Apa itu Identifikasi Masalah pada Skripsi?

Perlu diketahui nggak semua skripsi memiliki Identifikasi Masalah, ada beberapa jurusan tertentu harus menuliskan Identifikasi Masalah. Biasanya tuh, setelah Latar Belakang maka ditulis Identifikasi Masalah. Setelah Identifikasi Masalah lalu ditulis Rumusan Masalah.

Dan karena ketidaktahuan akan Identifikasi Masalah terkadang mahasiswa kebingungan. Mau melihat skripsi yang sudah-sudah, bingung.

Identifikasi Masalah

question Icon

Pertama apa itu Identifikasi Masalah? Identifikasi Masalah adalah masalah yang mungkin timbul pada penelitian kita. Bukannya skripsi itu ada untuk menyelesaikan masalah. Oh ya, masalah di sini bisa diartikan sebagai pertanyaan.

Misalkan ada sebuah judul skripsi, “Identifikasi Senyawa B Untuk Mengatasi Sakit Ginjal.” Nah kan berarti ada itu masalah pada skripsi. Misal, Senyawa B itu apa sih? Sakit ginjal itu apa sih? Apa saja sih kelebihan senyawa B, bagaimana cara mendapatkan senyawa? Apa benar itu senyawa B mengatasi sakit ginjal? Dan pertanyaan lainnya.

Yang pastinya, Identifikasi Masalah itu menghasilkan banyak pertanyaan. Tulis saja itu pertanyaan apa yang mungkin terjadi pada skripsi. Bisa berjumlah 7, 8, 9, atau 10. Pokoknya tulis saja sebanyak-banyaknya. Saya membuat lebih dari 10 untuk identifikasi masalah.

Bagaimana Cara Menulis Identifikasi Masalah?

Note Icon

Ada 2 teknik sih yang biasa saya lakukan. Pertama dengan melihat judul pada skripsi dan yang kedua dengan melihat Latar Belakang.

Jika pada judul, maka akan fokus keuntungan, kelebihan, cara, teknik, model/subjek/metode penelitian yang akan dilakukan. Misalnya judul skripsi, “Implementasi Tumbuhan A pada Peningkatan Produksi Ternak.”

Maka Identifikasi Masalah akan menjadi?

  • Apa sih kelebihan tumbuhan A
  • Tumbuhan A itu apa sih kelebihannya?
  • Kenapa tumbuhan A mampu meningkatkan produksi ternak.
  • Tumbuhan A itu memiliki karakteristik apa?
  • Apa sih keuntungan tumbuhan A dibandingkan tumbuhan lain
  • Bagaimana cara tumbuhan A agar mampu meningkatkan produksi ternak.
  • Teknik apa sih yang cocok untuk tumbuhan A agar meningkatkan produksi ternak.
  • Masih banyak lagi identifikasi masalah yang bisa dikembangkan.

Jika pada Latar Belakang, maka itu dilakukan dengan penjabaran pada masalah yang ada di Latar Belakang. Biasanya kan pada paragraf pertama itu fokus kepada masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Karena ada masalah tersebut maka diberi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

Misalkan pada Latar Belakang”

Akhir-akhir ini produksi ternak semakin berkurang. Hal ini dikarenakan akan tumbuhan yang tidak mengandung banyak gizi. Dan juga, selera hewan ternak akan tumbuhan tersebut tidak banyak. Seolah-olah si hewan ternak tersebut hanya makan untuk melepaskan kelaparannya. Bukan untuk membuat dirinya gemuk. Padahal kan si peternak butuh banget itu hewan ternak gemuk.

Tumbuhan A mengandung senyawa yang banyak sekali. Selain berguna untuk meningkatkan gizi hewan ternak, juga mempunyai kandungan untuk menstimulus si hewan ternak untuk terus makan. Maka diharapkan dengan tumbuhan A, si hewan ternak lahap makan, terus gemuk deh. Peternak senang deh.

*Mohon diperhatikan: menulis latar belakang sebaiknya menggunakan kalimat baku dan diberi kutipan ilmiah yang berasal dari penelitian nasional/internasional.

Maka identifikasi masalahnya berupa:

  • Kenapa tumbuhan yang biasa dimakan hewan ternak tidak bagus?
  • Apa sih sebenarnya penyebab tumbuhan yang biasa dimakan hewan ternak menjadi tidak bagus?
  • Jangan-jangan tumbuhan yang biasa dimakan hewan ternak tidak dikasih penyedap deh?
  • Apa sih kelebihan dari tumbuhan A?
  • Jangan-jangan ada senyawa tertentu pada tumbuhan A yang berbeda dari tumbuhan biasanya?
  • Apa mungkin tumbuhan A sudah dilengkapi bumbu penyedap, hmm?
  • Dan lain sebangainya.

Kesimpulan

conclusion icon

Jadi Identifikasi Masalah berupa masalah yang harus ditulis pada skripsi. Masalah yang mungkin terjadi ya! Sebenarnya apa guna dari Identifikasi Masalah ini? Sebenarnya untuk memudahkan kita.

Jadi, pada Latar Belakang kan sudah dibahas masalah yang terjadi. Tapi itu tidak spesifik. Maka pada Identifikasi Masalah dibahas masalah yang terjadi secara spesifik. Nah dengan melihat Identifikasi Masalah tersebut, kita jadi mudah menentukan Rumusan Masalah tanpa perlu pusing tujuh keliling.