Bagaimana Menghindari Bos Berperilaku Buruk?

Sebuah survey yang dilakukan di Amerika Serikat, orangnya bernama Gallup dari 7.000 responden, didapat 1 dari 2 karyawan yang memilih berhenti kerja dikarenakan bosnya yang buruk.

Memang tidak bisa dipungkiri, kalau si bos buruk, tentu saja pekerjaan menjadi terhambat. Kita yang ingin meningkatkan kemampuan di saat bekerja menjadi terhambat. Kemampuan tidak berkembang, begitu juga dengan karir. Dunia bekerja menjadi tidak menyenangkan dan terasa sangat terpaksa.

Maka dari itu, pada saat wawancara pekerjaan, penting untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang mengindikasikan bahwa bos kita itu baik itu tidak. Tentu saja pertanyaan yang dilontarkan tidak bisa langsung ditanyakan, “Anda bos baik atau buruk?” Tapi dengan pertanyaan yang mengandung makna tersirat. Itupun kalau saat wawancara diperbolehkan sesi tanya. Ada juga beberapa perusahaan tidak memperbolehkan si pewawancara bertanya.

Menghindari Bos Suka Absen

Kadang agak kesal gitu kalau ada bos yang suka banget absen. Kerjanya entah ngapain aja. Sukanya hilang terus kasih tugas yang tidak masuk akal. Kalau dia marah, seolah-olah dia yang paling benar. Padahal dia tidak pernah melihat perkembangan anak buahnya.

Nah kalau dibolehkan nih bertanya saat wawancara, sebaiknya ajukan pertanyaan, “Dalam satu tahun ini sudah berapa banyak project yang dikerjakan?”, “Bagaimana cara perusahaan mengevaluasi karyawan-karyawannya?” Atau bisa juga ditanyakan, “Berapa kali dalam satu tahun dilakukan pertemuan/rapat?”

Menghindari Bos Yang Tidak Bisa Komunikasi

Maksudnya di sini si bos sih nggak sering absen, tapi kemampuan komunikasinya dengan karyawan buruk banget. Entah itu mungkin dari sikapnya sehari-hari atau faktor lain. Kadang kesal gitu melihat si bos yang bicaranya kasar banget. Tapi walaupun maksud dia baik tapi kalau komunikasinya kasar, nggak enak juga.

Nah kalau ada kesempatan bertanya saat wawancara, coba saja tanyakan, “Perusahaan ini berfokus kepada kerja kelompok atau individu?” atau “Perusahaan ini memilih skill atau sikap dari karyawannya?”

Menghindari Bos Semena-Mena

Ini juga nggak enak banget. Si bos kerjanya semena-mena. Mentang-mentang punya posisi yang baik, dia suka-suka gitu sama karyawan. Entah apa yang dilakukan pokoknya jauh banget dari kerjaan. Ketika pekerjaan si karyawan baik, dia bilang tidak baik. Kalau pekerjaan si karyawan buruk, makin buruk nih penilaian si bos. Nggak ada penghargaan sedikitpun dari si bos.

Nah untuk kasus ini, tidak bisa langsung ditanyakan pada saat wawancara. Karena nggak mungkin si bos mengatakan sikapnya. Maka sebaiknya, mulai nih dekati karyawan yang kerja di perusahaan tersebut. Tanya-tanya nih bagaimana sikap si bos terhadap karyawannya. Kalau bisa sampai sedetil-detilnya. Kalau bisa juga jangan bertanya di perusahaan, coba ajak bicara di luar.

Atau kalau berhubungan dengan social media, coba tanya-tanya melalui kirim pesan di social media. Hal ini biar bisa lebih santai. Manfaatkan teknologi untuk mengetahui tingkah laku calon bos.

Menghindari Bos Nggak Punya Pengalaman

Nah, si bos nggak punya pengalaman ini juga bikin nggak enak saat kerja. Apalagi kalau pengalaman pertama, terus sikap si bos tidak baik pula. Sudahlah, bakal sulit tuh kehidupan di kantor/perusahaan.

Maka saat wawancara, coba deh ajukan pertanyaan, “Boleh saya tahu perjalanan karir Anda (si bos)?” Kadang sih, nggak enak juga menanyakan langsung blak-blakan tentang perjalanan karir si bos. Maka manfaatkan teknologi. Bakal banyak tuh bertebaran akan perjalanan karir si bos. Atau kalau nggak begitu ahli dalam teknologi, coba tanya ke karyawan yang kerja di perusahaan tersebut.

Menghindari Bos yang Narsis

Nah, bos yang narsis juga nggak baik. Si bos tersebut sering menganggap apa yang dicapai adalah hasil kerja keras dirinya. Kadang dia menganggap tidak ada kerja keras anggotanya. Padahal keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja anggota.

Maka perhatikan pada saat wawancara. Apakah si bos sering mengatakan mengenai dirinya, keberhasilan dirinya, kelebihan yang dia miliki, dan lain sebagainya yang menandakan kalau diri dia itu hebat. Selalu berbicara mengenai dirinya dan jarang bahkan tidak pernah berkata mengenai anggotanya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebaiknya saat wawancara, perhatikan:

  • Perhatikan pengalaman kerja si bos apalagi pengalaman dia mengenai kepemimpinan.
  • Perhatikan bagaimana si bos dalam memperlakukan karyawannya.
  • Perhatikan intonasi suara si bos.