Apakah botol minuman bebas BPA sudah aman?

BPA (Bisphenol A) berguna untuk mengeraskan dalam sistem polimer dan untuk mencegah korosi. Namun, BPA juga memberikan dampak kesehatan yang berbahaya. Seperti pengurangan jumlah sperma, obesitas, bahkan kanker.

Maka dicarilah bahan untuk menggantikan BPA. Akhirnya ditemukanlah pengganti BPA yaitu BPS (Bisphenol S). Bahkan sudah banyak botol minuman yang menggunakan BPS.

Namun, apakah BPS ini berbahaya? Untuk mengetahui hal tersebut, maka peneliti melakukan eksperiman pada tikus. Para peneliti menanamkan BPS ke tubuh tikus dan diperhatikan secara berkala.

Dampak BPS yang ditimbulkan cukup berbahaya juga. Pada janin, BPS dapat masuk dan akhirnya mengganggu pertumbuhan. BPS bereaksi dengan jaringan plasenta dan menyerak otak pada calon bayi. Dampaknya tentu kepada perkembangan intelektual.

Hasil eksperimen tersebut memang terjadi pada fikus. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada manusia, walaupun mungkin kasusnya belum terlihat.

Referensi:
Jiude Mao, Ashish Jain, Nancy D. Denslow, Mohammad-Zaman Nouri, Sixue Chen, Tingting Wang, Ning Zhu, Jin Koh, Saurav J. Sarma, Barbara W. Sumner, Zhentian Lei, Lloyd W. Sumner, Nathan J. Bivens, R. Michael Roberts, Geetu Tuteja, Cheryl S. Rosenfeld. 2020.  Bisphenol A and bisphenol S disruptions of the mouse placenta and potential effects on the placenta–brain axis. Proceedings of the National Academy of Sciences; 201919563 DOI: 10.1073/pnas.1919563117.