Aku Ceroboh dan Terpaksa Berubah

Aku berjalan lambat sekali, sangat lambat. Mungkin kecepatanku sama dengan kura-kura yang berusaha berlari cepat. Kubiarkan diriku ini berjalan mengikuti keinginanku.

Hari ini sebenarnya cerah. Matahari yang berwarna orange mungkin. Panas yang cukup untuk menghangatkan tubuh ini. Belum lagi dengan angin bergerak sepoi menentramkan jiwa. Seharusnya aku semangat memulai hari.

Seharusnya seperti itu tapi kenyataannya tidak demikian. Aku terkadang mematung dan terkadang berjalan lambat. Kadang aku berpikir seandainya waktu berhenti, aku lebih memilih keadaan itu.

Hal ini bukan terjadi tanpa sebab. Aku sadar betul penyebab kenapa aku seperti ini.

Kesalahan kecil saja yang mampu membakar seluruh jiwa ini. Aku tak berdaya ketika aku melihat dampak buruk yang terjadi akibat kesalahanku.

Seharusnya sih bisa dibilang ini kecerobohan. Tapi, kecerobohan tidak akan berdampak besar, biasanya. Kecerobohan yang berdampak besar, itu sudah kesalahan.

Orang-orang terdekatku sudah memperingatkan diriku akan kecerobohan ini. Tapi entah kenapa aku menganggap keren sebuah kecerobohan. Sungguh naif bukan, ketika diri melakukan kecerobohan, otomatis diri ini tertawa.

Tapi kalau kecerobohan berdampak besar terjadi, akankah diri ini tertawa? Tidak! Yang ada hanyalah menyesali apa yang sudah terjadi.

“Seandainya diri ini berubah.”

“Seandainya dulu aku mendengar apa kata orang-orang terdekat.”

“Seandainya aku hati-hati.”

Seandainya dan seandainya. Itulah yang ada dalam pikiran. Pikiran penuh penyesalan yang tiada berguna.

Ingin waktu diulang tapi itu tidak mungkin.

Ingin ada sebuah keajaiban tapi keajaiban itu hanya ada di dunia fantasi.

Mungkin aku memang polos, atau mungkin aku kurang asam.

Yang pasti, setelah kesalahan ini, orang tidak lagi menganggap istimewa kecerobohanku tapi sebagai bencana. Mungkin perlakuan mereka tidak sama dengan biasanya. Entahlah.

Apapun tanggapan orang lain terhadapku setelah ini tidak aku pikirkan sepenuhnya. Sekarang aku fokus memperbaiki kesalahanku. Menjadi diri lebih baik dari sebelumnya.

Semangat perbaikan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here