ketakutan tersebut. Kalau memang tidak berani menatap khalayak ramai, jangan tatap. Itu yang dulu saya lakukan, hehe. Saya melihat rambut saja. Soalnya entah kenapa kalau melihat mata khalayak ramai, rasanya mereka hendak menerkam.

Hehe, iya sih, jantung akan berdebar kencang jadinya. Bahkan ada dimana otak tiba-tiba kosong, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Hal ini memang wajar. Jangan jadikan hal tersebut menjadi ketakutan. Itu mah semua orang pasti pernah merasakannya.

Jadi, kalau ada kesempatan untuk berbicara, jangan takut. Mau saja! tentu saja kalau disuruh. Soalnya kalau kita yang mengajukan diri rasanya takut banget.

4. Perbanyak Bicara Depan Umum

sound icon

Nah, mungkin pengalaman pertama tidak akan dilupakan. Apakah itu sukses ataupun gagal. Yang pasti, jangan pernah putus asa. Perbanyak jam terbang, jangan takut untuk terus berbicara di depan umum.

Kalau pengalaman pertama sukses, tentu akan menjadi ketagihan. Rasanya ingin terus berbicara lagi dan lagi. Rasanya latihan selama ini tidak sia-sia. Inilah mungkin yang dinamakan kesuksesan.

Tapi kalau pengalaman pertama gagal, jangan pula putus asa. Wajar pengalaman pertama itu gagal. Mungkin karena terlalu gugup, sehingga otak menjadi kosong, dan masih banyak kemungkinan lain. Yang pasti, jangan jadikan kegagalan menjadi penghambat. Jadilah kegagalan menjadi penyemangat.