7 Masalah yang akan Terjadi Ketika Sidang Skripsi

Untuk mencapai sarjana, maka harus melewati satu proses yang cukup sulit, yaitu sidang skripsi. Setelah menulis skripsi tebal-tebal, penuh dengan penderitaan, omelan dosen, revisi menumpuk, dan lain sebagainya, kini saatnya untuk mempertanggungjawabkan skripsi yang telah ditulis.

Anehnya, ada saya masalah unik yang terjadi ketika sidang skripsi. Itu terjadi alami banget. Dan hampir semua mahasiswa pernah mengalaminya. Rasanya, mahasiswa tertentu saja yang tidak mengalaminya.

Tidak apa-apa ketakutan saat sidang, yang penting ketakutan tersebut dapat dikontrol.

1. Salah Menjawab Pertanyaan

question Icon

Nah nggak tahu kenapa, entah karena ketakutan atau memang tidak tahu, akhirnya salah menjawab pertanyaan. Walaupun itu pertanyaan yang cukup mudah. Anak SD pun tahu jawaban pertanyaan tersebut.

Pernah nih di suatu sidang skripsi. Si dosen hanya bertanya mengenai penjumlahan, 1 + 1, tapi anehnya si mahasiswa malah tidak tahu berapa jawabannya. Iya sih, tangannya sudah gemetaran hebat.

Kalau memang dasarnya tidak tahu tapi ingin terlihat pandai, banyak juga. Padahal kalau si mahasiswa berucap, “Maaf pak saya tidak tahu,” selesai urusan perkara. Namun dia mengarang jawaban hingga terlihat kalau dia tidak tahu. Ada dosen akhirnya senyum sendiri, ada juga yang akhirnya marah-marah.

2. Mendapat Pertanyaan Sulit

sad icon

Nah, bisa jadi si dosen memang sengaja memberikan pertanyaan sulit, atau karena ketakutan si mahasiswa, pertanyaan apapun diberikan terasa sulit.

Jadi, ekspresi wajah si mahasiswa ketika mendapat pertanyaan sulit itu terkejut banget. Rasanya dia tidak menyangka saja kalau dia akan mendapat pertanyaan tersebut. Dia mulai terbengong dengan tatapan kosong, ada juga yang mengatur pernapasan, ada juga yang ingin menangis tapi ditahan.

Bagaimana cara menyikapi pertanyaan tersebut. Pertama tuh mulai dengan perkataan yang sopan banget. Kalau memang tidak tahu seratus persen, jangan dikarang jawabannya. Nanti akan menjadi masalah baru. Katakan saja tidak tahu, tapi pastinya dengan perkataan yang sopan banget, meluluhkan hati si dosen.

Kalau memang ada sedikit tahu, sedikit loh. Katakan saja yang sedikit itu, terus bilang hanya tahu sebanyak itu saja. Minta bimbingan dari si dosen pemberi pertanyaan. Hal ini untuk menghindari kalau si mahasiswa kelihatan tidak tahu dan menambah kebijaksanaan dari si mahasiswa. Tentu saja dengan perkataan yang sopan.

3. Gemetar Berat saat Presentasi

Sad Icon

Gemetar hampir semua mahasiswa merasakannya. Walaupun kelihatan wajah terlihat santai banget, tapi sebenarnya gemetar habis. Tiba-tiba banyak pikiran negatif yang menumpuk di kepala.

Cara menyikapinya ya … santai saja. Walaupun untuk berusaha santai itu sulit banget. Sebisa mungkin tenangkan pikiran. Apapun pikiran negatif yang muncul di kepala, itu hanya anggapan saja. Nyatanya tidak demikian.

Ada juga nih ditemukan mahasiswa. Awal sidang dia gemetar banget. Pokoknya gemetar sampai-sampai si dosen khawatir. Ketika ditanya kenapa dia gemetar, apa isi pikiran si mahasiswa. Dengan polos mahasiswa berkata, “Takut dirinya dimakan dosen.” Wah … si dosen dianggap harimau?

