Bagaimana Cara Kerja Paraventricular Thalamus?

Kita sudah tahu atau sedikitnya sudah tahu kalau otak berperan dalam memutuskan apa yang mesti dilakukan. Otak sebagai pusat pengendali seluruh tubuh. Teorinya, ketika kita melihat nasi padang, tiba-tiba hormon naik, rasa lapar tiba-tiba muncul, ada keinginan untuk memakan nasi padang tersebut. Nah, otaklah yang memutuskan apakah harus dimakan atau tidak.

Hal ini juga yang menjadi pertanyaan para Neuroscientists (ahli saraf). Bagaimana cara otak mempelajari sesuatu. Teorinya sih ada, tapi hanya sekadar teori. Pembuktiannya bagaimana?

Kini, setidaknya para ahli menemukan titik cerah bagaimana cara otak mempelajari sesuatu. Dan sepertinya, penemuan ini menjadi cikal bakal penunjang untuk perkembangan ilmu pengetahuan di bidang saraf.

Penelitian ini melibatkan tikus sebagai percobaan. Didapat bahwa bagian otak bernama “Paraventricular Thalamus” atau disingkat dengan PVT berperan andil dalam menentukan apa yang dipelajari. PVT ini sebagai pembatas  atau sebagai pagar dalam hal mengambil informasi yang dibutuhkan atau tidak.

Sel-sel thalamis ini ternyata menunjukkan perilaku tertentu ketika menemukan sebuah informasi. Dan sel inilah yang dipelajari para peneliti. Ternyata, Thalamus ini sangat penting sekali.

Pada percobaan, ada tikus ini, dimasukkan ke dalam kandang. Lalu tikus ini diberikan air, ya untuk minumlah si tikus ini. Kalau tidak dikasih air, darimana tikus itu minum, hehe. Lalu, suatu waktu tikus tersebut dialiri listrik tegangan rendah.

Jadi gini, ketika tikus ini dikasih air, mau minum nih ceritanya. Jadi, PVT hanya merespon 30% saja, sedikitlah sel thalamus yang bekerja. Namun, ketika tikus akan dialiri listrik tegangan rendah, tiba-tiba saja PVT merespon hampir 70%, bahkan ketika dialiri listrik, respon PVT lebih besar lagi.

Apa yang ditemukan di sini? Kita tahu, kalau air itu sangat berguna untuk tikus dan listrik sedikit berbahaya. Nah, ketika air diberikan pada tikus, responnya PVT biasa saja, menunjukkan kalau air itu aman. Namun, ketika akan dialiri listrik, respon PVT jadi panik, langsung melonjak naik gitu, menunjukkan kalau listrik itu tidak aman.

Penemuan ini tentu penting sekali. Kita sekarang tahu kalau Paraventricular Thalamus  atau PVT berperan penting dalam menentukan sikap pada kehidupan sehari-hari. Dengan begini, setidaknya salah satu rahasia otak menjadi terbuka. Betapa dahsyatnya, hanya dengan segumpal daging namun memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan kita.

Rencananya sih, penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui apakah PVT ini bisa dikendalikan atau tidak. Kan lumayan untuk mempercepat proses penyembuhan orang yang kecanduan. Jadi, ketika pecandu ingin sekali mengkonsumsi obat-obatan terlarang, kita memberikan sinyal kepada PVT bahwa obat-obatan terlarang itu berbahaya, sehingga si pecandu tidak ada keinginan lagi untuk mengkonsumsinya.

Referensi:

  • Zhu Y, dkk. 2018. “Dynamic salience processing in paraventricular thalamus gates associative learning.” Science 362(6413): 423-429.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here