5 Tipe Siswa Ketika Mendapat Nilai Jelek saat Ulangan

Mendapat nilai jelek tidak bisa dikatakan buruk sih. Ada juga loh sebagian siswa yang merasa tenang-tenang saja ketika mendapat nilai jelek, hehe. Tapi sebagian besar mungkin akan bersedih hati ketika mendapat nilai jelek.

Pertama-tama, kenapa dulu nilai ujian menjadi jelek? Faktor utamanya adalah karena tidak belajar. Karena tidak mempersiapkan matang-matang, sehingga ketika ujian tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seperti seorang penyanyi, ketika akan konser tidak pernah latihan sedikitpun. Padahal itu konser perdananya. Tentu akan menyebabkan kegagalan.

Kalau diperhatikan, banyak sekali tingkah siswa ketika mendapat nilai jelek. Mulai dari yang bikin senyum-senyum sampai bikin tepuk kepala karena anehnya.

1. Sedih dan Berjanji Akan Lebih Baik Lagi

conclusion icon

Ini adalah reaksi yang positif. Kegagalan itu terletak kepada kesalahan kita. Sedih sih wajar. Siapa sih yang tidak sedih ketika mendapat nilai jelek. Apalagi nilai tersebut sangat menentukan kehidupan kita.

Sedih sih wajar, tapi berjanji untuk menjadi lebih baik, itu luar biasa. Tidak ingin lagi mengulang kesalahan yang sama, si dia pun belajar dengan sungguh-sungguh. Hingga ujian berikutnya, dia mendapat nilai yang terbaik.

Memang tidak dipungkiri, mendapat nilai jelek itu seperti bencana banget. Apalagi bagi siswa yang terbiasa mendapat nilai baik. Maka dari itu, wajar sedih tapi ujian selanjutnya berusahalah lebih baik lagi.

2. Sedih, Sudah Sedih Doang

Sad Icon

Mendapat nilai jelek memang wajar, sedih banget. Bahkan ada yang meneteskan air mata karena sedihnya. Tapi, yasudah, sedih doang. Tidak ada perbaikan sikap, tidak ada keinginan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Seolah-olah kesedihan itu seperti angin lalu saja. Saat mendapat nilai jelek akan terasa sedih. Tapi itu hanya beberapa menit saja. Setelah itu, ketika dihibur oleh temannya yang memang tidak suka belajar, akhirnya sedih berlalu dan tidak ada keinginan untuk memperbaiki diri.

Tipe siswa seperti ini banyak banget malah. Malah ada yang berusaha menangis tuh, tapi ya itu dia. Air mata selesai, urusan selesai. Ujian yang akan datang, nilainya tetap jelek juga. Bahkan, bisa lebih buruk lagi.

3. Biasa Saja

warning icon

Ini adalah tipe siswa yang sudah terbiasa mendapat nilai jelek. Seperti tidak ada beban lagi di dalam dirinya. Dapat nilai jelek itu seperti dapat uang jajan, tidak ada istimewanya sama sekali.

Ketika dibagikan kertas hasil penilaian, rasanya si siswa sudah mampu menebak berapa nilai yang dia dapatkan. Dan memang betul, nilai yang dia dapatkan jelek, seperti biasanya.

Sebenarnya, tipe siswa seperti ini sudah tahu kesalahan dia. Tapi ada dua faktor di sini. Yang pertama karena memang tidak ingin belajar, “Toh tidak ada gunanya belajar,” begitulah yang ada di dalam pikiran dia. Tipe kedua adalah siswa yang berusaha mati-matian mempelajari pelajaran, berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi apa hendak dikata, memang kemampuan si siswa terbatas.

4. Tertawa Karena Mendapat Nilai Jelek

Nah yang ini nih kadang bikin geleng-geleng kepala. Bukannya sedih mendapat nilai jelek, malah senang banget. Seperti mendapat emas di dalam tanah kedalaman puluhan meter. Apa sih yang membuat diri dia senang?

Justru yang anehnya, ketika mendapat nilai bagus malah bingung. Apa ada yang salah. Seperti tidak mengerti gitu kenapa mendapat nilai bagus. Terbiasa senang mendapat nilai jelek, giliran mendapat nilai bagus bingung.

Tapi tipe siswa seperti ini adalah mereka yang tahan banting tapi tidak tahan dipuji. Karena terbiasa mendapat perlakuan buruk, mendapat nilai jelek, akhirnya kebingungan mendapat perlakuan baik, mendapat nilai baik. Tapi entah kenapa, siswa tipe ini kebanyakan IQ-nya bagus-bagus.

5. Mencari Teman Seperjuangan

two people icon

Ada beberapa tipe siswa seperti ini. Ada yang dia memang punya teman yang memiliki kemampuan akademik sama dengannya. Akhirnya mereka saling membandingkan deh, nilai siapa yang paling jelek.

Ada juga tipe siswa yang tidak memiliki teman seperjuangan. Dia merasa sedih gitu mendapat nilai jelek. Beberapa menit kemudian, dia pun mencari teman yang nasibnya sama dengan dia. Kalau ketemu teman yang bernasib sama, maka senyuman muncul di wajahnya, “Ada teman,” pikirnya. Tapi kalau tidak punya teman seperjuangan, tiba-tiba perasaan takut muncul, takut remedial sendirian.

Memang sih tidak enak sendirian. Bahkan mendapat nilai bagus sendirian juga tidak baik, hehe.

Ada-ada saja memang tingkah laku siswa sehingga membuat kehidupan sekolah semakin berwarna.