5 Kerugian Mencontek yang Akan Dirasakan Setiap Orang

Memang, ada banyak banget keuntungan dari mencontek. Salah satunya mendapat nilai tinggi dengan cara instan. Kita tahu zaman sekarang rata-rata orang tidak peduli lagi dengan hasil usaha. Mereka lebih mementingkan nilai.

Walaupun nilai tersebut didapat dari cara tidak baik tapi itu tidak masalah. Asalkan nilai bagus maka semuanya akan aman. Entah itu si tukang contek akan menyesal di hari kemudian itu masalah nanti.

Memang, menjadi dilema tersendiri bagi kita melihat hal tersebut.

1. Minim Ilmu Pengetahuan

Mencontek bisa dikatakan proses instan mendapatkan pengetahuan. Siapa bilang mencontek tidak mendapatkan ilmu pengetahuan. Namun, sesuai hukum dunia. Didapat secara instan maka akan instan pula hilangnya.

Ketika sudah dewasa nanti, akan terasa kalau selama ini yang dilakukan hanyalah sia-sia. Nilai yang didapat hanyalah sebuah angka saja. Yang diperhatikan adalah ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Iya sih, untuk merasakan hal tersebut butuh beberapa tahun kemudian. Namun, bukankah itu kerugian? Kita ke sekolah untuk menimba ilmu, bukan untuk menimba nilai.

2. Nilai Tidak Ada Artinya

Baiklah ketika masih sekolah, ketika masih kuliah, ketika masih fresh graduate, nilai itu seperti dewa. Banyak sekali arti dari sebuah nilai. Bahkan, nilai tinggi begitu diagungkan. Namun, bagaimana ketika nilai sudah tidak ada artinya?

Ketika telah bekerja beberapa puluh tahun. Yang dibutuhkan adalah ilmu pengetahuan. Nilai tersebut tidak ada artinya. Bahkan, bisa dibilang nilai tersebut hanya pajangan saja.

Dimana kita hanya melihat ijazah kita dengan tatapan kosong. Nilai tinggi tapi tidak ada artinya.

3. Diremehkan

Mungkin hal ini sebenarnya sudah dirasakan waktu sekolah. Dimana si tukang contek namun nilai tinggi, banyak banget orang meremehkannya. Misalnya gini, ketika si A ingin meminta penjelasan suatu pelajaran karena dia tidak mengerti. Biasanya si A lebih memilih minta tolong kepada B yang memang dia memiliki ilmu pengetahuan walaupun nilai pas-pasan dibanding dengan si C yang nilainya tinggi tapi semua orang tahu kalau dia  tukang contek ulung.

Begitu juga ketika di lingkungan pekerjaan nantinya. Diremehkan orang akan terasa banget akibatnya akibat dari mencontek tersebut.

“Percuma nilai tinggi tapi tidak ada ilmu.”

Mungkin itu yang dikatakan orang-orang baik melalui lisan maupun dalam hati.

4. Tidak Lepas dari Kebiasaan Mencontek

Kalau boleh dikatakan, mencontek itu bikin ketagihan. Sekali mencontek maka akan terus mencontek. Sulit sekali rasanya untuk lepas dari kegiatan tersebut. Kadang dalam pikiran muncul bayangan, “Kalau kerja sendiri nilai akan rendah. Tapi kalau mencontek nilai akan tinggi. Lebih baik mencontek saja.”

Sulit sekali untuk lepas, bahkan untuk memalingkan sejenak saja dari kegiatan ini sangat sulit. Sudah terlanjur nyaman dari nilai tinggi. Untuk pergi dari zona nyaman tentu saja itu tidak mudah.

5. Ingin Waktu Diulang

Ketika sudah dewasa nantinya, ketika orang-orang meremehkan. Ketika mulai terasa kalau nilai itu tidak ada gunanya. Apa yang ingin dilakukan? Ingin rasanya waktu tersebut diulang kembali. Kembali ke masa sekolah, belajar yang rajin, mendapat nilai sendiri walau itu kecil, yang penting tidak menjadi tong kosong ketika dewasa.

Ingin rasanya belajar kembali. Tapi, ketika di usia dewasa ini. Ketika otak tidak lagi seperti dulu. Sulit rasanya untuk belajar kembali. Butuh beberapa kali pengulangan agar mengerti. Sedangkan orang lain, sudah puluhan tahun dia mengerti.

Mencontek memang tidak baik. Tidak ada keuntungan dari mencontek. Kecuali kita ini lebih mementingkan nilai tinggi. Memang tidak salah menginginkan nilai tinggi. Namun, jangan sampai menggelapkan mata karena keinginan tersebut. Belajar keras walau mendapat nilai pas-pasan itu jutaan kali lebih baik daripada mencontek. Dampaknya memang bukan sekarang. Tapi nanti di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here