Berusaha untuk menenangkan pikiran. Tanamkan baik-baik dalam diri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak usah pikiran kalau nanti di sidang akan diberikan pertanyaan sulit. Pikirkan saja setelah selesai sidang, maka akan senang sekali rasanya.

4. Tiba-tiba Pikiran Kosong

shocked icon

Kalau sudah ketakutan banget, maka wajar tiba-tiba pikiran kosong. Entah kenapa gitu, padahal sebelumnya telah dipersiapkan matang-matang. Apa yang hendak di presentasikan, apa yang hendak dijawab ketika dosen bertanya, apa yang hendak dilakukan ketika tidak tahu apa yang harus dijawab, semua itu hilang.

Maka dari itu, sebisa mungkin berusahalah untuk tenang sebelum sidang skripsi berlangsung lakukan kegiatan positif, yoga, berlari, push up, sit up, bukan gitu juga. Misalkan bicara dengan teman seperjuangan, belajar, mempersiapkan materi dan lain-lain. Kalau ketakutan sudah menjalar ke seluruh tubuh, sebaiknya jangan belajar, akan menambah ketakutan. Berusahalah untuk berbicara dengan teman seperjuangan.

Pikiran yang tenang akan mampu menghadapi segala masalah. Sebenarnya si dosen pun tahu mana mahasiswa yang pikiran kosong mana yang tenang. Kalau pikiran si mahasiswa tenang, sedikit tuh pertanyaan dari dosen. Kalau pikiran kosong, nah mulai nih pikiran jahil si dosen.

5. Ketakutan Mendapat Nilai Jelek

warning icon

Nah ini juga menjadi ketakutan. Tiba-tiba nilai jelek, atau lebih parah, sidang skripsi tidak lulus, disuruh diulang. Entah itu diulang sidang atau diulang segala penelitian. Wah … kalau seperti ini bakal susah urusan.

Karena takut mendapat nilai jelek, maka banyak mahasiswa yang melakukan segala cara. Mulai dari cara yang positif maupun negatif. Bahkan, ada yang sampai memberikan sogokan kepada dosen, ini jenis mahasiswa nekat.

Tanamkan dalam pikiran untuk melakukan yang terbaik. Persoalan mendapat nilai baik atau jelek itu urusan belakang. Kalau sudah melakukan yang terbaik, maka hasil terbaik akan menunggu.

6. Ketakutan jika Dimarahi Dosen

Fail Icon

Ada nih si dosen tipenya galak amat. Maunya marah-marah mulu sama mahasiswa. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai menangis. Bukan satu atau dua mahasiswa yang menangis, tapi banyak sekali yang demikian.

Kalau memang sudah tahu si dosen penguji tipenya pemarah, maka persiapkan mental. Tanamkan dalam pikiran kalau dimarahi itu sudah biasa. Persoalan dia marah-marah sampai keluar urat di keningnya, itu urusan dia. Hehe, jadi ingat dulu saat saya sidang skripsi, si dosen marah-marah, saya hanya melamun.

Lakukan yang terbaik. Kalau tipe si dosen pemarah, apapun yang dilakukan mahasiswa tetap akan dimarahi juga. Sebisa mungkin, abaikan nih si dosen ini. Fokus saja pada dosen yang memberikan masukan bagus.

7. Rasanya Lega setelah Sidang

Magic Icon

Nah ini yang ditunggu-tunggu. Entah pada saat sidang si dosen ketakutan, menangis, pikiran kosong, kalau sudah selesai sidang, rasanya lega banget. Tiba-tiba saja si mahasiswa meledak kesenangan, seolah-olah baru saja selesai melewati jalanan terjal dan curam.

Kecuali kalau memang dapat kabar buruk saat sidang skripsi, misalnya disuruh diulang penelitiannya, kalau in mah tambah sedih.

Maka tak heran, setelah sidang skripsi, ada saja kelakuan si mahasiswa. Entah itu melakukan selebrasi, foto-foto dengan teman, melamar seseorang, memberikan kode spesial, dan lain-lain.

Hahaha, apapun itu, jalani saja sidang skripsi. Tanamkan dalam pikiran, “semua pasti berlalu.”